<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783</id><updated>2011-12-23T00:48:09.423+07:00</updated><category term='Tesis Hukum Perdata'/><category term='Tesis Akuntansi'/><category term='skripsi politik'/><category term='Aliansi Jurnalis Independen'/><category term='Skripsi Keperawatan'/><category term='Contoh Skripsi'/><category term='Hukum Administrasi'/><category term='Tinjauan Yuridis'/><category term='Contoh Skripsi Psikologi'/><category term='Tesis Hukum Pidana'/><category term='Skripsi Psikologi Pendidikan'/><category term='Judul Skripsi Psikologi'/><category term='Skripsi Keperawatan Anak'/><category term='Skripsi Pidana'/><category term='Contoh Skripsi Pendidikan'/><category term='Skripsi Perdata Islam'/><category term='Skripsi Teknik Sipil'/><category term='Tesis MM'/><category term='Skripsi Hukum'/><category term='Skripsi tentang Psikologi'/><category term='Proposal Skripsi Bimbingan Dan Konseling'/><category term='Skripsi Penyuluhan'/><category term='Proposal Skripsi Teknik Elektro'/><category term='Tesis Teknik'/><category term='Contoh Skripsi Manajemen'/><category term='Skripsi Perdata'/><category term='Contoh Skripsi Konseling'/><category term='Artikel Kesehatan Masyarakat'/><category term='Skripsi Kesehatan Lingkungan'/><category term='Kumpulan Judul Skripsi Keperawatan'/><category term='Skripsi Ilmu Politik'/><category term='Skripsi Hukum Islam'/><category term='Skripsi Manajemen Rumah Sakit'/><category term='Komunikasi Antar Personal'/><category term='Skripsi Farmasi'/><category term='download skripsi gratis'/><category term='Judul Skripsi PAI'/><category term='Contoh Skripsi Ekonomi'/><category term='Tesis Kebijakan'/><category term='Judul Skripsi Kedokteran'/><category term='Download Skripsi Pendidikan'/><category term='Skripsi tentang Pendidikan'/><category term='Skripsi Mekanisme Pemberitaan'/><category term='Skripsi Kesehatan Masyarakat'/><category term='Skripsi Syariah'/><category term='Intensitas Komunikasi'/><category term='Proposal Tentang Kesehatan'/><category term='Contoh Skripsi Komunikasi'/><category term='Media Komunikasi Visual'/><category term='Skripsi Teknik Informatika'/><category term='Perancangan Promosi'/><category term='Judul Skripsi Komunikasi'/><category term='Judul Seminar Pendidikan'/><category term='Skripsi Psikologi'/><category term='Tesis Rumah Sakit'/><category term='Produktivitas Kerja'/><category term='Skripsi Hukum Perdata'/><category term='Skripsi Pemberitaan'/><category term='Judul Skripsi Pidana'/><category term='Populasi dan Sampel'/><category term='Contoh Skripsi Akuntansi'/><category term='Judul Skripsi Keperawatan'/><category term='Budaya Jogja'/><category term='Skripsi'/><category term='Proposal Skripsi PAI'/><category term='Skripsi Perhotelan'/><category term='Skripsi Hukum Tata Usaha Negara'/><category term='Skripsi Manajemen'/><category term='Tesis Keuangan'/><category term='Representasi Budaya'/><category term='Tesis Hukum'/><category term='Skripsi Teknik Lingkungan'/><category term='Tesis'/><category term='identifikasi masalah'/><category term='Hukum Administrasi Negara'/><category term='Skripsi Hukum Kesehatan'/><category term='Statistik'/><category term='Skripsi Pendidikan'/><category term='Poster Sumanto'/><category term='Skripsi Sekretaris'/><category term='Skripsi Ekonomi'/><category term='Skripsi Kepemimpinan'/><category term='Analisis Wacana'/><category term='Contoh Skripsi Kedokteran'/><category term='Skripsi Komunikasi Televisi'/><category term='Pdf politik'/><category term='Skripsi Pelayanan'/><category term='Skripsi Koperasi'/><category term='Skripsi Tata Negara'/><category term='Tesis Pertanian'/><category term='Skripsi Petugas Medis'/><category term='Kesadaran Masyarakat'/><category term='Semiotika'/><category term='Skripsi Pembangunan Masyarakat'/><category term='Skripsi Pertanian'/><category term='Skripsi Keuangan'/><category term='Skripsi Arsitektur'/><category term='Skripsi Teknik Industri'/><category term='Komunikasi Radio'/><category term='Skripsi Psikologi Perkembangan'/><category term='Desain Kaos'/><category term='Skripsi Teknik Elektronika'/><category term='Skripsi Bimbingan Konseling'/><category term='Skripsi Pendidikan Islam'/><category term='Disertasi'/><category term='Skripsi Teknik Arsitektur'/><category term='Skripsi Pariwisata'/><category term='Skripsi Kedokteran Umum'/><category term='Skripsi Ilmu Pemerintahan'/><category term='Tesis Administrasi Publik'/><category term='Judul Skripsi Hukum Pidana'/><category term='Makalah Kesehatan Masyarakat'/><category term='Hukum Lingkungan'/><category term='Skripsi Sumber Daya Manusia'/><category term='Skripsi Pendidikan PDF'/><category term='Penelitian Tasawuf'/><category term='Karya Tulis Hukum'/><category term='Skripsi Pemasaran'/><category term='Skripsi Ekonomi Pembangunan'/><category term='Skripsi Pertanahan'/><category term='Skripsi Kesehatan'/><category term='Skripsi Kedokteran Gigi'/><category term='Jenis Data'/><category term='Contoh Skripsi Keperawatan'/><category term='Tesis Kesehatan Masyarakat'/><category term='Proposal Skripsi Pendidikan'/><category term='Skripsi Kehutanan'/><category term='Hukum Saham'/><category term='Skripsi Teknik Elektro'/><category term='Opinion Leader'/><category term='Judul-Judul Skripsi Komunikasi'/><category term='Skripsi Sosial'/><category term='Tesis Manajemen'/><category term='Skripsi Tanggapan Pasien'/><category term='Skripsi PAI'/><category term='Harian Republika'/><category term='Skripsi Peternakan'/><category term='Tesis Ekonomika Pembangunan'/><category term='Pimpinan dan Bawahan'/><category term='Metodologi Penelitian'/><category term='Skripsi DAGADU'/><category term='Skripsi Teknik Mesin'/><category term='Makna'/><category term='Skripsi Teknik Kimia'/><category term='Skripsi Ilmu Sosial'/><category term='Skripsi MSDM'/><category term='Tesis Ekonomi'/><category term='Skripsi Hukum Pidana'/><category term='Skripsi Konseling'/><category term='Skripsi Komunikasi'/><category term='Tesis Pendidikan'/><category term='Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris'/><category term='Judul Skripsi Kesehatan'/><category term='judul skripsi akuntansi'/><category term='skripsi pemerintahan'/><category term='Hukum Ketenagakerjaan'/><category term='Skripsi Komputer'/><category term='Skripsi Hubungan Internasional'/><category term='Macam Data'/><category term='Psikologi Universitas'/><category term='Skripsi Model Komunikasi'/><category term='Skripsi Hukum Administrasi'/><category term='Skripsi Teknik'/><category term='Skripsi Akuntansi'/><category term='Skripsi Kedokteran'/><title type='text'>Kumpulan Contoh Proposal Skripsi Tesis | Contoh Skripsi Tesis</title><subtitle type='html'>Jasa Pembuatan Skripsi dan Tesis terbaik di Indonesia, hubungi IDTesis.com 0817-9448-173 email : idtesis@gmail.com YM : cs_idtesis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>327</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-2745829828700417536</id><published>2011-05-11T15:53:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T15:53:00.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Komunikasi Visual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perancangan Promosi'/><title type='text'>PERANCANGAN PROMOSI ROKOK MENARA MELALUI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Latar Belakang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam era globalisasi perkembangan di Indonesia yang menuju perdagangan bebas, dituntut kreatifitas yang tinggi dan mempunyai potensi dan kualitas dalam persaingan suatu produk, baik dalam bidang jasa maupun barang. Dunia sekarang yang kita hadapi, adalah dunia yang banyak dalam bentuk hiburan dan informasi. Dunia informasi, dan dunia hiburan tidak dapat terlepas dari wilayah media komunikasi visual atau lebih “pas” kalau kita istilahkan sebagai “ Dunia Visual “,&amp;nbsp; jagad yang tidak dapat lagi kita pungkiri sebagai ruang kreatif bagi aktivitas desain grafis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkenalkan barang produk salah satu jalan yang paling baik dan tepat, efisien adalah dengan membuat iklan bagi barang produk tersebut yang akan dipasarkan dimasyarakat. Iklan adalah sebuah media yang bersifat untuk mengajak konsumen. Selama ini iklan sudah cukup bisa mengajak konsumen untuk menggunakan sebuah produk. Dengan adanya iklan, maka masyarakat akan lebih cepat mengenal barang yang diiklankan. Iklan juga merupakan salah satu bentuk informasi, yaitu informasi sebuah barang atau jasa yang ditujukan kepada masyarakat. Demikian juga apa yang telah dilakukan oleh PT Menara Kartikabuana dalam usahanya memperkenalkan hasil produknya agar produknya bisa dinikmati dan bisa dikenal oleh banyak masyarakat. Dalam mempromosikan produknya, PT Menara Kartikabuana sudah mencoba untuk mempromosikan produknya sampai diluar Jawa, seperti Kalimantan, Sumatra, dan juga masuk di daerah-daerah, hal tersebut menyebabkan produk dari PT Menara Kartikabuana lebih memasyarakat dan dikenal didaerah-daerah tersebut. Tapi di daerah Jawa produknya kurang begitu dikenal, karena promosi masih diprioritaskan untuk daerah luar Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu perusahaan apabila memproduksi barang baru yang belum pernah diperkenalkan kepada masyarakat, maka barang tersebut mungkin tidak ada orang yang berkeinginan untuk membelinya, memakainya dan memilikinya sebab masyarakat belum mengenal serta mengetahui kelebihannya. Setiap perusahaan yang memproduksi barang, pasti sudah memiliki cara atau trik untuk menghasilkan suatu barang yang sesuai dengan pembuatan barang yang sesuai kebutuhan konsumen. Setiap pengusaha dalam perdagangan bertujuan tidak hanya memproduksi barang, akan tetapi lebih lanjut yaitu menjual barang produksi kepada konsumen dengan tujuan untuk mencari keuntungan dan laba. Agar mendapat pasaran terlebih dahulu barang tersebut diperkenalkan pada para konsumen atas kegunaannya dan manfaatnya. Dengan demikian barang produk menjadi laku dan mendapat pasaran di konsumen.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-2745829828700417536?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/2745829828700417536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2803745749830350783&amp;postID=2745829828700417536' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2745829828700417536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2745829828700417536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/perancangan-promosi-rokok-menara.html' title='PERANCANGAN PROMOSI ROKOK MENARA MELALUI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-183312923092365654</id><published>2011-05-11T15:53:00.000+07:00</published><updated>2011-05-11T15:53:00.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliansi Jurnalis Independen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contoh Skripsi Komunikasi'/><title type='text'>ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) BIRO SURAKARTA</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Latar Belakang Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Orde Baru (Orba) yang memulai karir politiknya sejak pertengahan 1960-an menyusul jatuhnya Soekarno, menandai perkembangan baru dan berbeda dari pembentukan negara dalam masa Indonesia pasca kolonial. Secara ideologis Orba berbeda jauh dengan masa demokrasi terpimpin Soekarno yang bercirikan komitmen-komitmen sosialis dan populis. Meski gagasan seperti nasionalisme dan keadilan sosial tetap dipelihara namun gagasan itu cenderung dimaknai dengan cara yang relatif berbeda.&amp;nbsp; Nasionalisme tidak lagi dipahami dalam konteks radikal anti kapitalisme, sebagaimana di masa Soekarno berkuasa, tetapi lebih kurang sebagai suatu kesadaran atas kedaulatan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Negara berhasil mengontrol masyakarat sipil melalui cara korporatif dan mendapatkan konsensus politik melalui hegemoni ideologi. Atas dasar itu, Orba berhasil melembagakan partisipasi masyarakat melalui organisasi korporasi ciptaannya, atau kebijakan Organ Tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hubungan pers dan pemerintah sempat berlangsung cukup baik, yaitu pada permulaan tahun 1967, pada saat pelimpahan kekuasaan Soekarno ke Soeharto pada sidang MPRS. Pada periode ini Orba cenderung bersikap menahan diri untuk tidak melakukan&amp;nbsp; tindakan yang keras pada pers. Penguasa masih tetap memberi suasana kondusif bagi kebebasan pers. Sikap pemerintah ini membuat membuat industri pers lantas tumbuh subur. Penelitian Judith B Aggasi, menyebutkan antara 1967 – 1979 terdapat 132 terbitan di Indonesia, harian maupun tabloid, dengan total tiras hampir tiga juta eksemplar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah mulai bersikap keras terhadap pemberitaan pers Indonesia, ketika sikap kritis pers terhadap pelbagai masalah, seperti kasus korupsi pejabat, inefisiensi birokrasi dan pemborosan dana pembangunan. Pada Tanggal 2 Januari 1973, Panglima Kopkamtib, Jenderal Sumitro mencabut Surat Izin Terbit (SIT) sementara harian Indonesia Raya dan Sinar Harapan. Kopkamtib juga memberi teguran sangat keras terhadap harian Pos Kota, Kami dan Merdeka.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Puncaknya adalah peristiwa 15 Januari 1974 yang juga dikenal dengan sebutan Malari (Malapetaka Lima Belas Januari), saat mahasiswa berdemonstrasi memprotes kedatangan PM Jepang, Tanaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers Indonesia kemudian harus mengalami proses penyesuaian diri dan depolitisasi, dalam arti menghilangkan unsur-unsur politik dalam berita yang dimuat, kecuali yang mendukung pemerintah Orde Baru dan kebijakannya. Dapat dilihat bahwa depolitisasi tersebut merupakan akibat dari lepasnya pengaruh partai politik, maupun kekuasaan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah memberikan sejumlah alasan untuk mengesankan bahwa tindakan pembredelan tersebut bukan dilakukan karena pemerintah yang anti kebebasan pers. Pemerintah menegaskan bahwa kehidupan pers Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri. Kebebasan pers di Indonesia tidak bisa disamakan dengan kehidupan pers yang terjadi di negara-negara barat yang liberal. Sebagai pers yang hidup di negara Pancasila, maka pers Indonesia adalah pers Pancasila. Kebebasan pers dalam negara Pancasila tetap dijamin sepenuhnya, asal kebebasan itu kebebasan bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Orba tahu bahwa pers adalah salah satu bagian kekuatan sosial, politik dan ekonomi yang berinteraksi dalam suatu orde politik tertentu. Dalam konteks hubungan negara dan masyarakat, pers selalu menempatkan dirinya sebagai salah satu kekuatan sosial masyakarat yang berhadapan dengan kekuatan politis negara.6 Dengan kata lain, menguasai pers berarti menguasai masyarakat berserta seluruh sendi kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah kemudian menerbitkan Surat izin Usaha Pernerbitan Perusahaan Pers (SIUPP), sebagai pengontrol media, yang penerapannya&amp;nbsp; terdapat dalam Undang Undang Pokok Pers no 21/ 1982. Jika SIUPP sebuah terbitan dicabut oleh Departemen Penerangan, maka terbitan itu dapat saja langsung ditutup oleh pemerintah. Keputusan ini semakin menegaskan dominasi yang kuat&amp;nbsp; dari pemerintah terhadap pers. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai satu-satunya organisasi profesi wartawan di Indonesia saat itu, memilih diam. Sikap diam ini beralasan, karena PWI sejak tahun 1977 berhasil dibawa masuk ke&amp;nbsp; Golkar.7&lt;br /&gt;Situasi ini membawa pers Indonesia menjadi mandul, berita-berita di media tidak lebih adalah jurnal tentang kegiatan pejabat, yang tanpa kritik. Pers menutup rapat-rapat informasi soal penyelewengan, ketimpangan, dan ketidakadilan sosial, masalah buruh, dan lainnya. Lewat pembungkaman terhadap pers, Orba menempatkan kedudukan masyarakat menjadi lemah. Pers yang merupakan salah satu unsur masyarakat menjadi lemah pula kedudukannya dan&amp;nbsp; terpaksa harus menyesuaikan diri dengan kepentingan-kepentingan yang menguntungkan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode 1990-an, saat muncul arus keterbukaan, kebebasan, dan pemberdayaan sipil, khususnya di dunia ketiga, arus perubahan itu mulai tampak. Pemerintah yang banyak ditekan soal kondisi sosio - politik oleh negara-negara barat, mulai bersikap melunak. Pers mulai melakukan liputan-liputan kritis, seperti Kedung Ombo, Timor - timur, dikotomi ABRI dan lain-lain. Pada 21 Juni 1994, diluar dugaan pemerintah membredel SIUPP tiga media terkemuka dan bertiras besar, Majalah Tempo, Editor dan Tabloid DeTik.&amp;nbsp; Meski pemerintah mengatakan pembredelan itu lebih disebabkan karena masalah administratif, namun tidak bisa dipungkiri tulisan di media-media itulah yang membuat bredel itu terjadi. (Tempo menurunkan berita pembelian kontroversial kapal-kapal perang bekas Jerman Timur, DeTik mengulas kebocoran dana pembangunan, dan Editor yang menulis soal bisnis dan kekayaan anak presiden)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, kali ini bredel direspon dengan perlawanan dari para jurnalis dan kelompok-kelompok yang mendamba kebebasan pers. Mengharap dari organisasi profesi seperti PWI juga tidak mungkin karena sejak lama PWI terkooptasi oleh pemerintah. Hingga pada 7 Agustus 1994, berkumpullah seratus jurnalis dari berbagai media, di desa Sirnagalih Bogor Jawa Barat. Pada hari itulah mereka menandatangai Deklarasi Sirnagalih. Deklarasi itu adalah menuntut dipenuhinya hak-hak publik atas informasi, menentang pengekangan pers, menolak organ tunggal untuk jurnalis serta mengumumkan berdirinya Aliansi Jurnalis Independen (AJI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan tumbangnya Soeharto, AJI kemudian berkembang menjadi salah satu organisasi profesi jurnalis yang diperhitungkan. AJI menyebar di sejumlah kota besar dan ibu kota di Indonesia, termasuk di Surakarta pada 12 Juli&amp;nbsp; 2000. Berdirinya AJI mampu memberikan warna tersendiri dalam dinamika pers di Surakarta. Kebebasan pers, dalam pelbagai wujud, menjadi tema utama aktivitas AJI Surakarta. Beberapa warna yang diberikan AJI Surakarta, antara lain adalah kampanye anti amplop. Amplop yang secara sederhana diterjemahkan sebagai, hadiah, bingkisan, uang atau barang pemberian narasumber kepada jurnalis, dimaknai sebagai suap, yang mengancam independensi dan kebebasan jurnalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas lain adalah kemampuan AJI Surakarta dalam menggalang dukungan jurnalis lain, bersama dengan organisasi profesi jurnalis lain, dalam penyikapan kasus-kasus pers, khususnya di wilayah Surakarta. AJI Surakarta dalam perkembangannya juga mampu menempatkan diri sebagai penyelesai sejumlah sengketa pers, yang melibatkan jurnalis dan perusahaan media pers di Surakarta. Peran inilah yang memberi warna dalam kehidupan pers di Surakarta, hingga membuat eksistensi AJI Surakarta diakui.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-183312923092365654?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/183312923092365654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2803745749830350783&amp;postID=183312923092365654' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/183312923092365654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/183312923092365654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/aliansi-jurnalis-independen-aji-biro.html' title='ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) BIRO SURAKARTA'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6086620061796604075</id><published>2011-05-11T15:52:00.000+07:00</published><updated>2011-05-11T15:52:00.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Mekanisme Pemberitaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Pemberitaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Komunikasi Televisi'/><title type='text'>MEKANISME KERJA SEKSI PEMBERITAAN</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Latar Belakang Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Revolusi elektronika dalam abad ke-20 ini telah membawa pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan umat manusia. Media masa pun semakin canggih dan meningkat drastis kadar kemampuan operasionalnya. Informasi mengenai apa saja yang terjadi di seluruh belahan dunia ini dapat segera diketahui dengan kecepatan yang teramat tinggi. Kecepatan yang bisa menembus ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang merupakan sebuah negara berkembang tidak luput dari dampak revolusi elektonik tersebut. Terbukti dengan diluncukannya Satelit Komunikasi Palapa pada tanggal 17 Agustus 1976. Sistem Komunikasi Satelit Dometik (SKSD) Palapa ini merupakan media yang sangat ampuh bagi penyelenggaraan siaran televisi, radio, telepon dan sebagainya guna mencapai 180 juta penduduk Indonesia yang terbesar memenuhi 13.667 buah pulau di Nusantara ini. (Onong U. Effendi, 1991:70).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Komunikasi Satelit Dometik (SKSD) Palapa ini membawa pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan sistem komunikasi tersebut, setiap peristiwa penting yang terjadi di tanah air dapat langsung diliputi dan disebabarkan ke seluruh negeri tercinta ini dengan segera dan serempak pada detik itu juga.&lt;br /&gt;Perubahan-perubahan yang terjadi tersebut pada akhirnya membawa dampak globalisasi informasi yang kemudian membawa masyarakat dunia menjadi suatu “Desa Global” (global Village). Dunia menjadi transparan dan informasi menjadi sebuah kebutuhan hakiki yang menuntut suatu pemenuhan yang segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat penerima informasi tersebut akhirnya menjadi suatu masyarakat informasi yang sangat mendambakan tingkat aktualisasi dan daya langsung yang tinggi dari media yang menjadi sumber informasinya.&lt;br /&gt;Selanjutnya, untuk mengantisipasi tuntutan masyarakat penerima informasi tersebut, hanya pemberitaan melalui media massa elektronik yang bisa melaporkan secara lebih lengkap dan segera segala kebutuhan akan informasi-informasi aktual, bahkan langsung dari tempat kejadian, dimana peristiwa itu terjadi.&lt;br /&gt;Pemberitaan merupakan kegiatan penyelenggaraan siaran pemberitaan atau penerangan yang sifatnya aktual dan tidak aktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan media yang tepat guna menjadi sumber informasinya salah satunya adalah Televisi, sebab televisi sebagai media massa mempunyai kelebihan dibandingkan dengan media massa lainnya, karena sifat audio visual dan dapat dipancarkan secara luas melalui pemancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat keampuhan media televisi, pemerintah Indonesia memanfaatkan media TVRI sebagai media massa pemerintah dengan tujuan agar TVRI dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai media informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat bagi manusia Indonesia yang berfalsafah Pancasila dan UUD 1945 untuk menuju masyrakat adil dan makmur sebagaimana yang tersirat di dalam alenia 4 Pembukaan UUD 1945 (JB. Wahyudi, 1986: 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di TVRI Stasiun Yogyakarta yang menangani pemberitaan adalah seksi pemberitaan. Seksi pemberitaan mempunyai tugas melakukan perencanaan kegiatan dan peliputan penyiaran acara dan penyelenggaraan mata acara siaran pemberitaan dan penerangan, baik untuk siaran daerah maupun untuk siaran Nasional. (SK. Direktur Televisi RI. No. 58/KPTS/DIR/TU/1986).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat tugas daripada seksi pemberitaan, jelas bahwa seksi pemberitaan mempunyai peranan yang sangat penting di dalam hal penyelenggaraan siaran pemberitaan dan penerangan.&lt;br /&gt;Kita ketahui bersama bahwasannya di TVRI Stasiun Yogyakarta di dalam hal menyajikan satu program acara siaran itu dibutuhkan suatu penayangan yang menarik diperlukan perencanaan yang matang serta profesional agar nantinya informasi yang sampai ke masyarakat dapat diterima dan dimengerti dengan baik. Dari penjelasan di atas jelas sudah bahwa untuk memenuhi tuntutan masyrakat akan informasi bukan pekerjaan yang mudah karena memang dibutuhkan penangan yang betul-betul profesional untuk itulah seksi pemberitaan sebagai salah satu seksi yang menangani tentang siaran pemberitaan sebagai salah satu seksi yang menangani tentang siaran pemberitaan dan penerangan mempunyai tanggung jawab yang besar di dalam tugas kesehariannya di dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seksi pemberitaan yang ada di Stasiun Yogyakarta pada akhirnya menjadi sebuah fenomena yang menarik untuk dikaji, karena melihat peranannya yang begitu penting di dalam hal siaran pemberitaan dan penerangan. Agar siaran pemberitaan dan penerangan dapat terselenggara dengan baik tentu tidak terlepas dari bagaimana seksi pemberitaan melakukan perencanaan kegitan sampai kepada bagaimana siatan pemberitaan dan penerangan terselenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaannya selanjutnya menjadi&amp;nbsp; suatu yang penting bagi TVRI sendiri dan juga masyarakat sebagai yang menkonsumsi informasi melalui televisi tersebut. Berangkat dari permasalah di atas, maka penulis berminat untuk mengetahui dengan jelas bagaimana mekanisme kegiatan seksi pemberitaan yang dilakukan oleh TVRI Yogyakarta, hingga informasi itu sampai ke masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6086620061796604075?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/6086620061796604075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2803745749830350783&amp;postID=6086620061796604075' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6086620061796604075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6086620061796604075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/mekanisme-kerja-seksi-pemberitaan.html' title='MEKANISME KERJA SEKSI PEMBERITAAN'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6941077466121914572</id><published>2011-05-11T15:47:00.000+07:00</published><updated>2011-05-11T15:47:00.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Kepemimpinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contoh Skripsi Komunikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pimpinan dan Bawahan'/><title type='text'>KETERBUKAAN KOMUNIKASI ANTARA PIMPINAN DENGAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB&amp;nbsp; I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dewasa ini semakin terdengar bahwa di penghujung abad ke-21 akan merupakan abad informasi berkat kemajuan yang sangat pesat dibidang ilmu&amp;nbsp; pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi komputer dan komunikasi.&amp;nbsp; Perkembangan teknologi komputer dan komunikasi yang semakin canggih harus didukung manajemen sumber daya manusia. Pendekatan untuk memahami manajemen sumber daya manusia secara makro sudah dipastikan dapat mempunyai dampak terhadap sumber daya manusia secara mikro.&amp;nbsp; Pengembangan sumber daya manusia secara makro dan mikro menjadi fokus perhatian baik organisasi pemerintah maupun organisasi atau perusahaan swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan manajemen sumber daya manusia untuk setiap perusahaan harus mendapat prioritas utama. Berarti yang menjadi fokus perhatian perencanaan peningkatan kualitas kerja karyawan merupakan kewajiban perusahaan di dalam mengambil langkah-langkah yang ditempuh oleh manajemen untuk lebih menjamin perkembangan suatu perusahaan dengan tersedia tenaga karyawan yang memiliki keterampilan, kemmapuan, keahlian dan profesi untuk menangani berbagai usaha demi terwujudnya tujuan perusahaan.&amp;nbsp; Untuk melancarkan semua aktivitas dalam suatu perusahaan sangat membutuhkan komunikasi. Komunikasi merupakan sarana handal untuk mengadakan koordinasi, kerja sama dan kesepakatan dalam mengambil keputusan yang direalisasikan guna menyukseskan kegiatan perusahaan, dilaksanakan melalui komunikasi antara pimpinan dengan karyawan dalam rangka meningkatkan kualitas kerja karyawan guna menjamin tercapainya tujuan perusahaan dimasa datang. Komunikasi yang dilakukan antara pimpinan dengan karyawan adalah untuk saling tukar menukar informasi, pendapat, saran dan perintah. Maka informasi merupakan dimensi essensial dalam komunikasi. Seperti yang dimukakan oleh Ulbert Silalahi bahwa : &lt;br /&gt;“Dunia manajemen adalah dunia kata-kata, sebab kira-kira 78% dari waktu manajemen digunakan untuk melakukan interaksi verbal (komunikasi) dengan orang lain dan hanya 22% bekerja di meja”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi dalam organisasi atau perusahaan adalah vital untuk pencapaian sasaran perusahaan. Komunikasi sangat mempengaruhi setiap pekerjaan karyawan dalam suatu perusahaan atau keefektifan sistem komunikasi memiliki dampak yang signifikan terhadap keefektifan perusahaan keseluruhan. Dikatakan oleh Astrid S. Susanto yaitu : informasi memainkan peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab 90% aktivitas manusia dilakukan dengan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan sangat ditentukan oleh keefektifan komunikasi antara pimpinan dengan karyawan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Demi terlaksananya segala aktivitas perusahaan maka harus diterapkan keterbukaan komunikasi antara pimpinan dengan karyawan.&lt;br /&gt;Melalui sistem ini sangat membantu pimpinan untuk mengetahui kemampuan, kecakapan dan prestasi kerja karyawan akan setiap tugas yang dipercayakan kepada mereka. Seperti yang dikemukakan ole3h Miftah Thoha, bahwa : Keterbukaan banyak mempengaruhi organisasi-organisasi dan administrasi perusahaan.&amp;nbsp; Oleh karena itu peranan sistem keterbukaan komunikasi antara pimpinan dengan karyawan pada Distributor PT Panca Niaga adalah untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan untuk mencapai sasaran perusahaan tanpa adanya interaksi sosial melalui komunikasi maka semua kegiatan tidak berjalan dengan lancar. &lt;br /&gt;Dari deskripsi di atas menarik perhatian penulis untuk mengetahui peranan keterbukaan komunikasi yang diterapkan adalah untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan dan beberapa permasalahan lain menyangkut produktivitas keryawan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6941077466121914572?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/6941077466121914572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2803745749830350783&amp;postID=6941077466121914572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6941077466121914572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6941077466121914572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/keterbukaan-komunikasi-antara-pimpinan.html' title='KETERBUKAAN KOMUNIKASI ANTARA PIMPINAN DENGAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4515626009590051391</id><published>2011-05-10T15:46:00.000+07:00</published><updated>2011-05-10T15:46:00.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Komunikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Penyuluhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Model Komunikasi'/><title type='text'>PENGARUH PENDEKATAN MODEL KOMUNIKASI YANG DIGUNAKAN PENYULUH</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Seperti telah kita etahui bahw neara kita merupkan negera agraris yang sebagian besar penduduknya bermukim di daearah pedesaan. Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemeratan bagi hasul-hasilnya, pertumbuhan eonomi dan ketahanan Nasional, pemerintah menaruh perhatian yang besar terhadap pengembagan dunia pedesaan. Nampaknya hal ini wajar sebab pada dasarnya ini menyangkut jutaan rakyat yang sebagaian besar bermata pencharian sebagai petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia didominir oleh pertanian, khususnya di Pulau Jawa. Sektor pertanian inilah yang merupakan lapangan kerja dan sebagai sumber pendaptan yang utama bago masyarakat pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sektor pertanian yang merupakan timpuan pokok mata pencaharian bai sebagain besar masyarakt desa tidak mampu memberikan pendaptan yang cukup untu menopang kebutuhan hidup para petani dan keluarganya, sehingga petani mengikuti penyuluhan sebagai salah satu cara yang tepat digunakan untuk dapat meningkatkan pendapatan petani. Hal ini disebabkan karena faktor tanah dan pertambahan penduduk, serta kemajuan di bidang pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seirama dengan perkembangan zaman, jumlah manusia yang membutuhkan tanah bertambah banyak, serta tanah sebagai faktor penting bagi kehidupan manusia relatif tidak bertambah luasnya, maka sejak iniliah timbul pemasalahan yang menyangkut hubungan manusia dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dengan jumalah penduduk lebih kurang 80 % bertempat tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian pokok pertanian serta pertambahan penduduk yang relatif tinggi maka penggunaan tanah pertanian dapat menimbulkan erosi karena pemakaian yang tidak terkendali serta dapat menimbulkan berkurangnya kesuburan tanah pertanian yang disebabkan oleh penggunaan tanah secara intensif.dampak negatif lainnya dari pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi ialah menyempitkan lahan-lahan pertanian untuk pembangunan sekolahan, perumahan, perluasan kota, untuk lokasi industri dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran tersebut diatas mengakibatkan ketidakseimbangan antara jumlah penduduk / petani dengan lahan pertanian yang merupakan modal petani memperoleh pendaptan. Data berikut&amp;nbsp; menurut berbagai laporan disebutkan bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang padat penduduknya dan kesempatan kerja terutama di pedesaan sudah menjadi masalah. Dari tahun ke tahun jumlah petani yang memilih tanah pertanian yang luasnya tergolong sempit semakin besar jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian kemungkinana ada perkembangan pertanian, akan dapat dibayangkan bahwa ebagaian petani dapat memperluas dan memodernisasi usahanya, tetapi akibat sejumlah petani kecil kehilangan pekerjaan bahkan lahannya tanpa ada alternative lain untuk mendapatkan pekerjaan lain.&lt;br /&gt;Pembangunan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatkan petani tampaknya sudah berhasil tercermin dari meningkatkanya pendapatkan petani dan kesempatan kerja. Namun demikian , pembangunan pertanian tidak selalu mendapatkan hasil yang baik, pada segi lain pembaungan justru menimbulkan stratifikasi masyarakt yang semakin tajam sehingga terjadi kesejangan antara si kaya dan si miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya langkah yang ditempuih untuk mengurangi ketidakseimbangan antara jumlah petani dengan lahan pertanian biasaya dilakukan dengan inovasi di bidang pertanian sebagai upaya untuk meningakatkan produksi. Usaha pemerintah terutama di Indonesia untuk mendorong penyebaran informasi suatu inovasi telah banyak dilakukan dengan tekanan utama pada masyarakat pedesaan mengingat sebagaian besar penduduknya bertempat tinggal di pedesaan dari satu pihak, di lain pihak keterlibatan mereka dalam penerimaan ide dan pembaharuan belum memadai. Atas dasar kenyataan tersebut masyarakat pedesaan diharapkan dapat berperan aktif dalam proses pembangaunan dan peningkatan sikap moderen mengikuti perkembagan zaman yang semakin komplek, khususnya bidang pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun faktor yang sering menghambat pembaharuan di pedesaan yaitu cirri keterbelakangan social yang ada di masyarakt pedesaan, hal ini timbul karena sifat masyarakat pedesaan. Hal ini timbul kaena sifat masyarakat yang masih tradisional, yang menghambat mereka kaena terikat nilai- nilai asli dan masih ingin tetap memliharan tradisi yang tidak sesuai, dan yang menyebabkan terhambatnya usaha-usaha pembaharuan didalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu msih ada faktor lain sebagai penghambat usaha pembaharuan yankni rendahnya tingkat pendidikan/ pengetahuan para petani pedesaan. Keadaan yang demikian ini akhirnya akan menghambat tujuan pembangunan pertanian yakni meninkgatakan pendapatan petani, karena pada dasarnya moderisasi pertanian serahkan untu mendorong para petani agar mau dan mampu menjalanakan usaha tani secara lebih efisien agara hsilnya lebih menguntungkan . perbedaan latar belakang yang bermula pada pendidikan tersebut yaitu antara petani berpendidikan rendah dan inovator yang berpendidikan tinggi hal ini akan menganggu kelancran ide-ide pembaharuan di bidang pertanian akan berpengaruh atau tidaknya mengenai sasran. Akibatanya ialah petani sering mempunyai sikap yang kolot menolak semua ide baru dan harus dengan sedikit paksaan.&lt;br /&gt;Pertanian sebagai titik sentral dalam pembaruan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai jika petaninya tidak maju. Usaha peningkatan produksi pertanian harus didasari oleh adanya mempengaruhi petani. ( U. Samsudin, 1987:100. kesulitan umum yang sering muncul dihadapi para inovator dalam merubah perilaku masyarakat khusunya dalam bidang pertanian adalah segala kegiatan penyuluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu dalam menjalanakan fungsi penyuluhan pertaniaan bisa menempuh dengan jalan atau jalur pendidikan, disini tidak pendidikan yang bersifat formnal, melainkan mencakup ketiga-tiganya yaitu pendidikan formal, informal dan non formal. Dengan demikian setidak-tidaknya pendidikan atau pengetahuan yang diperoleh petani dapt ditujukan pada peningkatan produksi pertanian. Dengan kata lain pendidikan atau pengetahuan yang dimiliki petani cukup memadai. Maka daya serap terhadap ide-ide pembaharuan di bidang pertanian makin tinggi pula sehingga dapat meningkatakan pendapatan, ada akhirnya menjangkau sektor pertanian yang lebih produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pendidikan atau pengetahuan itu dalah bimbingan secara sadar oleh sipendidik terhdap pengembangan jasmani yang utama. Jadi pendidikan atau pemberian pengetahuan terhadap unsure-unsur yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Usaha kegitan , usaha kegiatan itu bersifat bimbingan &lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ada pendidikan atau penolong&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ada si terdidik&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bimbingan itu mempunyai dasar dan tujuan&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ada sarana atau alat yang dipergunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada hakekatnya penyuluhan petanian dalam arti pendidikan itu tidak berlangsung selama manusioa itu masih hidup. Apabila pra penyuluh pertanian itu mampu menjalankan fungsinya yaitu dengan berbagai model komunikasi yang digunakannya dan masyarakat bersedia mau menerima apa yang disamapaikan, maka penyuluh itu dapatlah dikatakan berperan dalam menyampaiakan pendidikan atau pengetahuannya. Untuk itu segala pesan dan informasi perlu dibahas atau didiskusikan agar masyarakat ( petani) dapat mengetian dengan mudah, jelas dan benar. Sehingga dengan demikian masyarakt dapat menerimanya dalam usahanya meningkatakan pengetahuannya. Karena dengan adanya tatap muka secara efektif, dalam hal ini usaha untuk emningaktakan pengerahuan petunia melalui penyuluh pertanian dengan menggunkan model komunikasi yang digunakamnya, mka secara tidak langsung akan dapat meningkatakan hasil pertaniaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4515626009590051391?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/4515626009590051391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2803745749830350783&amp;postID=4515626009590051391' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4515626009590051391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4515626009590051391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/pengaruh-pendekatan-model-komunikasi.html' title='PENGARUH PENDEKATAN MODEL KOMUNIKASI YANG DIGUNAKAN PENYULUH'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-7584105772003248647</id><published>2011-05-10T15:45:00.000+07:00</published><updated>2011-05-10T15:45:00.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Tanggapan Pasien'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Judul Skripsi Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Pelayanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Petugas Medis'/><title type='text'>TANGGAPAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PETUGAS MEDIS DI PUSKESMAS KEJAJAR</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Latar Belakang Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dewasa ini sebagaian besar negara-negara yang sedang berkembang umumnya dapat digolongkan ke dalam kelompok-kelompok negara-negara yang terlalu padat penduduknya. Negara ini umumnya terletak dikawasan Asia seperti India, Pakistan, dan Indonesia. Letusan jumlah penduduk ini biasanya tidak diimbangi oleh pertambahan produksi pangan yang memadai sehingga menimbulkan pengaruh terhadap kesehatan yang terutama meningkatnya angka kematian bayi dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih dari tiga dasawarsa, Indonesia telah melaksanakan berbagai upaya dalam rngka meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Departemen Kesehatan telah menyelenggarakan serangkaian reformasi di bidang kesehatan guna meningkatkan pelayanan kesehatan dan menjadikannya lebih efisien, efektif serta terjangkau oleh masyarakat. Berbagai model pembiayaan kesehatan, sejumlah program intervensi teknis bidang kesehatan, serta perbaikan organisasi dan manajemen telah diperkenalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah-masalah yang ada, desentralisasi bidang kesehatan sebagi salah satu strategi yang dianggap tepat saat ini, telah ditetapkan untuk dilaksanakan, seperti misalnya adalah Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 574/Menkes/SK/IV/2000 tentang Kebijakan Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 574/Menkes/SK/IV/2000 tentang Kebijakan Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010 ditetapkan Visi dan Misi serta Strategi baru Pembangunan Kesehatan. Visi baru, yaitu Indonesia Sehat 2010, akan dicapai melalui berbagai program pembangunan kesehatan pembangunan yang telah tercantum dalam Undang-Undang No. 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mempertegas rumusan Visi Indonesia sehat 2010 tersebut, telah ditetapkan indikator-indikator yang secara lebih terperinci. Di samping itu, telah ditetapkan pula target yang ingin dicapai tahun 2010, untuk setiap indikator tersebut. Indikator-indikator yang telah ditetapkan itu digolongkan ke dalam : (1) Indikator Derajat Kesehatan sebagai hasil akhir, (2) Indikator Hasil Antara, yang terdiri atas keadaan lingkungan, perilaku hidup, akses dan mutu pelayanan kesehatan, serta (3) Indikator Proses dan masukan, yang terdiri atas pelayanan kesehatan, sumber daya kesehatan, manajemen kesehatan, dan kontribusi sektor terkait (Depkes RI, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, walau sudah dicapai banyak kemajuan, tetapi bila dibandingkan dengan negara tetangga, keadaan kesehatan masyarakat di Indonesia masih tertinggal. Angka kematian bayi misalnya, Indonesia berada di urutan atas diantara negara-negara anggota SEAMIC (South East Asian of Medical Information Center). Sebagian besar masyarakat Indonesia, baik yang di pedesaan maupun perkotaan, masih sulit mendapatkan pelayanan kesehatan walau dalam skala minimal. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, yaitu selain faktor teknis, juga faktor-faktor geografis, ekonomi, dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari masih tingginya angka kematian dan kesakitan pada anak, derajat kesehatan anak di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Menurut Menteri Kesehatan Achmad Sujudi, angka kematian bayi dalam kurun waktu tiga tahun (1998-2001) cenderung meningkat dari 49 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 51 per 1.000 kelahiran hidup. Angka tersebut merupakan angka nasional, sehingga jika dibandingkan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain bisa berbeda-beda. Misalnya, di Papua bisa lebih tinggi dibanding di Yogyakarta dan kelompok masyarakat yang secara ekonomi lebih mapan akan lebih kecil angkanya kematian bayi yang terjadi dibandingkan dengan yang kurang mapan (Siswono, 2003 : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya pelayanan kesehatan sebagai indikator dalam mewujudkan Indonesia Sehat 2010 tersebut menunjukkan bahwa pelayanan memegang peranan yang cukup penting bagi peningkatan kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang pergi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tetapi hanya sedikit orang yang senang melakukannya. Dan hampir setiap orang mempunyai keluhan yang menakutkan tentang kunjungannya ke berbagai petugas kesehatan. Keluhan dan ketidakpuasan tersebut tergantung pada keadaan rumah sakit/puskesmas/tempat praktek dokter, jenis tenaga kesehatan (dokter, perawat, apoteker, psikolog dan seterusnya), dan struktur sistem perawatan kesehatan (biaya-biaya, sistem asuransi, tingkat kepadatan di tempat praktek, kemampuan dan prasarana pusat kesehatan dan seterusnya) (Sugiarto, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenaya tanggapan masyarakat terhadap pelayanan petugas medis yang memiliki alasan yang kuat untuk mendapat perhatian. Tanggapan masyarakat yang positif terutama diharapkan terjadi pada pelayanan di puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah kepada masyarakat. Selain itu dengan perannya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, puskesmas melayani masyarakat dalam populasi yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan rumah sakit atau dokter praktek.&lt;br /&gt;Berdasarkan pada latar belakang seperti diuraikan di atas, penulis terdorong untuk meneliti lebih jauh tentang tanggapan pasien terhadap pelayanan petugas medis di Puskesmas Kejajar I kabupaten Wonosobo, sehingga dengan penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran dan menambah referensi tentang tanggapan pasien terhadap pelayanan petugas medis di Puskesmas Kejajar I kabupaten Wonosobo.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-7584105772003248647?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/7584105772003248647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2803745749830350783&amp;postID=7584105772003248647' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7584105772003248647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7584105772003248647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/tanggapan-pasien-terhadap-pelayanan.html' title='TANGGAPAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PETUGAS MEDIS DI PUSKESMAS KEJAJAR'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4595496397289531570</id><published>2011-05-10T15:42:00.000+07:00</published><updated>2011-05-10T15:42:00.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Pembangunan Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Koperasi'/><title type='text'>TANGGAPAN ANGKOTA KOPERASI UNIT DESA (KUD) MEKAR</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Latar Belakang Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dengan kemajuan yang ada di bidang teknologi informasi dan berhasilnya berbagai program pembangunan di bidang ekonomi, pendidikan, sarana dan prasarana, maka keadaan pedesaan saat ini sudah mengalami benyak perubahan, sekolah-sekolah didirikan, jalan-jalan diadakn dan diperbaiki, komunikasi semakin lancar dan sebagainya. Pedesaan mulai tergugah dari keterpencilannya dan isolemennya, desa mulai menampakkan dinamisasi bergerak meninggalkan identitasnya yang asli. Sayang dalam proses itu berjalan tidak tanpa derita, sebab ternyata pihak yang lemah sebagai akibat proses yang lebih mementingkan persaingan dan keunggulan, mereka bukan semakin baik kehidupannya melainkan justru diexploitasi oleh pihak yang lebih kuat, sehingga keadaannya justru semakin menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti jurang perbedaan kehidupan yang cukup menyolok bukan hanya antara kota dan desa, hal yang sama juga sudah terjadi di pedesaan. Keadaan seperti ini dapat membawa akibat yang cukup berbahaya, mereka yang merasa tersisih dan tanpa harapan di pedesaan akan mencoba mencari kehidupan ke kota atau mengadakan urbanisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak terjadinya urbanisasi tersebut, bagi perkotaan adalah semakin banyak permasalahan karena semakin banyaknya pendatang-pendatang baru. Sebagian dari kelompok urbanisasi tidak memperoleh apa yang diidam-idamkan, sehingga dapat mengarah pada ekses-ekses yang kurang baik. Mereka yang mengalami kegagalan segan atau malu pulang kembali ke desa, mereka lebih senang tinggal tetap di kota walaupun kondisinya buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pedesaan timbul dilema tersendiri. Biasanya yang mau melakukan urbanisasi adalah mereka yang mempunyai keberanian dan daya pikir yang relatif lebih baik, pedesaan semakin kekurangan tenaga-tenaga yang sangat dibutuhkan, sehingga produksi pedesaan semakin berkurang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemikiran hal tersebut maka, pemerintah Indonesia telah dan masih terus melaksanakan usaha untuk membangun masyarakat desa. Malah bisa dikatakan bahwa masyarakat desa telah diserbu dari berbagai jurusan oleh petugas-petugas program pembangunan, tidak hanya dari lembaga-lembaga pemerintah juga oleh lembaga-lemabaga non-pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri pedesaan yang saat ini masih hidup atau mungkin sudah mengalami kesulitan untuk melakukan operasionalnya, jika memenuhi kriteria atau syarat tertentu, dapat dikembangkan, kalau perlu diberi bimbingan teknis, peralatan, dan bantuan permodalan agar usaha tersebut dapat berkembang. Kalau ada pengusaha yang hendak mendirikan industri baru di pedesaan, sebelum di beri ijin pendiriannya, perlu diteliti lebih dulu apakah industri tersebut memakai teknologi yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menaikkan produksi dan produktivitas pertanian, aktifnya industri pedesaan belumlah otomatis menjamin kenaikan standard hidup masyarakat pedesaan. Perlu diikuti dengan usaha menyediakan atau memperluas pemasaran dengan jaminan harga yang memadai. kalau tidak, masyarakat desa akan tetap terjerumus ke dalam genggaman atau cengkraman lintah darat, tengkulak dengan segala konsekuensinya. Koperasi Unit Desa (KUD) memegang peranan penting dalam bidang ini.&amp;nbsp; Koperasi Unit Desa (KUD) menampung hasil atau produksi rakyat dengan tingkat harga yang sesuai dan menyediakan atau menjual barang-barang kebutuhan mereka dengan harga umum. Idealnya stiap Koperasi Unit Desa (KUD) membuka toko di pedesaan yang berfungsi membeli dan menjual barang dari dan untuk rakyat dengan harga yang menguntungkan masyarakat. Dalam rangka peningkatan usaha di atas diakui membutuhkan modal yang cukup besar yang sering tidak dipunyai masyarakat. Supaya mereka tidak terjerumus ke dalam genggaman lintah darat, pemerintah melalui lembaga-lembaga resmi yang sudah ada dapat menyalurkan kredit dan memberikan bimbingan kepada kelompok masyarakat untuk mengembangkan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara berkembang koperasi dirasa perlu dihadirkan dalam kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kesadaran antara kesamaan dan kemuliaan tujuan negara dan gerakan koperasi dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat ditonjolkan di negara berkembang, baik oleh pemerintah kolonial maupun pemerintahan bangsa sendiri setelah kemerdekaan, berbagai peraturan perundangan yang mengatur koperasi dilahirkan dengan maksud mempercepat pengenalan koperasi dan memberikan arah bagi pengembangan koperasi serta dukungan/perlindungan yang diperlukan (Soetrisno, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman di tanah air kita lebih unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami di jaman penjajahan, kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan koperasi. Paling tidak dengan dasar yang kuat tersebut sejarah perkembangan koperasi di Indonesia telah mencatat tiga pola pengembangan koperasi. Secara khusus pemerintah memerankan fungsi “regulatory” dan “development” secara sekaligus (Shankar dalam Soetrisno, 2003). Ciri utama perkembangan koperasi di Indonesia adalah dengan pola penitipan kepada program yaitu : (i) Program pembangunan secara sektoral; (ii) Lembaga-lembaga pemerintah; dan (iii) Perusahaan baik milik negara maupun swasta. Sebagai akibatnya prakarsa masyarakat luas kurang berkembang dan kalau ada tidak diberikan tempat semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini “koperasi” di¬kem¬bangkan dengan dukungan pemerintah dengan basis sektor-sektor primer yang memberikan lapangan kerja&amp;nbsp; terbesar ba¬gi penduduk Indonesia. KUD&amp;nbsp; sebagai koperasi program&amp;nbsp; yang didukung dengan program pem¬bangunan&amp;nbsp; untuk membangun KUD. Di sisi lain pemerintah memanfaatkan KUD untuk mendukung program pembangunan seperti yang se¬lama PJP I, menjadi ciri yang menonjol dalam politik&amp;nbsp; pem¬bangunan koperasi. Bahkan koperasi secara eksplisit ditugasi melanjutkan program yang kurang berhasil ditangani langsung oleh pemerintah, seperti penyaluran kredit BIMAS menjadi KUT, pola pengadaan bea pemerintah, TRI dan lain-lain sampai pada penciptaan monopoli baru. &lt;br /&gt;Diakui juga bahwa usaha yang diadakan telah membawa hasil, namun sayang hasil itu di samping yang positif banyak juga sifat-sifat negatif ditambah prosesnya yang relatif lamban, sehingga tidak atau kurang dapat mengimbangi tuntutan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin prakarsa atau rencana petugas yang diajukan ke atas betul betul dapat menaikkan standar hidup rakyat desa yang bersangkutan, rakyat mau diminta atau disuruh untuk mengerjakannya, namun pelaksanaannya kesinambungan usaha pembangunan tersebut masih diragukan. Biasanya sesudah petugas ditarik atau ditugaskan ke daerah lain masyarakat pedesaan yang berangkutan akan meninggalkan usaha-usaha yang dianjurkan dan kembali pada cara-cara lama yang sudah membudaya dalam diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorongan atau penyebab untuk kembali ke cara-cara lama dapat karena mereka melihat kesukaran atau kerugian yang diderita dari usaha baru atau cara-cara baru tersebut. Dapat juga karena masyarat desa merasa tidak terikat dan mempunyai kepentingan langsung atau tidak dengan proyek tersebut.&lt;br /&gt;Kegagalan terjadi karena masyarakat tidak menemui kegagalan. Kegagalan terjadi karena masyarakat tidak merasa program itu bukan milik masyarakat sehingga masyarakat tidak mau atau kurang serius melaksanakan proses kelanjutannya. Hal lain yang mungkin timbul adalah masyarakat itu sendiri bertindak sebagai penghalang atau perusak sebab merasa program yang ada akan tidak berguna atau mengganggu kepentingan pribadinya. Taraf terparah yang dapat terjadi adalah kemungkinan timbulnya ketidakpuasan dalam masyarakat yang dapat mengarah keresahan, kerasan dalam masyarakat dapat menimbulkan kestabilan sosial. Padahal salah satu prasyarat supaya pembangunan dapat berjalan dengan lancar adalah adanya atau terciptanya kestabilan sosial dalam masyarakat (Siagian, 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya tanggapan masyarakat desa terhadap program dan bimbingan yang akan dilakukan oleh pihak pemerintah harus mendapat perhatian. Jika dalam diri rakyat masyarat desa timbul rasa kebanggaan dan keterlibatan dalam usaha pembangunan yang ada, dengan demikian rasa keresahan dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat dapat dihilangkan, paling tidak dikurangi, sehingga stabilitas sebagai prasyarat pembangunan dapat diciptakan. Dapat terjadi terjadi situasi dan kemampuan desa nampaknya tidak mungkin memikirkan nasipnya, namun perlu disadari bahwa sebagai manusia wajar yang mempunyai harga diri, siapapun tidak mau atau tidak senang diperlakukan atau dianggap tidak mampu, sikap atau kebiasaan apriori memandang orang lain terutama orang desa sebagai bodoh atau tidak mampu perlu dibuang jauh-jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pada latar belakang seperti diuraikan di atas, penulis terdorong untuk meneliti lebih jauh tentang tanggapan anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Mekar kecamatan Kalikajar terhadap program dan bimbingan Dinas Perindagkop kabupaten Wonosobo, sehingga dengan penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran dan menambah referensi tentang tanggapan masyarakat desa terutama anggota Koperasi Unit Desa (KUD) terhadap program dan bimbingan Dinas Perindagkop.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4595496397289531570?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/4595496397289531570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2803745749830350783&amp;postID=4595496397289531570' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4595496397289531570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4595496397289531570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/tanggapan-angkota-koperasi-unit-desa.html' title='TANGGAPAN ANGKOTA KOPERASI UNIT DESA (KUD) MEKAR'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-1349005714075642416</id><published>2011-05-09T15:41:00.000+07:00</published><updated>2011-05-09T15:41:00.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi Antar Personal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion Leader'/><title type='text'>PERANAN OPINION LEADER DAN KOMUNIKASI ANTAR PESONAL</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Diakhir decade 90-an ini , pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan dan memantapkan pembangunan disegala bidang. Salah satu bidang yang mendapt perhatian cukup besar dari pemerintah adalah sektor pertanian. Daerah pedesaaan merupakan sentral pembagunan pertanian. Kebutuhan untuk menigkatkan produksi pangan bagi kepentingan penduduk, merupakan salah satu aspek penting dalam pembaunana pertanian di daerah pedesaan. Merubag strategi pembagnuanan pertanian dan adanya inovasi-inovasi baru merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah. Dimana komunikasi mmemegang peran penting. Hal ini karena komunikasi memainkan peranan yagn besar dalam mengetrapkan semua strategi yang dapat memnihi tuntutan pembangunan pertanian tersebut. Dalam hal ini pengadaan sistem komunikasi massa yang kuat, seperti surat kabar desa, siaran-siaran pedesaan melalui radio dan sebgainya, merupakan kunci keberhasilan dari strategi –strategi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi massa merupakan jenis komunikasi yang ditujuakan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonym melalui media cetak atau elektronik, sehingga pesan yang sama dapat diterima serentak dan sesaat. Sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Jalaludin Rakhmad mengtenai sifat dari komunikasi massa yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bersifat tidak langsung ( dengan menggunakan media.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bersifat satu arah , artinya tidak ada interaksi antara peserta –peserta komunikasi ( para komunikan).&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bersifat terbuka, artinya ditujukan kepda public yang tidak terbatas dan anonym.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mempunyai public yang secara geografis tersebar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses komunikasi massa dengan menggunakan media komunikasi tersbut diatas, diharapkan mampu menjangkau khalayak yang luas didaerah pedesaan. Pesanpesan yang disampaikan ditujukan untuk semua orang yang terjangkau oleh peristiwa komunikasi tersebut. Siapa saja yang dapat menagkap pesan tersebut, dapat menafsirkannya dan menggunakannya utnuk kepentingan masing-masing. Dalam komunikasi massa, khalayak yang menjadi penerima pesan ini adalah merka yang menjadi khalayak dari media massa yang bersangkutan. Sehingga khlayak komunikasi massa bersifat luas, heterogen dan anonym. Masyarkat desa merupakan suatu sistem diman anggota sisitem tersebut msih memegang kuat norma-norma atau tradisi-tradisi yang berlaku. Seringkali tradisi-tradisi yang ada justru menghambat proses difusi. Sehingga dmasyarakat pedesaan proses komunkiasi massa dianggap kurang efektif untuk merubah tingkah laku komunikasi, karena pesan yang diampaikan secara public dan umumnya diterima oleh masyarakat secara relative serempak dan hanya sesaat. Sehingga hanya sampai pada tahap pengetahuan komunikan saja, yaitu tahap dimana seseorang sadar ( tahu) bahwa ada sesuatu inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping proses komunikasi massa tidak bisa menjangkau khalayak yang spesifik, artinya tidak semua masyarakt yang mempunyai status sosial dan tingkat pendidikan yang berbeda, mempunyai tingkat media exposure ( tingkat pengenalan media) yang tinggi. Diamsyarakt pedesaan , padaumumnya akses massa atau dengan kata lain tingkat media exposurenya masih sangat rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor tersebut sehingga kesadran masyarakat pedesaan akanm pentingnya informasi masih rendah , selain mereka lebih mengutmakan kebutuhan pokoknya ( kebutuhan primer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat beberapa kondisi diatas, pemerintah memandang Penyuluh Pertanian Lapangan memgang peranan penting yaitu sebagai penghubung antara dinas pertanian san masyarakat tani. Pentuluh adalah agen pembaharu atau orang-orang yang menyebarserapakn inovasi ke tengah-tengah masyarakat. Pentuluh mengemban fungsi sebagai mmotivator,yatiu orang yang memebangkitkan motivasi masyarakatnya untuk berprosuktivitas dan sebagai fasislitator yang memantau anggota masyarakat dalam melaksanakan inovasi-inovasi tersebut. Namun kalau diperhatikan ada beberapa aktivaitas penyuluhan oleh penyuluh ( agen pembaharu) yang relative berhasil memeperkenalkan inovasi sedangkan beberapa yana lainnya kurang berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat Everett M. Rogers dan F. Flod Shoemaker, ada beberapa faktor yang menunjang keberhasilan seorang penyuluh ( agen pembaharu), antara lain:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gencarnya usaha promosi.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lebih berorientasi pada khalayak.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kredibilitas penyuluh dimata khalayak&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kerjasama dengan tokoh masyarakat ( opinion leader) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opinion&amp;nbsp; Leader merupkan orang-orang yang mempunyai kemapuan untuk mempengaruhi orang lain, yaitu kemapuan untuk mempengaruhi sikap atau perilaku sesorang secara informas; me;lalui hubungan social yang dibina. Opinion leader sebagai sumber informasi pada umunya adalah pengenal awal dari ide baru. Menurut Eduard Depari dan Collin MacAndrews, ada beberpa karakteristik dari opinion leader yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lebih tinggi pendidikan formalnya daripada masyarakat.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lebih tinggi status social serta ekonominya.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lebih innovative dalam menerima atau mengadopsi ide baru.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lebih tinggi pengenalan medianya ( media exposure).&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemampuan empati mereka lebih besar.&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Partisipasi social mereka lebih esar.&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lebih Kosmopolit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Opinoin Leader lebih mudah menyesuaikan diri dengan masyarakat , lebih kompeten serta lebih tahu memlihara norma yang berlaku. Kemampuan Opinion leader memelihara norma yang berlaku dalam masyarakat terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;“ seseorang yang memiliki starus sosail lebih tinggi ( pemuka pendapat) akan senantiasas memlihara nilai- nilai syarat minimal dalam mempertahanya sattusnya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat pedesaan pada umumnya diwarnai dengan hal –hal bersifat tradisonal. Sehingga tingkat perubahan dikalangan masyarakat didaerah pedesaan berjalan sangat lembat , karenanya seorang Opinion leader serinkgali berorientasi keluar sistem sosialnya,, karena hanya sedikit sekali ide-ide pembaharuan yang masuk desa berasal dari sumber informasi luar desa. Apabila sumber informasi dari luar desas dianggap kurang penting bagai masyaraktnya, maka komopolit. Seseorang Opinion leader tidak menyimpan pengetahuan dan keahlian untuk dirinya sendiri, melainkan berusaha untuk menebarkna kepada komunikanya.( masyarakt). Mereka menjadi tempat bertanya dan meminta nasehat bagi komunikanmnya . melalui kegiatan-kegiatan social dalam pertemuan –pertemuan, diskusi-diskusi dan komunikasi tatap muka lainya. Gagasan –gagasan baru itu dikomunikasikan. Dengan beberapa alasan tersebut diatas, Para Opinion leader memainkan peranan penting dalam proses penyebaran inovasi dan dapat mmeeprcepat proses difusi inovasi pertanian guna meningkatkan produktivitas pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah Istimewa Yogyakarta , khususnya di Kulon Progo dimana mayoritas pendapatan masyarakatnya adalah si sektor pertanian, peran seorang Opinion leader masih perlu ditingkatkankarena sedikitnya informasiinformasi yang diperoleh komunikan ( petani) akan cara-cara utuk meningkatakan produktivitas pertanian yang baik agar mendapatkan hasil yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemmelitian , usaha pertnian di Desa Kembagn Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo diambil sebagai suatu karena desa ini diasumsikan dapat mewakili desa-desa agraris lain di daerah istimewa Yogyakarta, dengan melihat kondisi yang ada yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Komunikan tidak begtu saja mau menerima cara-acara atau metode-metode baru dalam usaha peningaktan prosuktivitas pertanian yang disampaikan kepada mereka.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ada sebagain komunikan yang mencari informasi hanya untuk menambah pengetahuan saja, diman mereka tidak melaksanakan pesan yang disampaiakn.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dalam suatu aktivitas penyuluhan , haya sebagian kecil saja dari komunikan yang ikut&amp;nbsp; kegiatan penyuluhan dan bersikap aktif dalam arti bahwa komunikan tersebut dalam mengikuti kegiatan penyuluhan selain bertujuan untuk menambah pengetahuan juga menerapkan cara-cara untuk metode-metod yang telah disampaikan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu dengna melalui Opiinon leader dan komunikasi antarapesoan diharapakan tanggapan positif dari komunikan itu sendiri untuk melaksanakn cara-cara atau metode-metode baru tersebut&amp;nbsp; secara lebih sempurna. Komunikasi antarpesona disini merupakan aktivitas komunikasi antara kemunikan dimana kedudukan dan starus merka sama dalam sistem tersebut. Melalui komunikasi antarpesona itu suatu inovasi pertanian disebarakan kepada komunikan / petani sebagai anggota sistem.&lt;br /&gt;Dimasyarakat pedesaan peran seorang tokoh masyarakat dan komuniksi antara pesoan itu lebh dominan.&amp;nbsp; Dalam hal ini Riyono Pratikno mengatakan seabagai berikut:&lt;br /&gt;“ Sistem klomunikasi yang sesuai dengan masyarakt desa adalah sistem komunikasi interpersonal ( komunikasi antara pribadi ) sistem ini sangat tepat dipergunakan dimasyarakat desa karena masyarakt desa masih kurang pengaruhnya dari dunia luar” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didaerah pedesaan, interaksi sosail anggota masyaraktnya masih kuat sehingga memungkinkan mereka saling tukar informasi secara tatap muka . kelebihan komunikasi antarpesona lainnya dijelaskan oleh Rogers yaitu:&lt;br /&gt;“ Hasil peneltiian membuktikan bahwa kounikasi massa / media hanya berperan secara aktif dalam merubah pendapat misalnya menambah pengertahuan sedangkan komunikasi antara pribadi umunya lebih efektif dalam merubah sikap. Pesan-pesan melalui mass media kurang kuat dalam merubah sikap kecuali kalau pesan-pesan tersebut justru memprkuat melai-nilai dan kepercayaanya si audience”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan pengertian bahwa komunikasi antarpribadi. Komunikasi antarpesoan ini berorientasi pada perilaku maka komunkkasi tersebut lebih menekankan pada roses penyamapaian informasi dari satu orang kepada orang lain dengna maskdu agar orang lain mengerti dan merubah sikap dan tingkah lakunya sesusai dengan yang dikehendakinya oleh komunikator.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dari uraian latar belkang tersebut diatas maka penyusun berusaha untuk meneliti seberapa besar pernan Opinion leader dan komunikasi antarpesona dalan usaha meningkatkan produktivitas padi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-1349005714075642416?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/1349005714075642416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2803745749830350783&amp;postID=1349005714075642416' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1349005714075642416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1349005714075642416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/peranan-opinion-leader-dan-komunikasi.html' title='PERANAN OPINION LEADER DAN KOMUNIKASI ANTAR PESONAL'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6777881105455744640</id><published>2011-05-09T15:40:00.000+07:00</published><updated>2011-05-09T15:40:00.611+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semiotika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poster Sumanto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makna'/><title type='text'>MAKNA PESAN YANG TERKANDUNG DALAM POSTER SUMANTO KARYA ONG HARY WAHYU</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;ABSTRAKSI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjelang pesta demokrasi Pemilu 2004, banyak terdapat poster-poster yang mengingatkan kepada masyarakat untuk anti kekerasan politik dan gerakan waspada neo Orde Baru (Orba). Salah satu poster yang ada menjelang Pemilu 2004 adalah poster yang bergambar capres Sumanto. Poster Sumanto hadir pada saat bangsa Indonesia berada pada kondisi krisis kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui makna dari poster Sumanto sebagai Capres, (2) Mengetahui tujuan dari Ong Hari Wahyu dalam membuat poster Sumanto sebagai Capres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek kajian dalam ini adalah poster bergambar Sumanto sebagai Capres karya Ong Hari Wahyu yang dibuat tahun 2003.&amp;nbsp; Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah merupakan data primer yaitu poster&amp;nbsp; bergambar Sumanto sebagai Capres karya Ong Hari Wahyu dan data sekunder yaitu berbagai jenis data yang diperoleh melalui studi pustaka, seperti buku-buku, jurnal ilmiah, pemberitaan dari surat kabar, maupun dari internet. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah: (1) Makna Poster Sumanto karya Ong Harry Wahyu pada dasarnya adalah&amp;nbsp; merupakan alat representasi, fiksasi, dan realisasi kondisi sosial politik masyarakat menjelang pemilu 2004 yaitu sebuah masyarakat yang mengalami krisis kepemimpinan. Selain menggambarkan kondisi krisis kepemimpinan Poster Ong Harry Wahyu juga mempunyai makna akan harapan masyarakat terhadap kepemimpinan baru. (2) Tujuan Ong Harry Wahyu dalam membuat poster Sumanto sebagai Capres adalah untuk memperesentasikan kondisi krisis kepemimpinan dan melakukan kritik terhadap kenyataan melalui bahasa simbol serta mengimplikasikan (kemungkinan adanya) kenyataan yang sesuai dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Poster Sumanto, Makna, Semiotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;1.1. Latar Belakang Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Saat menjelang pesta demokrasi Pemilu 2004, banyak terdapat poster-poster yang mengingatkan kepada masyarakat untuk anti kekerasan politik dan gerakan waspada neo Orde Baru (Orba) dalam Pemilu 2004. Salah satu poster yang ada menjelang Pemilu 2004 adalah poster yang bergambar Capres Sumanto, seorang terpidana dalam kasus pemakan mayat di Purbalingga. Potret sosok Sumanto yang berpeci serta mengenakan jas dan berdasi itu diusung sebagai calon presiden dari Partai Republik Tulang Belulang (PRTB). Wajah Sumanto yang tampak tersenyum dalam poster itu menarik, karena di bawah poster itu tertera tulisan ''Bersatu Padu Memilih yang Keliru''(www.geocities.com diakses 14 Juni 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Pemilu tahun 2004 bangsa Indonesia berada pada krisis kepemimpinan. Pemilu tahun 2004&amp;nbsp; yang menjadi harapan terhadap penyelesaian krisis ekonomi, krisis sosial dan budaya tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak pemerintah Presiden Suharto berakhir, terbitlah harapan untuk melakukan perbaikan birokrasi pemerintah. Setelah diamati dalam perjalanannya, perbaikan itu berjalan ditempat. Dua tahun pemerintahan Presiden Habibie yang dianggap tidak ligitimate, belum sempat melakukan perbaikan yang berarti. Selama pemerintah Presiden Abdurahman Wahid yang dipilih secara demokratis oleh wakil rakyat, perbaikan itu juga belum bisa dikatakan memberikan tempat bagi birokrasi pemerintah untuk menciptakan sistem yang mantap. Selama satu tahun di bawah Presiden Gus Dur tidak ada kemajuan yang berarti, bahkan menciptakan kondisi birokrasi pemerintah yang semakin mengkhawatirkan. Demikian pula semenjak Presiden Megawati mengambil alih kepemimpinan Presiden sebelumnya Gus Dur, perbaikan atau reformasi birokrasi tidak ada gejala perbaikan. Kelembagaan birokrasi pemerintah semakin transparan dalam melakukan korupsi dan akuntabilitas publik menjadi pertanyaan besar untuk saat itu (Teten, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya kandidat Presiden menjelang Pemilu 2004 saat itu masih didominasi orang-orang lama. Pada saat tersebut, Poster Sumanto digunakan oleh elemen-elemen mahasiswa dan Ormas untuk menolak pelaksanaan Pemilu 2004. Elemen-elemen mahasiswa dan Ormas bersatu menggelar aksi unjuk rasa meneyerukan penolakan Pemilu. Selain berorasi, beberapa pengunjuk rasa juga mengusung, terpidana dalam kasus makan mayat di Purbalingga. Menyorot kondisi perpolitikan di Tanah Air para pengunjuk rasa tersebut mengemukakan bahwa perkembangan perpolitikan saat itu tidak berjalan baik. Mekanisme demokrasi yang dikembangkan belum beranjak ke arah pendidikan politik yang mendasar, sebab rekayasa sebagai implementasi kepentingan kelompok tertentu, masih membingkai pembinaan politik. Sehingga kondisi perpolitikan penuh dengan kekeliruan dalam memilih pemimpin, serta korupsi makin merajalela di Tanah Air (http://www.kompas.com diakses 23 Juli 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poster Capres Sumanto (kanibal dari Purbalingga) sekaligus gambar tulang sebagai simbol partainya diibaratkan sebagai calon presiden (Capres) dan calon anggota legislatif (Caleg) neo Orba seperti Sumanto, sehingga sangat layak untuk tidak dipilih. Manusia pemakan mayat (kanibal), dengan alasan memuliakan roh mayat tersebut dan demi kesempurnaan ilmu yang sedang ia jalani. Korban pertamanya adalah seorang begal yang ingin merampas uangnya, dari pengalaman pertama yang mengerikan ini, hingga bertahun-tahun berikutnya Sumanto pun memakan mayat-mayat yang lain (http://www.kompas.com diakses 23 Juli 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poster Sumanto karya Ong Hary Wahyu adalah sebuah bentuk komunikasi yang muncul menjelang pemilihan Capres. Dalam hal ini pembuat poster tidak menggunakan media massa lain dalam penyampaian pesan seperti surat kabar, film, radio, dan televisi tetapi melalui poster-poster yang tersebar terhadap kalayak masyarakat. Pelukis poster, tidak lagi sekedar bergulat dengan tulisan, grafis dan menghasilkan karya-karya yang bersifat ikonik, melainkan melalui pemilihan obyek Sumanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tinjauan obyek yang diambil, periode munculnya poster, penggunaan bahasa simbol tentu saja Poster Sumanto banyak mempunyai makna-makna terutama berkaitan dengan krisis kepemimpinan Nasional menjelang 2004. Berdasarkan latar belakang diatas menarik untuk meneliti makna pesan yang terkandung dalam poster Sumanto sebagai Capres dalam Karya Ong Hary Wahyu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6777881105455744640?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/6777881105455744640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2803745749830350783&amp;postID=6777881105455744640' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6777881105455744640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6777881105455744640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/makna-pesan-yang-terkandung-dalam.html' title='MAKNA PESAN YANG TERKANDUNG DALAM POSTER SUMANTO KARYA ONG HARY WAHYU'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-388347354228300391</id><published>2011-05-05T20:17:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T20:17:06.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesadaran Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi Radio'/><title type='text'>PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN RADIO BUMIKU FM, 03</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;I.1 Latar Belakang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sejak PD II, radio telah menunjukkan kekuatannya sebagai media sosialisasi dalam arti luas dan media komunikasi. Fungsi pokok media komunikasi lingkungan hidup termasuk radio yaitu meliputi pengamatan/pengawasan lingkungan (surveillance of the environment). Bagi masyarakat fungsi pokok radio sebagai sumber informasi, kemudian fungsi kedua, pengembangan konsensus. Konsensus terkait dengan sosialisasi atau fungsi sosialisasi kesadaran kelestarian lingkungan hidup dalam arti luas. Kedepan fungsi radio sebagai fungsi hiburan akan meningkat. Dalam masa datang kecenderungan penggabungan fungsi sosialisasi&amp;nbsp; dan informasi melakukan bentuk komunikasi baru infotainment dan edutainment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan fungsi komunikasi dan efektivitas sejalan dengan fungsi media. Media radio yang semula sebagai institusi pelayanan sosial&amp;nbsp; menjadi institusi komunikasi swasta. Perkembangan ekonomi dengan persaingan sengit (berebut pasar dan iklan) membawa media radio masuk dalam industri yang meliput titik baru secara maksimal namun juga global yang tidak terlepas dari kemajuan teknologi. Implikasinya fungsi media sebagai media sosialisasi hidup makin terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisasi dan komunikasi bukanlah bidang yang asing samasekali bagi media radio. Kedua hal itu adalah fungsi yang dapat dikatakan sudah melekat pada media radio. Kiprah radio sebagai media komunikasi mempunyai sejarah yang panjang sejak Perang Dunia II, dan sebagai media sosialisasi dalam arti kata yang luas telah berkembang semenjak awal kelahirannya. Potensinya luar biasa. Di Indonesia, dengan konfigurasi stasiun RRI, radio Pemda dan radio siaran swasta yang terpencar di seluruh tanah air, secara teoritis hampir tidak satupun dari 4028 kecamatan di 314 kabupaten/kotamadya yang luput dari jangkauan sinyal salah satu diantaranya. Jangkauannya makin berarti karena tingginya pemilikan pesawat penerima pada segenap lapisan masyarakat - termasuk yang paling bawah sekalipun. Mungkin tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa potensi media radio adalah yang terbesar diantara semua media lingkungan hidup di Indonesia. Tidak ada satu pun media lain yang akan mampu menandingi potensinya untuk melakukan komunikasi cepat kepada semua warganegara yang berhak memilih ketika dihadapkan dengan alternative beberapa media cetak&amp;nbsp; dan elektronis yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok advokasi lingkungan hidup baik swasta mapun pemerintah berperan penting dalam gerakan-gerakan perlawanan. Ini termasuk bekerja dengan masyarakat lokal untuk melawan kerusakan lingkungan hidup. Kampanye yang mementingkan suatu isu di tingkat lokal sangat efektif. Pengelolaan lingkungan hidup yang ditingkatkan di tingkat dasar masyarakat dapat juga dilaksanakan oleh kelompok-kelompok lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan radio sebagai salah satu media alternatif di sosialisasi lingkungan hidup di kabupaten Magelang telah berlangsung sejak tahun 1985 dan disiarkan di beberapa program; yaitu melalui Radio Republik Indosesia (RRI) Jakarta (SW) dan Radio Pemda (RSPD Magelang). Namun demikian pemanfaatan program oleh beberapa pihak (pemerintah dan&amp;nbsp; pihak pengelola radio) belum dirasakan optimal (Prisma, 1993). &lt;br /&gt;Berdasarkan kondisi tersebut, pada tahun 1995 usaha sosialisasi lingkungan mengembangkan pola penyiaran baru melalui stasiun radio lokal. Penyelenggaraan siaran program ini dikoordinasikan oleh Unit Program Penerangan Lingkungan Hidup bekerja sama dengan radio lokal, baik swasta maupun pemerintah. Dalam pelaksanaannya disiarkan di beberapa program melalui Radio Republik Indosesia (RRI), RSPD Magelang dan Radio Polaris FM Magelang&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kesadaran masyarakat sangat penting untuk pelestarian lingkungan hidup. Peningkatan kesadaran masyarakat termasuk pendidikan umum mengenai lingkungan dan kampanye. Isu-isu yang penting termasuk pembuangan sampah, penghijauan, hutan tanaman industri, degradasi sumberdaya hutan, degradasi lingkungan, revitalisasi daerah pinggiran sungai, polusi , pemanfaatan bahan-bahan organic dalam bertani dan pentingnya serta caranya untuk menyelamatkan binatang dan tumbuhan yang terancam punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari konsep kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup itulah sekelompok anak muda di desa Danurejo kecamatan Mertoyudan&amp;nbsp; kabupaten Magelang mendirikan radio Bumiku FM yang bertujuan untuk menggugah kesadaran&amp;nbsp; masyarakat dalam kelestarian lingkungan hidup. Salahsatu program yang ada adalah usaha untuk menggugah para petani untuk memanfaatkan bahan-bahan organic dalam bertani. Program tersebut bekerjasama dengan dinas Pertanian Kabupaten Magelang. Mengingat usaha-usaha optimalisi peran yang ada, maka diperlukan evaluasi penyelenggaraan siaran radio lokal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip, strategi komunikasi media, maka untuk mengoptimalkan pemanfaaatan siaran radio lokal diperlukan adanya suatu studi yang dapat memberikan informasi tentang persepsi masyarakat sebagai target (tujuan) komunikasi dan stasiun radio lokal (sebagai sumber komunikasi)&amp;nbsp; dalam penyelenggarakan siaran program sosialisasi lingkungan hidup. Hasil studi ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan dan peningkatan penyelenggaraan siaran radio lokal program sosialisasi kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup yang ada. Dalam rangka pemerataan mutu sosialisasi, penelitian ini mencoba menggambarkan persepsi masyarakat terhadap fungsi radio dalam sosialisasi kesadaran kelestarian lingkungan hidup. Dengan memilih studi kasus pada masyarakat di desa Danurejo kecamatan Mertoyudan&amp;nbsp; kabupaten Magelang&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-388347354228300391?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/388347354228300391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/388347354228300391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/persepsi-masyarakat-terhadap-keberadaan.html' title='PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN RADIO BUMIKU FM, 03'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-812321183366020202</id><published>2011-05-05T20:15:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T20:15:41.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semiotika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poster Sumanto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makna'/><title type='text'>MAKNA POSTER SUMANTO, 04</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;ABSTRAK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjelang pesta demokrasi Pemilu 2004, banyak terdapat poster-poster yang mengingatkan kepada masyarakat untuk anti kekerasan politik dan gerakan waspada neo Orde Baru (Orba). Salah satu poster yang ada menjelang Pemilu 2004 adalah poster yang bergambar capres Sumanto. Poster Sumanto hadir pada saat bangsa Indonesia berada pada kondisi krisis kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui makna dari poster Sumanto sebagai Capres, (2) Mengetahui tujuan dari Ong Hari Wahyu dalam membuat poster Sumanto sebagai Capres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek kajian dalam ini adalah poster bergambar Sumanto sebagai Capres karya Ong Hari Wahyu yang dibuat tahun 2003.&amp;nbsp; Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah merupakan data primer yaitu poster&amp;nbsp; bergambar Sumanto sebagai Capres karya Ong Hari Wahyu dan data sekunder yaitu berbagai jenis data yang diperoleh melalui studi pustaka, seperti buku-buku, jurnal ilmiah, pemberitaan dari surat kabar, maupun dari internet. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah: (1) Makna Poster Sumanto karya Ong Harry Wahyu pada dasarnya adalah&amp;nbsp; merupakan alat representasi, fiksasi, dan realisasi kondisi sosial politik masyarakat menjelang pemilu 2004 yaitu sebuah masyarakat yang mengalami krisis kepemimpinan. Selain menggambarkan kondisi krisis kepemimpinan Poster Ong Harry Wahyu juga mempunyai makna akan harapan masyarakat terhadap kepemimpinan baru. (2) Tujuan Ong Harry Wahyu dalam membuat poster Sumanto sebagai Capres adalah untuk memperesentasikan kondisi krisis kepemimpinan dan melakukan kritik terhadap kenyataan melalui bahasa simbol serta mengimplikasikan (kemungkinan adanya) kenyataan yang sesuai dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Poster Sumanto, Makna, Semiotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;1.1. Latar Belakang Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Saat menjelang pesta demokrasi Pemilu 2004, banyak terdapat poster-poster yang mengingatkan kepada masyarakat untuk anti kekerasan politik dan gerakan waspada neo Orde Baru (Orba) dalam Pemilu 2004. Salah satu poster yang ada menjelang Pemilu 2004 adalah poster yang bergambar Capres Sumanto, seorang terpidana dalam kasus pemakan mayat di Purbalingga. Potret sosok Sumanto yang berpeci serta mengenakan jas dan berdasi itu diusung sebagai calon presiden dari Partai Republik Tulang Belulang (PRTB). Wajah Sumanto yang tampak tersenyum dalam poster itu menarik, karena di bawah poster itu tertera tulisan ''Bersatu Padu Memilih yang Keliru''(www.geocities.com diakses 14 Juni 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Pemilu tahun 2004 bangsa Indonesia berada pada krisis kepemimpinan. Pemilu tahun 2004&amp;nbsp; yang menjadi harapan terhadap penyelesaian krisis ekonomi, krisis sosial dan budaya tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak pemerintah Presiden Suharto berakhir, terbitlah harapan untuk melakukan perbaikan birokrasi pemerintah. Setelah diamati dalam perjalanannya, perbaikan itu berjalan ditempat. Dua tahun pemerintahan Presiden Habibie yang dianggap tidak ligitimate, belum sempat melakukan perbaikan yang berarti. Selama pemerintah Presiden Abdurahman Wahid yang dipilih secara demokratis oleh wakil rakyat, perbaikan itu juga belum bisa dikatakan memberikan tempat bagi birokrasi pemerintah untuk menciptakan sistem yang mantap. Selama satu tahun di bawah Presiden Gus Dur tidak ada kemajuan yang berarti, bahkan menciptakan kondisi birokrasi pemerintah yang semakin mengkhawatirkan. Demikian pula semenjak Presiden Megawati mengambil alih kepemimpinan Presiden sebelumnya Gus Dur, perbaikan atau reformasi birokrasi tidak ada gejala perbaikan. Kelembagaan birokrasi pemerintah semakin transparan dalam melakukan korupsi dan akuntabilitas publik menjadi pertanyaan besar untuk saat itu (Teten, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya kandidat Presiden menjelang Pemilu 2004 saat itu masih didominasi orang-orang lama. Pada saat tersebut, Poster Sumanto digunakan oleh elemen-elemen mahasiswa dan Ormas untuk menolak pelaksanaan Pemilu 2004. Elemen-elemen mahasiswa dan Ormas bersatu menggelar aksi unjuk rasa meneyerukan penolakan Pemilu. Selain berorasi, beberapa pengunjuk rasa juga mengusung, terpidana dalam kasus makan mayat di Purbalingga. Menyorot kondisi perpolitikan di Tanah Air para pengunjuk rasa tersebut mengemukakan bahwa perkembangan perpolitikan saat itu tidak berjalan baik. Mekanisme demokrasi yang dikembangkan belum beranjak ke arah pendidikan politik yang mendasar, sebab rekayasa sebagai implementasi kepentingan kelompok tertentu, masih membingkai pembinaan politik. Sehingga kondisi perpolitikan penuh dengan kekeliruan dalam memilih pemimpin, serta korupsi makin merajalela di Tanah Air (http://www.kompas.com diakses 23 Juli 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poster Capres Sumanto (kanibal dari Purbalingga) sekaligus gambar tulang sebagai simbol partainya diibaratkan sebagai calon presiden (Capres) dan calon anggota legislatif (Caleg) neo Orba seperti Sumanto, sehingga sangat layak untuk tidak dipilih. Manusia pemakan mayat (kanibal), dengan alasan memuliakan roh mayat tersebut dan demi kesempurnaan ilmu yang sedang ia jalani. Korban pertamanya adalah seorang begal yang ingin merampas uangnya, dari pengalaman pertama yang mengerikan ini, hingga bertahun-tahun berikutnya Sumanto pun memakan mayat-mayat yang lain (http://www.kompas.com diakses 23 Juli 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poster Sumanto karya Ong Hary Wahyu adalah sebuah bentuk komunikasi yang muncul menjelang pemilihan Capres. Dalam hal ini pembuat poster tidak menggunakan media massa lain dalam penyampaian pesan seperti surat kabar, film, radio, dan televisi tetapi melalui poster-poster yang tersebar terhadap kalayak masyarakat. Pelukis poster, tidak lagi sekedar bergulat dengan tulisan, grafis dan menghasilkan karya-karya yang bersifat ikonik, melainkan melalui pemilihan obyek Sumanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tinjauan obyek yang diambil, periode munculnya poster, penggunaan bahasa simbol tentu saja Poster Sumanto banyak mempunyai makna-makna terutama berkaitan dengan krisis kepemimpinan Nasional menjelang 2004. Berdasarkan latar belakang diatas menarik untuk meneliti makna pesan yang terkandung dalam poster Sumanto sebagai Capres dalam Karya Ong Hary Wahyu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-812321183366020202?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/812321183366020202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/812321183366020202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/makna-poster-sumanto-04.html' title='MAKNA POSTER SUMANTO, 04'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6365885931995643298</id><published>2011-05-05T20:14:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T20:14:25.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisis Wacana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penelitian Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harian Republika'/><title type='text'>HUMOR DALAM TASAWUF</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;INTISARI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pesan-pesan yang disampaikan humor dalam tasawuf, (2) Menganalisis humor dalam tasawuf dari sudut pandang konteks, historis, kekuasaan dan ideologi yang menyertai teks yang disajikan Humor dalam Tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dilakukan melalui pencatatan dan pengambilan dokumen tentang Humor dalam Tasawuf yang pernah dimuat dalam tabloid Dialog Jum’at Republika. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah atau keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya sehingga bersifat mengungkapkan fakta. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis yang melihat wacana yang terkandung dalam teks. Teknik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis teks wacana dengan melihat pada aspek tematik dan skematik. Teknik analisa tematik dilakukan dengan cara melihat topik-topik yang diangkat dalam humor. Teknik analisa skematik dilakukan dengan cara melihat susunan penyajiannya mulai dari judul, pendahuluan, isi, pemecahan masalah, dan kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah (1) Humor dalam tasawuf yang muncul setiap Jum’at di tabloid Dialog Jum’at Republika dari sudut pandang konteks banyak menampilkan tokoh seorang Mullah (guru) Nasrudin dengan setting abad ke XIIIan di Timur Tengah. (2) Humor dalam tasawuf dari sudut pandang historis, menggambarkan kondisi historis sosial budaya di Timur Tengah, (3) Humor dalam tasawuf dari sudut pandang kekuasaan banyak berlatar belakang masa feodal (kerajaan), tetapi menggambarkan suasana yang demokratis dan akrab antara Raja dan rakyatnya, (3) Humor dalam sudut pandang ideologi menggambarkan ideologi sufisme merupakan sesuatu yang dijalani dan juga dipahami, ia menjembatani celah antara kehidupan duniawi dan suatu perubahan bentuk kesadaran dalam cara yang tidak bisa dicapai oleh bentuk kesusastraan lainnya, (3) Humor dalam tasawuf yang muncul setiap Jum’at di tabloid Republika dari sudut pandang tindakan selain lelucon, terdapat moral dan kelebihan lainnya yang membawa kesadaran sedikit lebih jauh menuju proses penyadaran dari kekuatan spiritual yang potensial kearah keteladanan perilaku Mullah (guru) Nasrudin dan cara berpikir masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : &lt;b&gt;Humor Tasawuf, Harian Republika, Analisis Wacana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;A. LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Humor merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang menimbulkan respon senyum atau tawa. Meskipun demikian, humor bukan hanya bermaksud sebagai hiburan yang menyegarkan, humor juga mempunyai kemampuan dalam mengkomunikasikan suatu kesadaran, ide dan inspirasi. Karena itu, humor dapat digunakan dalam menyampaikan pesan-pesan yang menggugah nilai-nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humor lahir dalam suatu wacana sosial budaya tertentu sehingga kekuatan humor dapat dirasakan oleh masyarakat yang mempunyai latar sosial budaya yang sama. Namun demikian, humor juga dapat lahir dari nilai-nilai yang bersifat universal sehingga semua orang dapat merasakan kekuatan humor tersebut. Ketika Dialog Jum’at sebagai suplemen harian Republika memilih humor dalam tasawuf tentu dengan mempertimbangkan kekuatan-kekuatan yang terdapat dalam humor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf merupakan upaya mengosongkan hati kecuali untuk Allah SWT, dan menyerahkan segala sesuatu hanya kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu selain-Nya tidak dapat membahayakan dan memberikan manfaat. Orang yang mengikuti tasawuf biasa disebut sebagai orang sufi. Banyak cara bagi seorang sufi untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhkan diri dari semuanya selain Allah. Humor dalam tasawuf dapat dimaknai sebagai humor yang mampu menggugah kesadaran, memberikan inspirasi sekaligus menyegarkan pikiran karena mampu memecahkan kebekuan dalam mengenalkan dan menemukan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang ditampilkan pada humor dalam tasawuf selalu menggelitik kesadaran karena mengingatkan pembaca pada apa yang terjadi di balik suatu kejadian, di balik kata-kata, di balik hukum, di balik aturan dan kebiasaan masyarakat. Dapat dikatakan bahwa humor yang ditampilkan mengajak pembaca untuk menemukan apa yang tidak tampak sehingga pembaca merasa selalu menemukan hal baru dari humor tersebut. Di samping menemukan pada yang tidak tampak, humor dalam tasawuf juga mengkritik berbagai aturan atau apa yang tampak sebagai sesuatu yang serba lemah dan tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkaitan antara humor dan aspek religius sudah ada sejak zaman Romawi dan Yunani kuno. Orang-orang Yunani kuno mempunyai Lud (or Lod) yaitu Dewa humor sebagai salah satu Dewa mereka. Orang-orang Romawi mempunyai dewa Pan yaitu Dewa humor sebagai salah satu Dewa mereka. Sejak zaman Yunani kuno, Romawi, Humor telah digunakan sebagai simbol tanggapan yang reaktif terhadap ketidaklaziman, media kritik terhadap politik, kepemimpinan, religion, pengantar pendidikan dan media kreatifitas (John E Fobes, 2005: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis wacana terhadap humor dalam tasawuf menjadi menarik, karena ditengah wacana yang mengedepankan materi (apa yang tampak), humor dalam tasawuf seolah-olah mengingatkan kepada pembaca tentang berbagai hal yang tidak dimiliki oleh materi. Analisis wacana merupakan usaha untuk memahami sesuatu berdasarkan teks, konteks dan situasi. Dengan demikian, usaha memahamai humor dalam tasawuf harus dilihat dalam konteks kekinian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis wacana untuk memahami humor dalam tasawuf dilakukan dengan melihat wacana secara tematik sehingga analisis yang dilakukan dengan melihat topik-topik yang diangkat dalam rangkaian humor tersebut. Keseluruhan teks humor dalam tasawuf yang diterbitkan Republika seminggu sekali sepanjang tahun 2004 tersebut, satu judul dengan judul lain saling terkait dan membentuk satu topik utama. Daya tarik sebuah teks, seperti humor dalam tasawuf, di samping dari topik yang diangkat, juga dilihat dari bagaimana humor tersebut disajikan dalam susunan tertentu agar pesan lebih berkesan bagi pembaca. Karena itu, analisis wacana dilakukan juga untuk mendapatkan makna humor dalam tasawuf yang disajikan dalam sebuah media.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6365885931995643298?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6365885931995643298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6365885931995643298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/humor-dalam-tasawuf.html' title='HUMOR DALAM TASAWUF'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-1986769722967924497</id><published>2011-05-04T13:21:00.000+07:00</published><updated>2011-05-04T13:21:40.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intensitas Komunikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produktivitas Kerja'/><title type='text'>HUBUNGAN PERLAKSANAAN KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN TINGKAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;ABSTRAK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi mempunyai manfaat besar pada organisasi pelayanan (jasa) seperti di Perusahaan Asuransi Jiwa Sraya., Perusahaan Asuransi Jiwa Sraya sebagai sebuah organisasi dan sebuah perusahaan pelayanan (jasa), dalam pencapaian tujuan perusahaan, target-target yang hendak dicapai tentunya&amp;nbsp; membutuhkan komunikasi-komunikasi baik komunikasi vertical maupun&amp;nbsp; komunikasi horizontal, baik dalam marketing, pelayanan, hubungan personalia, dll. Faktor komunikasi menjadi potensi besar dalam pengembangan organissasi di perusahaan Asuransi Jiwa Sraya Cabang Yogyakarta seandainya terdapat hubungan dengan produktivitas kerja yang ada. Dengan alasan diatas maka penelitian ini mengambil judul “Hubungan Perlaksanaan Komunikasi Organisasi dengan Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan&amp;nbsp; di Perusahaan Asuransi Jiwa Sraya&amp;nbsp; Cabang Yogyakarta”. Tujuan dari Penelitian ini adalah :&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk mengetahui gambaran umum intensitas komunikasi organisasi di perusahaan Asuransi Jiwa Sraya&amp;nbsp; Cabang Yogyakarta&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk mengetahui gambaran umum tingkat produktivitas kerja karyawan&amp;nbsp; di perusahaan Asuransi Jiwa Sraya&amp;nbsp; Cabang Yogyakarta&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk mengetahui dan menganalisis ada tidaknya hubungan yang signifikan antara intensitas komunikasi organisasi dengan tingkat produktivitas kerja karyawan&amp;nbsp; di perusahaan Asuransi Jiwa Sraya&amp;nbsp; Cabang Yogyakarta&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner terhadap seluruh karyawan di Perusahaan Asuransi Jiwa Sraya Cabang Yogyakarta yang berjumlah 32 orang. Yang terdiri dari 18 karyawan dalam lingkup nonmanajerial dan 14 karyawan dalam lingkup manajerial. Hasil kuesioner tersebut di tabulasikan, dicari rata-ratanya untuk melihat rata-rata tinggi rendahnya intensitas komunikasi maupun produktivitas kerja karyawan ayng ada di Perusahaan Asuransi Jiwa Sraya Cabang Yogyakarta. Untuk mengetahui dan menganalisis ada tidaknya hubungan yang signifikan antara intensitas komunikasi organisasi dengan tingkat produktivitas kerja karyawan&amp;nbsp; digunakan dengan bantuan analisis statistik korelasi sperman.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah : pertama : Rata-rata intensitas komunikasi dan produktivitas karyawan di Perusahaan Asuransi Jiwa Sraya Cabang Yogyakarta adalah tinggi, kedua : berdasarkan hasil pengujian dengan uji statistik korelasi sperman dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas komunikasi organisasi dengan tingkat produktivitas kerja karyawan&amp;nbsp; di perusahaan Asuransi Jiwa Sraya&amp;nbsp; Cabang Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Latar Belakang Masalah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya manusia tidak dapat dipungkiri lagi merupakan faktor penentu yang strategis untuk tercapainya keberhasilan suatu usaha. Oleh karenanya kebutuhan akan karyawan yang mampu berprestasi, mempunyai produktivitas tinggi, bersemangat kerja tinggi, setia dan mau bekerja sebaik mungkin demi kepentingan perusahaan merupakan suatu hal yang tak dapat dielakkan lagi. Untuk mendapatkan karyawan dengan aspek-aspek demikian bukanlah sesuatu yang mudah, namun memerlukan suatu upaya atau tertentu untuk mengembangkan kualitas karyawan seperti yang dibutuhkan&amp;nbsp; perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi organisasi mempunyai potensi besar dalam pengembangan&amp;nbsp;&amp;nbsp; suatu organisasi. Komunikasi mutlak diperlukan dalam suatu organisasi baik dalam hal bersifat teknis dalam suatu kerja seperti tingkat kejelasan perintah atasan, tingkat kejelasan petunjuk kerja, penyampaian ide-ide gagasan, diskusi kerja, tingkat kejelasan pemberian laporan, sampai hal-hal yang bersifat hubungan informal seperti tingkat dukungan, penghargaan, tingkat perhatian (empati), tingkat penghargaan atasan kepada bawahan, tingkat kepositifan hubungan atasan-bawahan,&amp;nbsp; tingkat pemberian pengaduan, tingkat pemberian kritik kepada atasan, tingkat kepositifan hubungan bawahan-atasan, keterbukaan.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin tinggi&amp;nbsp; intensitas (kualitas dan kuantitas) komunikasi yang ada pada karyawan tentu saja tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas kerja secara materiil, tetapi juga dapat memberikan semangat (motivasi), menciptakan iklim kerja yang positif, meningkatkan kebersamaan, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan produktivitas kerja (output yang dihasilkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Asuransi Jiwa Sraya. sebagai sebuah organisasi dan sebuah perusahaan pelayanan (jasa), dalam pencapaian tujuan perusahaan, target-target yang hendak dicapai tentunya&amp;nbsp; membutuhkan komunikasi-komunikasi baik komunikasi vertikal maupun&amp;nbsp; komunikasi horizontal, baik dalam marketing, pelayanan, hubungan personalia, dll. Intensitas komunikasi yang ada dalam suatu organisasi sangat diperlukan baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun fungsi pegawasan. Faktor intensitas komunikasi menjadi potensi besar dalam pengembangan organisasi di perusahaan Asuransi Jiwa Sraya Cabang Yogyakarta seandainya terdapat hubungan dengan produktivitas kerja yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan tentang manajemen personalia dalam suatu organisasi tak dapat dihindari dan sering diketemukan di perusahaan Asuransi Jiwa Sraya Cabang Yogyakarta. Keluhan perusahaan tentang produktivitas rendah dari karyawan, rendahnya inisiatif-inovasi, keluhan karyawan tentang jam kerja, keluhan karyawan tentang gaji. Dalam hal lain komunikasi yang baik dalam suatu organisasi dapat meningkatkan hubungan kerja yang ada seperti&amp;nbsp; kesatuan visi dan misi perusahaan, hubungan psikologis antar karyawan, kualitas interaksi sosial dalam organisasi, seorang atasan&amp;nbsp; dapat mengerti lebih banyak dengan potensi dan kendala yang dimiliki karyawan, seorang bawahan akan lebih banyak mempunyai inisiatif dan inovasi dalam pekerjaannya, sebaliknya kualitas maupun kuantitas komunikasi yang buruk akan mempengaruhi kondisi kerja yang ada., memberikan kondisi buruk pada tingkat kebetahan dalam bekerja, menimbulkan konflik organisasi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi produktivitas kerja yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain komunikasi formal atau administratif, dalam aktifitas komunikasi yang paling banyak terjadi dalam organisasi adalah proses komunikasi interpersonal. Devito dalam bukunya, Interpersonal Communication (1986;7), mendefinisikan komunikasi interpersonal sebagai :&lt;br /&gt;The process of sending and receiving messages between two persons or among a small group of person with some effect and some immediate feedback &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi komunikasi interpersonal adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau antara orang-orang yang terlibat dalam kelompok kecil dengan efek dan umpan balik segera.&lt;br /&gt;Komunikasi yang dilakukan seringkali tidak banyak diperhatikan baik kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya individu yang terlibat dalam organisasi dengan berbagai sifat, kepribadian, perilaku dan kebutuhan yang berbeda. Komunikasi dengan demikian memegang peranan penting karena bagaimanapun juga kecakapan seseorang dalam berkomunikasi menentukan langkah selanjutnya untuk berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya&amp;nbsp; intensitas komunikasi yang terjadi di perusahaan dapat menjadi lahan yang subur bagi tumbuhnya konflik yang mengganggu kelangsungan hidup perusahaan. Baik komunikasi dalam perencanaan, pelaksanaan dan operasional organisasi maupun dalam fungsi kontrol (pengawasan). Koordinas-koordinasi antar bagian organisasi mempunyai peranan. Intensitas komunikasi yang terjalin dengan baik akan menciptakan fungsi koordinasi yang optimal, saling pengertian diantara karyawan, kepercayaan dan kerjasama yang membawa pada hubungan antar manusia yang harmonis. Selain itu akan menimbulkan keyakinan positif karyawan akan adanya perhatian dan perlakuan yang baik dari atasan mereka baik dalam hubungan tugas maupun dalam hubungan antar pribadi. Timbulnya keyakinan akan perhatian dan perlakuan yang baik ini akan membuat karyawan merasa diakui keberadaan dan peranan mereka. Hal ini akan memunculkan sikap positif karyawan terhadap perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini penulis harapkan akan menjadi bahan masukan terutama bagi perusahaan yang bersangkutan untuk mengetahui seberapa jauh serapan informasi yang dapat dicapai oleh karyawan serta pemahaman informasi yang didapatnya dari sumber informasi yang ada dalam perusahaan, juga akan mengungkap bagaimanakah keadaan komunikasi antar pribadi karyawan dalam perusahaan.&lt;br /&gt;Dengan alasan diatas maka penelitian ini mengambil judul “Hubungan Intensitas Komunikasi Organisasi dengan Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan&amp;nbsp; di Perusahaan Asuransi Jiwa Sraya&amp;nbsp; Cabang Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-1986769722967924497?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1986769722967924497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1986769722967924497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/hubungan-perlaksanaan-komunikasi.html' title='HUBUNGAN PERLAKSANAAN KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN TINGKAT'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-2802211814450783990</id><published>2011-05-02T15:38:00.000+07:00</published><updated>2011-05-09T00:41:23.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Desain Kaos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi DAGADU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Jogja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Representasi Budaya'/><title type='text'>REPRESENTASI BUDAYA “JOGJA” PADA DESAIN KAOS</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Sejak zaman dahulu bahasa merupakan salah satu faktor utama bagi penunjang komunikasi antar manusia didunia, walaupun perkembangnya masih melalui tahapan yang panjang. Bahasa yang digunakan zaman dahulu belumlah sesempurna bahasa yang berkembang saat ini. Mereka masih menggunakan berbagai macam bahasa isyarat dan tanda-tanda, seperti peninggalan-peninggalan yang berupa gambar-gambar didinding tua yang menunjukan kegiatan kehidupan manusia purba pada zaman dahulu. Tidak hanya dalam bentuk kata-kata saja namun bahasa&amp;nbsp; bisa juga dalam bentuk isyarat tangan, simbol seperti rambu-rambu lalulintas bahkan gerakan tubuh (gesture) atau body language. Hal ini meyakinkan kita bahwa sejak zaman dahulu kala komunikasi itu sudah berkembang walau masih dalam tahap sangat primitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan media pada hakikatnya adalah mengkonstruksi realitas, sedangkan isi media pada hakikatnya adalah hasil konstruksi realitas dengan bahasa sebagai perangkat dasarnya. Sedangkan bahasa bukan saja sebagai alat merepresentasikan realitas, namun bisa juga menentukan relief seperti apa yang akan diceritakan oleh bahasa tentang realitas tersebut (Sobur,&amp;nbsp; 2002:88).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media menggunakan bahasa untuk meng-encode pesan, encoding merupakan kegiatan menerjemahkan kegunaan, maksud atau arti kedalam simbol-simbol atau kode yang kemudian berwujud. Secara kongkret bahasa adalah ragam dialek yang digunakan dimasyarakat sebagai medium penyampaian gagasan atau ide. Perbedaan lingkungan sosial secara tidak langsung dapat mempengaruhi pemahaman tentang bahasa, tetapi semua itu merupakan keanekaragaman yang secara tak sengaja telah mereka sepakati. Sistem bahasa apapun memungkinkan kita membicarakan sesuatu walau tidak ada dilingkungan sekitar, kitapun bisa membicarakan suatu peristiwa yang sudah terjadi atau yang akan terjadi, ini memungkinkan karena bahasa memiliki daya simbolik untuk membicarakan konsep apapun juga. Ini pulalah yang memungkinkan kita manusia mempunyai daya penalaran (reasoning). Bahasa dapat dibayangkan sebagai kode atau sistem simbol yang digunakan untuk membentuk pesan-pesan verbal. Berdasarkan hal tersebut maka menjadi menarik untuk melihat bagaimana komunikasi berbahasa dapat dijadikan alat untuk menyampaikan suatu realita kepada khalayak, salah satunya adalah dengan melakukan kontrol terhadap sebuah sistem sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Orde Baru, pesan sosial harus dilakukan berdasarkan norma-norma atau aturan main dalam sistem tersebut. Apabila tidak demikian, maka dianggap sebagai tindakan subvertif karena dapat mengguncang sistem. Suatu konsep pesan tidak dapat dengan budaya dan era pembangunan. Dengan demikian penghalusan (eufemisme) yang sedang berlangsung dalam masyarakat tidak dapat dihindarkan dan dapat dikatakan sebagai produk budaya Jawa. Kecenderungan menghaluskan kata tersebut bertujuan untuk mengungkapkan kekurangan orang lain agar tidak mengangu perasaan. Mekanisme budaya Jawa mengarahkan atau menghubungkan penggunaan akal budi individual dengan obyektifitas untuk menentukan kebenaran atau kesalahan tingkah laku seseorang, kelompok dan birokrasi terhadap komunitas yang lain. Menjamurnya idiom Jawa yang bernada politis, biasanya berangkat dari sebuah proses idiologis. Simbol-simbol idiom Jawa bukan merupakan hamparan tataran langsung (direct speech) tetapi merupakan tuturan simbolik (symbolic speech).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa yang dianggap sebagai konsolidasi “perlawanan secara simbolik” tersebut kemudian memunculkan plesetan. Plesetan disini dilihat sebagai kemahiran spontan orang Jawa “Jogja” untuk menempatkan kata atau kalimat yang mendadak menjadi lain. Budaya plesetan diibaratkan musik beraliran new age (zaman baru) yang memang kental dengan dentingan “bunyi” yang bersumber dari alam atau budaya Jawa tersebut biasa dikatakan sebagai comedy of error (bermain-main karena salah pengertian). Walaupun demikian plesetan tetap memiliki spesifikasi kinerja yang berguna menyelusuri struktur sosial yang bersifat ritualis (perubahan yang sudah ada) (Raharjo, 1996:18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Christianto P. Raharjo pada dasarnya plesetan mencerminkan moderation (penengah) tatkala sistem norma dan harapan dalam masyarakat dilanda kekacauan disaat hubungan rakyat biasa dengan elite penguasa menjadi tidak jelas. Konsolidasi perlawanan melalui simbol, bahasa plesetan atau idiom Jawa lainnya justru sangat penting dan menentukan, sebab simbol merupakan dunia batin (inner world) bahkan dunia luar (outer world). Simbol-simbol bahasa adalah salah satu aspek puncak kesadaran diri budaya Jawa yang begitu kuat, terlebih lagi jika hal ini untuk melaksanakan integritas dan kemampuan menemukan jalan dalam menyesuaikan dengan kehidupan modern dan perubahan sosial (Raharjo, 1996:19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan bahasa plesetan yang begitu pesat dikalangan anak muda tersebut&amp;nbsp; ternyata dicermati oleh sekelompok anak muda kreatif yang ingin mempopulerkan Yogyakarta melalui bahasa plesetan dan simbol-simbolnya. Dua puluh lima anak muda ini sebagian besar adalah mahasiswa arsitektur dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta yang ingin meraup keuntungan lewat inovasi bahasa plesetan melalui media kaos. Sebelumnya mereka telah terlihat “ubyang-ubyung” karena sama-sama punya minat dibidang kepariwisataan, perkotaan dan tentu saja desain grafis, karena persamaan itu maka lahirlah perusahaan kaos oblong yang didesain jenaka dengan nama asli PT ASELI DAGADU DJOGJA pada tanggal 9 Januari 1994. Pilihan nama DAGADU sendiri bermula dari salah satu diantara mereka yang mengumpat dengan bahasa slank, Djogja: DAGADU! (baca: matamu!). Umpatan itulah yang memberi inspirasi nama merk dagang produk cendera mata mereka sesaat sebelum mereka berjualan, akhirnya DAGADU resmi menjadi nama merk produk cinderamata alternatif yang dijual di Malioboro Mall ini. Untuk menunjukan lokalitas dari mana cinderamata itu berasal, ditambahi nama Djogja setelah DAGADU. Sementara itu pemakaian ejaan lama pada kata Djogja dimaksudkan untuk memberikan nilai historis kota Yogyakarta. Sejak awal kelahirannya DAGADU telah memposisikan dirinya sebagai produk cinderamata alternatif dari Yogyakarta. Sebuah cinderamata tentu saja akan mengeksplorasi semangat dan khasanah budaya lokal. Selain praktis dan ringan sebagai syarat fungsionalnya, cinderamata juga harus menjadi benda kenangan, dengan kata lain selalu ada cerita dibaliknya serta ada keunikan yang dibawanya. Yogyakarta selalu menjadi tema sentral DAGADU, bukan hanya artefaknya tetapi bahasa, kultur&amp;nbsp; kehidupan&amp;nbsp; maupun peristiwa keseharian menjadi ide pokok lahirnya desain-desain kreatif.&amp;nbsp; Produk kaos perdananya yang diluncurkan kepasaran ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari konsumen yang tidak lain adalah anak-anak muda. Dari bulan kebulan berikutnya peminatnya bertambah, bahkan produk-produk kaos oblong ini menjadi sangat terkenal hingga keluar kota Yogyakarta. Ide-ide kreatif yang tertuang di dalamnya sangat identik dengan sejarah dan keadaan masyarakat sekitar Yogyakarta, walau tidak menutup kemuningkinan bidang yang lain juga. Ide kreatif yang timbul untuk diplesetkan tersebut lahir dari kepekaan Dagadu Djogja dalam mengamati sejarah dan perubahan sosial yang tengah terjadi dimasyarakat, yang kemudian didesain sedemikian rupa sehingga menarik bagi siapa saja yang melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaos oblong sekarang ini juga telah menjadi wahana tanda. Kaos, sebagaimana pakaian lainnya, membawa pesan dalam sebuah “teks terbuka” di mana pembaca atau penonton bisa menginterpretasikannya. Berbagai bentuk, gambar, atau kata-kata dalam kaos merupakan pesan akan pengalaman, perilaku dan status sosial.&lt;br /&gt;Kaos merupakan salah satu bentuk komunikasi&amp;nbsp; lain&amp;nbsp; pada masyarakat,&amp;nbsp; karena inti dari proses komunikasi adalah proses penyampaian pesan melalui media tertentu. Kaos oblong DAGADU menggunakan gambar dan tulisan yang beraneka rupa, motif, warna maupun komposisi sebagai media untuk menyampaikan pesan terhadap orang yang melihatnya. Pesan dilihat sebagai susunan tanda-tanda dimana melalui interaksi dengan penerima akan menghasilakan makna. DAGADU sebagai sebuah imajinasi visual dapat menembus dan mengatasi keterbatasan bahasa, karena sebuah gambar dan tulisan dapat bercerita banyak hal dan juga bisa menjadi transfer pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAGADU memanfaatkan muatan sumber inspirasi kota djokdja yang tak habis-habisnya, desain yang tampil lucu dan sederhana bisa menjadi desain yang semiotis alias bermakna dalam bagi orang-orang yang mempunyai kenangan tersendiri pada djokdja. Malioboronya, Pasar Beringharjo, Kraton, Tamansari, Parangtritis, Baron, sampai ke lekuk-liuk perkampungannya dengan keunikan yang menyertainya. Intinya kami ingin melihat djokdja dengan cara yang smart dan smile, caranya DAGADU (www.minggupagi.com/article.php?sid=3310-23k diakses tanggal 21 September 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun klaim atas identitas atau status dalam kaos oblong ini bersifat ambigu, dalam terminologi Umberto Eco, representasinya selalu bersifat undercoded, ia berhubungan secara synecdochical (satu bagian dari kaos mewakili keseluruhan pribadi seseorang) dengan pengalaman, relasi sosial, nilai, atau status yang diklaim secara eksplisit atau implisit oleh pemakainya. Pesan yang disampaikan dalam kaos bukanlah sekedar tentang tempat, kelompok, atau bisnis, tetapi klaim atas status pemakainya. Seorang pemakai kaos oblong DAGADU misalnya, bukan sekedar menyampaikan pesan bahwa kaos oblong yang dipakainya adalah buatan Yogyakarta, melainkan juga mau mengumumkan sebuah pengalaman yang menurut pemakainya cukup penting (ia seperti mau mengatakan,”Mari saya beritahu pengalaman saya jalan-jalan di Yogya”) (http://kunci.or.id/misc/a_kaos.htm diakses tanggal 21 September 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Seno Gumira Ajidarma DAGADU mencakup sejumlah aspek yaitu:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, tentu kata dagadu itu sendiri, yang bagi saya merupakan fenomena budaya menarik, karena merupakan bagian dari politik bahasa kaum paria yang menyeruak, yang pada gilirannya menjadi tandingan serius budaya adiluhung dalam pasar bebas ideologi. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, Dagadu merupakan bagian dari kebudayaan pop: kaos oblong, desain, dan pasar. Seperti semua produk komoditas lain, Dagadu bergulat dengan ide-ide untuk dijual&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; menghadapi persoalan-persoalan pasar. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, bahwa Dagadu dengan sadar menempatkan dirinya sebagai bagian dari Djokdja, sebagai kota maupun sebagai atmosfir budaya. Saya kira, yang belakangan ini membuat produk Dagadu menjadi unik, bahkan kemudian memberi karakter kepada pertumbuhan Djokdja (http://www.dagadu.co.id/katamereka.php diakses tanggal 21 September 2005).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-2802211814450783990?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idtesis.blogspot.com/feeds/2802211814450783990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2803745749830350783&amp;postID=2802211814450783990' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2802211814450783990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2802211814450783990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/05/representasi-budaya-jogja-pada-desain.html' title='REPRESENTASI BUDAYA “JOGJA” PADA DESAIN KAOS'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6046677793862889276</id><published>2011-03-28T22:34:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T22:34:08.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='identifikasi masalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis'/><title type='text'>Identifikasi Masalah dan Penulisan Ilmiah Skripsi, Tesis dan Disertasi</title><content type='html'>Mahasiswa sering kali menemukan kesulitan dalam mengidentifikasi masalah untuk penyusunan karya ilmiah tugas akhir (&lt;a href="http://skripsi-idtesis.blogspot.com/"&gt;skripsi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://tesis-idtesis.blogspot.com/"&gt;tesis,&lt;/a&gt; dan disertasi). Identifikasi masalah berkaitan erat dengan proses penentuan judul penelitian dan perumusan masalah. Ada banyak sekali masalah yang ditemukan dilapangan. Namun demikian tidak semua masalah yang ditemukan relevan untuk dilanjutkan dalam penyusunan &lt;a href="http://skripsi-idtesis.blogspot.com/"&gt;skripsi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://tesis-idtesis.blogspot.com/"&gt;tesis&lt;/a&gt;, dan disertasi. Masalah seperti apakah yang dapat dilanjutkan untuk diteliti dalam bentuk skripsi/tesis/disertasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli, masalah di definisikan sebagai adanya kesenjangan (gap) antara kondisi riil (atau kondisi sekarang) dengan target yang diinginkan (atau diharapkan). Beberapa contoh identifikasi masalah yang bisa digunakan untuk penelitian diantaranya dalam dunia pendidikan, biasanya identifikasi masalah pengacu pada penggunaan media pembelajaran, penggunaan model pembelajaran. Contoh identifikasi masalah ini bisa digunakan untuk mereka yang menyusun skripsi pgsd, skripsi paud, skripsi yang berbasis penelitian tindakan kelas (PTK), skripsi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya terkait dengan penggunaan media pembelajaran adalah sebagai berikut : kondisi sekarang --&amp;gt; pembelajaran tradisional jarang menggunakan media pembelajaran. Kondisi yang diharapkan --&amp;gt; pembelajaran memanfaatkan media pembelajaran, misal alat peraga, media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya terkait dengan penggunaan model pembelajaran adalah sebagai berikut : kondisi sekarang --&amp;gt; pembelajaran tradisional biasanya hanya menggunakan metode ceramah dan menjadikan siswa tidak aktif. Kondisi yang diharapkan --&amp;gt; pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).&lt;br /&gt;Berdasarkan contoh di atas, terlihat bahwa pada proses identifikasi masalah, masalah harus di definisikan dengan jelas dan target atau tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti terlihat disana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6046677793862889276?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6046677793862889276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6046677793862889276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2011/03/identifikasi-masalah-dan-penulisan.html' title='Identifikasi Masalah dan Penulisan Ilmiah Skripsi, Tesis dan Disertasi'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3003830591664054296</id><published>2010-12-23T09:12:00.001+07:00</published><updated>2010-12-23T09:12:39.268+07:00</updated><title type='text'>Skripsi Hukum</title><content type='html'>Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahasan suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skripsi hukum adalah skripsi yang berkaitan dengan hukum. Skripsi hukum antara lain Hukum Pidana, hukum perdata, hukum tata negara, hukum lingkungan, hukum bisnis.&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3003830591664054296?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3003830591664054296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3003830591664054296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/skripsi-hukum.html' title='Skripsi Hukum'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3027207493653189963</id><published>2010-12-18T11:33:00.002+07:00</published><updated>2010-12-18T11:33:47.538+07:00</updated><title type='text'>Jurnal Kesehatan</title><content type='html'>Jurnal kesehatan merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi/aplikasi riset dan pengembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. &lt;br /&gt;Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya riset dan pengembangannya di bidang kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dari Jurnal Kesehatan adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sebagai media menyebarluaskan dan mendiskusikan berbagai tulisan ilmiah mengenai kesehatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai media komunikasi bagi kalangan yang mempunyai perhatian terhadap  ilmu kesehatan dan pelayanan kesehatan antara lain para pelayanan  kesehatan seperti rumah sakit pemerintah dan swasta, dinas kesehatan,  departemen kesehatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai media penyebaran dan pengembangan iptek di Indonesia&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Melalui jurnal kesehatan, temuan baru dari peneliti dan ilmuwan dikomunikasikan ke masyarakat, guna mendapat tanggapan, dikembangkan dan disempurnakan oleh ilmuwan lain, sehingga kesempurnaan dan kebenaran ilmunya menjadi lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3027207493653189963?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3027207493653189963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3027207493653189963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/jurnal-kesehatan.html' title='Jurnal Kesehatan'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-5966377216186766670</id><published>2010-12-14T11:45:00.002+07:00</published><updated>2010-12-14T11:45:39.014+07:00</updated><title type='text'>Skripsi Pendidikan</title><content type='html'>Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahasan suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skripsi Pendidikan adalah skripsi yang berkaitan dengan pendidikan, meliputi lingkup dunia pendidikan, mulai dari siswa/ mahasiswa, bidang studi/jurusan, staf pengajar, lembaga pendidikan, sistem pengajaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-5966377216186766670?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5966377216186766670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5966377216186766670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/skripsi-pendidikan.html' title='Skripsi Pendidikan'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3530824686540762310</id><published>2010-12-14T11:44:00.000+07:00</published><updated>2010-12-14T11:44:16.236+07:00</updated><title type='text'>Jurnal PDF</title><content type='html'>Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan. &lt;br /&gt;Dalam penelitian, jurnal biasanya digunakan sebagai pendukung untuk membuat karya tulis ilmiah yang berupa skripsi, tesis dan disertasi.&lt;br /&gt;Jurnal pdf yaitu terbitan berkala yang digunakan sebagai pendukung untuk membuat karya tulis ilmiah berupa skripsi, tesis dan disertasi dalam bentuk softcopy dengan format pdf yang dapat dibaca menggunakan program adobe reade atau program yang mendukung format pdf.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3530824686540762310?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3530824686540762310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3530824686540762310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/jurnal-pdf.html' title='Jurnal PDF'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4623126099876015631</id><published>2010-12-14T11:40:00.002+07:00</published><updated>2010-12-14T11:40:50.879+07:00</updated><title type='text'>Proposal Skripsi</title><content type='html'>Proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelaskan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut&amp;nbsp; lebih detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahasan suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Proposal Skripsi digunakan untuk pengajuan skripsi sebelum draf skripsi dibuat. Sistematika proposal skripsi meliputi latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori hipotesa, definisi operasional, metode penelitian, cara memperoleh data, cara analisis lokasi penelitian, jadwal penelitian, sistematika bab, daftar pustaka, lampiran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4623126099876015631?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4623126099876015631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4623126099876015631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/proposal-skripsi.html' title='Proposal Skripsi'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-7024763321262604691</id><published>2010-12-14T11:33:00.002+07:00</published><updated>2010-12-14T11:33:56.656+07:00</updated><title type='text'>Proposal Tesis</title><content type='html'>Proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelaskan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut&amp;nbsp; lebih detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari proposal tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusun tesis adalah membangun teori berdasarkan konsep yang kokoh dengan prosedur penelitian ilmiah yang terukur. Kegiatan penelitian ilmiah dilakukan dengan cara melakukan: mengumpulkan data, mengelola data, melakukan analisis, menarik kesimpulan dan menyusun tesis. Sedangkan Proposal tesis digunakan untuk pengajuan tesis sebelum draf tesis dibuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematika proposal tesis meliputi latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori hipotesa, definisi operasional, metode penelitian, cara memperoleh data, cara analisis lokasi penelitian, jadwal penelitian, sistematika bab, daftar pustaka, lampiran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-7024763321262604691?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7024763321262604691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7024763321262604691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/proposal-tesis.html' title='Proposal Tesis'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-420531662245183329</id><published>2010-12-14T11:32:00.000+07:00</published><updated>2010-12-14T11:32:22.593+07:00</updated><title type='text'>Data Statistik</title><content type='html'>Sumber utama data statistik kependudukan ialah Sensus Penduduk yang dilakukan sepuluh tahun sekali. Sensus Penduduk sudah dilakukan lima kali di Indonesia, yakni tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. Selanjutnya akan dilakukan pada setiap tahun yang berakhiran nol, seperti tahun 2010, 2020 dan seterusnya. &lt;br /&gt;Diantara dua Sensus Penduduk dilakukan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS). Selama ini sudah dilaksanakan SUPAS tahun 1976, 1985, 1995, dan terakhir 2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUPAS 2005 dirancang khusus untuk mendapatkan data ststistik kependudukan yang dapat dibandingkan dengan hasil Sensus Penduduk 2000 (SP2000). Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografi, ketenagakerjaan, dan sosial budaya. Karakteristik demografi yang dikumpulkan adalah mengenai fertilitas, mortalitas dan migrasi, serta riwayat kelahiran dan kematian anak dari wanita pernah kawin. Keterangan yang dihimpun dibidang ketenagakerjaan mencakup lapangan usaha, jenis pekerjaan, dan status pekerjaan. Data sosial budaya mencakup tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, dan kegiatan penduduk lanjut usia (lansia). SUPAS 2005 juga mencakup pelaporan kejadian vital kelahiran, kematian, dan perpindahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan lapangan SUPAS 2005 berlangsung selama bulan Juni 2005. Pengolahan data dilakukan di BPS Pusat (Direktorat Statistik Kependudukan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.datastatistik-indonesia.com/content/view/926/948/"&gt;http://www.datastatistik-indonesia.com/content/view/926/948/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-420531662245183329?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/420531662245183329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/420531662245183329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/data-statistik.html' title='Data Statistik'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3789292251266663453</id><published>2010-12-13T15:21:00.002+07:00</published><updated>2010-12-13T15:21:26.357+07:00</updated><title type='text'>BPS</title><content type='html'>BPS, adalah Lembaga Pemerintah Non-Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPS mempunyai tugas: a.melakukan kegiatan statistik yang ditugaskan kepadanya oleh Pemerintah, antara lain di bidang pertanian, agraria, pertambangan, perindustrian, perhubungan, perdagangan, kependudukan, sosial, ketanagakerjaan, keuangan, pendapatan nasional, pendidikan, dan keagamaan; b.atas nama Pemerintah melaksanakan koordinasi dilapangan kegiatan statistik dari segenap Instansi Pemerintah baik di Pusat maupun di Daerah dengan tujuan mencegah dilakukannya pekerjaan yang serupa oleh dua atau lebih instansi, memajukan keseragaman dalam penggunaan definisi, klasifikasi, ukuran-ukuran dan lain-lain; c.mengadakan daya upaya agar masyarakat menyadari akan tujuan dan kegunaan statistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPS menyelenggarakan fungsi: a.perumusan kebijakan perencanaan, pengumpulan, pengolahan, penyajian data, dan analisis di bidang statistik produksi dan kependudukan, serta bidang statistik distribusi dan neraca nasional; b.pembinaan dan pelaksanaan koordinasi kegiatan statistik dengan departemen dan instansi lainnya dalam mengembangkan berbagai jenis statistik yang diperlukan, serta pelaksanaan kerjasama di bidang statistik dengan lembaga/organisasi lain baik di dalam maupun di luar negeri; c.penyajian data kepada Pemerintah dan masyarakat dari hasil kegiatan statistik produksi dan kependudukan, serta statistik distribusi dan neraca nasional secara berkala baik dari hasil penelitian sendiri maupun dari data sekunder; d.penyebarluasan statistik melalui berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3789292251266663453?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3789292251266663453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3789292251266663453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/bps.html' title='BPS'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6226892156932990005</id><published>2010-12-13T14:39:00.000+07:00</published><updated>2010-12-13T14:39:12.596+07:00</updated><title type='text'>Metode Penelitian</title><content type='html'>Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.&lt;br /&gt;Jenis data menurut sifatnya :&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Data kualitatif&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Data kuantitatif&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Data diskrit / nominal&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Data kontinum&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; data ordinal&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; data interval&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; data rasio&lt;br /&gt;Tujuan Penelitian, secara umum :&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penemuan&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembuktian&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengembangan&lt;br /&gt;Kegunaan Penelitian, secara umum :&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memahami masalah&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memecahkan masalah&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengantisipasi masalah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6226892156932990005?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6226892156932990005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6226892156932990005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/metode-penelitian.html' title='Metode Penelitian'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-2325001575672397053</id><published>2010-12-11T11:38:00.001+07:00</published><updated>2010-12-11T11:38:16.077+07:00</updated><title type='text'>Badan Pusat Statistik</title><content type='html'>Badan Pusat Statistik (BPS, dahulu Biro Pusat Statistik), adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang mempunyai fungsi pokok sebagai penyedia data statistik dasar, baik untuk pemerintah maupun untuk masyarakat umum, secara nasional maupun regional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sepuluh tahun sekali, BPS menyelenggarakan sensus penduduk. Di samping itu, BPS juga melakukan pengumpulan data, menerbitkan publikasi statistik nasional maupun daerah, serta melakukan analisis data statistik yang digunakan dalam pengambilan kebijakan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPS juga terdapat di setiap provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Dinamakan perwakilan BPS di daerah, karena BPS merupakan instansi vertikal, yakni instansi pemerintah pusat yang berada di daerah, sehingga bukan merupakan bagian dari instansi milik daerah, Tugas lain BPS di daerah adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan statistik regional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-2325001575672397053?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2325001575672397053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2325001575672397053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/badan-pusat-statistik.html' title='Badan Pusat Statistik'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-8413236940459206875</id><published>2010-12-11T11:25:00.002+07:00</published><updated>2010-12-11T11:25:46.825+07:00</updated><title type='text'>Data</title><content type='html'>Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya 1. Data Primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop. 2. Data Sekunder sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-8413236940459206875?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8413236940459206875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8413236940459206875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/data.html' title='Data'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4483682724546086405</id><published>2010-12-11T11:24:00.000+07:00</published><updated>2010-12-11T11:24:23.949+07:00</updated><title type='text'>Penelitian Tindakan</title><content type='html'>Penelitian tindakan merupakan tindakan yang menekankan kepada kegiatan (tindakan) dengan mengujicobakan suatu ide ke dalam praktek atau situasi nyata dalam skala mikro, yang diharapkan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tindakan kelas memiliki asas diantaranya Asas Kritik Reflektif, Asas Kritik Dialektis, Asas Sumber Daya Kolaboratif, Asas Resiko, Asas Struktur Majemuk, Asas, Teori, Praktik, dan transformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis Penelitian Tindakan yaitu Penelitian Tindakan Diagnostik, Penelitian, Tindakan Partisipasi, Penelitian Tindakan Empiris, Penelitian Tindakan Eksperimental.&lt;br /&gt;Fungsi dari Penelitian tindakan adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Alat untuk memecahkan masalah yang dilakukan diagnosis tertentu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Alat pelatihan dalam jabatan sehingga membekali guru yang bersangkutan dengan ketrampilan, metode dan teknik mengajar yang baru, mempertajam kemampuan analisisnya, dan mempertinggi kesadaran atas kelebihan dan kekurangan pada dirinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Alat untuk mengenalkan pendekatan tambahan atau yang inovatif pada pengajaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Alat untuk meningkatkan komunikasi antara guru di lapangan dan peneliti akademis, serta memperbaiki kegagalan penelitian tradisional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Alat untuk menyediakan alternative yang lebih baik untuk mengantisipasi pendekatan yang lebih subjektif, impresionistik dalam memecahkan masalah di dalam kelas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4483682724546086405?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4483682724546086405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4483682724546086405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/penelitian-tindakan.html' title='Penelitian Tindakan'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3126026071627838135</id><published>2010-12-11T11:12:00.001+07:00</published><updated>2010-12-11T11:21:17.899+07:00</updated><title type='text'>Penelitian Tindakan Kelas</title><content type='html'>Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjungan antar kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTK memeliki sejumlah karakteristik yaitu bersifat siklis, longitudinal, partikular-spesifik, partisipatoris, emik (bukan etik), kolaboratif atau kooperatif, kasuistik, menggunakan konteks alamiah kelas, mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif, bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3126026071627838135?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3126026071627838135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3126026071627838135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/penelitian-tindakan-kelas.html' title='Penelitian Tindakan Kelas'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-2798939443349810854</id><published>2010-12-11T11:09:00.000+07:00</published><updated>2010-12-11T11:10:52.704+07:00</updated><title type='text'>Peneliti</title><content type='html'>Penelitian atau riset adalah terjemahan dari bahasa Inggris research, yang merupakan gabungan dari kata re (kembali) dan to search (mencari). Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa research adalah berasal dari bahasa Perancis recherche.Intinya hakekat penelitian adalah “mencari kembali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Webster’s New Collegiate Dictionary yang mengatakan bahwa penelitian adalah “penyidikan atau pemeriksaan bersungguh-sungguh, khususnya investigasi atau eksperimen yang bertujuan menemukan dan menafsirkan fakta, revisi atas teori atau dalil yang telah diterima”. Dalam buku berjudul Introduction to Research, T. Hillway menambahkan bahwa penelitian adalah “studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut”. Ilmuwan lain bernama Woody memberikan gambaran bahwa penelitian adalah “metode menemukan kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non-ilmiah (unscientific method). Tapi kalau kita lihat dari definisi diatas, penelitian banyak bersinggungan dengan pemikiran kritis, rasional, logis (nalar), dan analitis, sehingga akhirnya penggunaan metode ilmiah (scientific method) adalah hal yang jamak dan disepakati umum dalam penelitian. Metode ilmiah juga dinilai lebih bisa diukur, dibuktikan dan dipahami dengan indera manusia. Penelitian yang menggunakan metode ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dibagi dalam 3 jenis yaitu Penelitian Kualitatif, Penelitian Kuantitatif dan Tindakan. Penelitian Kualitatif adalah penelitian yang berguna untuk memperoleh penemuan-penemuan yang tidak terduga sebelumnya dan membangun kerangka teoritis baru. Penelitian Kualitati, yang menurut August Comte (1798-1857) menyatakan bahwa paradigma kuantitatif merupakan satu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat positivisme. Positivisme adalah satu aliran filsafat yang menolak unsur metafisik dan teologik dari realitas sosial. Sedangkan Tindakan adalah suatu perbuatan yang dilakukan dalam penelitian guna mencapai penelitian yang sempurna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-2798939443349810854?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2798939443349810854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2798939443349810854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/peneliti.html' title='Peneliti'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6319592902197618992</id><published>2010-12-10T12:59:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T12:59:52.686+07:00</updated><title type='text'>Akuntansi</title><content type='html'>Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6319592902197618992?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6319592902197618992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6319592902197618992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/akuntansi.html' title='Akuntansi'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3384377920571949963</id><published>2010-12-10T12:58:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T12:59:12.952+07:00</updated><title type='text'>Proposal</title><content type='html'>Proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelaskan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut  lebih detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari proposal tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu proposal formal, semi formal dan non formal. Proposal yang berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama yaitu, bagian pendahulua, isi proposal, dan bagian pelangkap penutup. Sedangkan proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3384377920571949963?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3384377920571949963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3384377920571949963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/proposal.html' title='Proposal'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4995381378856135000</id><published>2010-12-10T12:45:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T12:58:24.349+07:00</updated><title type='text'>Jurnal</title><content type='html'>Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam akuntansi, jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama (book of original entry).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian, jurnal biasanya digunakan sebagai pendukung untuk membuat karya tulis ilmiah yang berupa skripsi, tesis dan disertasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4995381378856135000?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4995381378856135000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4995381378856135000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/jurnal.html' title='Jurnal'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-8835291329269347583</id><published>2010-12-10T12:39:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T12:40:14.776+07:00</updated><title type='text'>Skripsi</title><content type='html'>Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahasan suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatakan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-8835291329269347583?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8835291329269347583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8835291329269347583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/skripsi.html' title='Skripsi'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-8802523413353694643</id><published>2010-12-10T12:37:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T12:39:41.670+07:00</updated><title type='text'>Tesis</title><content type='html'>Tesis berasal dari kata “thesis” yang berarti argument yang berkelanjutan (sustained argument). Menyusun tesis adalah membangun teori berdasarkan konsep yang kokoh dengan prosedur penelitian ilmiah yang terukur. Kegiatan penelitian ilmiah dilakukan dengan cara melakukan: mengumpulkan data, mengelola data, melakukan analisis, menarik kesimpulan dan menyusun tesis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tesis disusun mahasiswa sebagai tugas mandiri dan merupakan salah satu syarat guna mencapai gelar Magister Sains (MSi). Hasil penelitian ilmiah yang telah disusun oleh mahasiswa kemudian diuji secara lisan dalam sidang magister yang diselenggarakan oleh Program Studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat mendasar dalam pembuatan tesis adalah pada penyusunan masalah penelitian yang merupakan sebuah konstruksi teoritikal. Konstruksi teoritikal merupakan hasil pemikiran teori seorang peneliti yang disusun berdasarkan data yang terdapat dalam fakta atau kehidupan empiric.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-8802523413353694643?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8802523413353694643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8802523413353694643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/12/tesis.html' title='Tesis'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-658333834058269637</id><published>2010-09-24T16:05:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T16:07:21.903+07:00</updated><title type='text'>ABSTRAK</title><content type='html'>PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA POKOK BAHASAN STOIKIOMETRI LARUTAN PADA SISWA KELAS XI SEMESTER II SMA WALISONGO SEMARANG MELALUI&lt;br /&gt;PERMAINAN KIMIA BERWAWASAN CET (Chemoedutainment)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran kimia di SMA Walisongo Semarang yang masih menggunakan ceramah dan latihan soal sedang praktikum jarang dilakukan karena tidak adanya laboran, sehingga hasil belajar kimia siswa-siswi SMA Walisongo Semarang kurang maksimal. Dari latar belakang tersebut dapat ditemukan rumusan masalah apakah dengan permainan kimia berwawasan CET (Chemoedutainment) siswa kelas XI SMA Walisongo&lt;br /&gt;Semarang dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar kimia pokok bahasan stoikiometri larutan. Tujuan dari penelitian ini adalah hasil yang akan dicapai dari pemecahan masalah. Bagi guru penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui pola dan strategi pembelajaran yang tepat. Selain hal tesebut penelitian ini juga dapat membuat siswa senang pada pelajaran kimia khususnya materi stoikiometrri larutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan Kimia Berwawasan CET merupakan pengganti kegiatan percobaan (praktikum) di dalam laboratorium dengan menggunakan bahan, alat serta percobaan yang menarik. Sehingga dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep stoikiometri larutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI IPA SMA Walisongo Semarang.Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah hasil belajar kimia mencakup nilai kognitif, afektif, psikomotorik, kinerja guru dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran. Prosedur penelitian yang pertama kali dilakukan adalah observasi awal dengan guru mitra untuk mengetahui keadaan awal dari subjek penelitian. Penelitian ini dirancang menjadi tiga siklus, setiap&lt;br /&gt;siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi. Data kualitatif dianaliasis secara deskriptif kualitatif. Sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan membagi skor yang diperoleh dengan skor total dikalikan 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis data yang diperoleh, nilai kognitif rata-rata pada siklus I mencapai 59,41, siklus II 70,59, siklus III 67,35 dengan standar ketuntasan 76,47%. Nilai psikomotorik rata-rata yang dicapai pada siklus I 63,7, siklus II 69,15, siklus III 77,32. Nilai afektif rata-rata yang dicapai adalah 70 pada siklus I, 74,12 pada siklus II, 77,06 pada siklus III. Permainan kimia berwawasan CET dapat meningkatkan hasil belajar kimia pada pokok bahasan stoikiomertri&lt;br /&gt;larutan baik kognitif, psikomotorik, dan afektif. Akan tetapi perlu diadakan persiapan yang maksimal supaya pembelajarannya dapat berjalan dengan maksimal. Disarankan pula agar permainan kimia berwawasan CET ini dapat diterapkan pada pokok bahasan yang lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-658333834058269637?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/658333834058269637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/658333834058269637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_285.html' title='ABSTRAK'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-1434133868413049347</id><published>2010-09-24T16:02:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T16:04:19.029+07:00</updated><title type='text'>PENENTUAN DISTRIBUSI DAYA REAKTOR PLTN DENGAN BAHAN BAKAR DIMUATI THORIUM</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pendayagunaan teknologi nuklir yang berkembang dalam bidang energi yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Tenaga yang dibangkitkan berasal dari reaksi fisi. Beberapa atom yang dapat bereaksi fisi adalah U235 dan  U233. Bahan U235 terdapat di alam, sedangkan U233 tidak terdapat di alam, tetapi diperoleh dari hasil tangkapan neutron pada Th232. Keberhasilan membuat bahan fisil baru U233 dari Th232 membawa manusia kepada pemikiran untuk menciptakan suatu reaktor dengan bahan bakar dimodifikasi dengan menambahkan Th232 untuk memperoleh U233. Adapun modifikasi perangkat bahan bakar tersebut dapat&lt;br /&gt;mempengaruhi perilaku dari reaktor, salah satunya pada distribusi daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan distribusi daya reaktor PLTN dengan bahan bakar dimuati thorium menggunakan suatu program CORD-2. Program CORD-2 merupakan program komputer untuk rancang bangun teras reakor jenis PWR. Program CORD-2 terdiri dari prosedur-prosedur untuk menyiapkan berkas data masukan untuk program WIMS sampai berkas data konstanta group untuk masukan program GNOMER. Program WIMS untuk perhitungan data konstanta group dan program GNOMER untuk homogenisasi data konstanta group dalam teras global&lt;br /&gt;dan perhitungan distribusi daya pada daya nol dan daya penuh. Pada program CORD-2 memerlukan kode-kode yang mempunyai berbagai fungsi, seperti: pemeliharaan pustaka, nama jenis data dan preparasi input untuk kode-kode fisika reaktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian yang diperoleh dari program CORD-2 berupa berkas desain teras reaktor dan distribusi daya teras reaktor. Dari hasil tersebut, akibat adanya penambahan thorium pada uranium-235 sebagai bahan bakar reaktor menyebabkan penurunan harga daya pada daerah pinggir teras reaktor (pengkayaan 3%). Hal tersebut karena jumlah neutron dari reaksi fisi pada teras reaktor sebagian diserap oleh thorium yang memiliki tampang lintang serap cukup tinggi akibatnya panas yang di produksi pada teras reaktor menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa distribusi daya akibat adanya penambahan thorium pada tingkat pengkayaan tertinggi menjadi kecil dibandingkan dengan tidak ditambah thorium. Penambahan thorium tersebut dapat memperpanjang umur operasi reaktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Distribusi daya; Reaktor PLTN; Thorium.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-1434133868413049347?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1434133868413049347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1434133868413049347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/penentuan-distribusi-daya-reaktor-pltn.html' title='PENENTUAN DISTRIBUSI DAYA REAKTOR PLTN DENGAN BAHAN BAKAR DIMUATI THORIUM'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-705148728430365196</id><published>2010-09-24T15:51:00.002+07:00</published><updated>2010-09-24T15:55:19.788+07:00</updated><title type='text'>ABSTRAK</title><content type='html'>MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISWA KELAS VIII SMP BHAKTI PRAJA GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran sangat mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada suatu materi pokok tertentu. Di SMP Bhakti Praja Gebog Kudus masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami matematika, sehingga nilai rata-rata ulangan harian masih dibawah 6,00, termasuk dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. Adapun data tentang nilai rata-rata kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel untuk tahun 2003, 2004, dan 2005 berturut-turut adalah 5,26 ; 5,54 ; dan 5,65. Di samping itu materi pokok yang berhubungan dengan masalah sehari-hari ini terasa sulit dipahami oleh siswa, untuk itu perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita yang salah satunya adalah&lt;br /&gt;model pembelajaran berbasis masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel dapat ditingkatkan melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan, dan evaluasirefleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi : hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus, kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang diambil dari lembar observasi, aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi, dan data tentang tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang diambil dari setiap akhir pertemuan. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel ditunjukkan dengan sekurang-kurangnya 75% siswa telah&lt;br /&gt;tuntas belajar dan rata-rata nilai ulangan hariannya minimal 6,00 serta minimal 75% siswa terlibat secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian siklus 1 menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa 5,81 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 51,9%, persentase aktivitas siswa 70%, persentase kemampuan guru 85,95%, serta tanggapan siswa secara umum merasa senang. Hasil penelitian siklus 2 diperoleh rata-rata hasil belajar 7,65 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 77,8%, persentase aktivitas siswa 78,9%, persentase kemampuan guru 90,6%, serta tanggapan siswa secara umum merasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian ini diperoleh simpulan bahwa melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII A SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. Saran yang dapat diajukan adalah model pembelajaran berbasis masalah sebaiknya dilaksanakan oleh guru mata pelajaran matematika kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-705148728430365196?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/705148728430365196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/705148728430365196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_24.html' title='ABSTRAK'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-7009315991962497468</id><published>2010-09-24T15:45:00.000+07:00</published><updated>2010-09-24T15:47:20.620+07:00</updated><title type='text'>MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IX A SMP 2 GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK TABUNG, KERUCUT DAN BOLA MELALUI IMP</title><content type='html'>ANSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya matematika muncul dari kehidupan nyata sehari-hari, oleh karena itu proses pembelajaran matematika harus dapat menghubungkan antara ide abstrak matematika dengan suatu situasi nyata yang pernah dialami siswa ataupun yang dapat dipikirkan siswa, maka dalam setiap pembelajaran diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual yang akrap dengan kehidupan nyata sehari-hari. Peserta didik kelas IX SMP 2 Gebog masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal – soal yang berkaitan dengan geometri ruang, sehingga hasil belajar peserta didik kelas IX tahun pelajaran 2005/2006 dalam pokok bahasan bangun ruang, masih sangat rendah. Akibatnya presentase penguasaan materi soal matematika ujian nasional SMP/MTs tahun pelajaran 2005/2006 untuk menyelesaikan volum bangun ruang hanya mencapai 58,97 sedangkan untuk menyelesaikan soal tentang luas bangun ruang hanya mencapai 63,25. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apakah&lt;br /&gt;melalui implementasi pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX A SMP 2 Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok tabung, kerucut dan bola? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa kelas IX A SMP 2 Gebog Kudus tahun pelajaran 2006 / 2007 dalam materi pokok tabung, kerucut dan bola melalui implementasi pendekatan kontekstual .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa selama proses pembelajaran dan pemberian soal tes pada setiap akhir siklus serta hasil reflaksi siwa pada setiap akhir pembelajaran, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran diambil dari lembar pengamatan terhadap guru. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah : siswa dianggap tuntas belajar jika mencapai skor ≥ 60 %, sedangkan kelas dianggap tuntas belajar jika kelas tersebut terdapat 85 % siswa yang mencapai daya serap ≥ 60 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian pada siklus 1 menunjukkan bahwa prosentase ketuntasan belajar siswa adalah 68,18 % sehingga kelas belum tuntas belajar dan prosentase keaktifan siswa adalah 69,17 %, sedangkan hasil penelitian pada siklus 2 menunjukkan bahwa prosentase ketuntasan belajar siswa adalah 90,83 % sehingga kelas sudah tuntas belajar dan prosentase keaktifan siswa adalah 86,36 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian ini dapat diperoleh simpulan bahwa dengan menggunakan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil peserta didik kelas IX A SMP 2 Gebog tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok tabung, kerucut dan bola. Saran yang dapat diajukan adalah para guru dalam melaksanakan pembelajaran juga diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-7009315991962497468?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7009315991962497468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7009315991962497468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/meningkatkan-hasil-belajar-peserta.html' title='MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IX A SMP 2 GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK TABUNG, KERUCUT DAN BOLA MELALUI IMP'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3453990271336507408</id><published>2010-09-24T15:35:00.000+07:00</published><updated>2010-09-24T15:40:25.149+07:00</updated><title type='text'>MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR KONSEP SISTEM INDERA MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN MODEL STAD DI MTS AL AS</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat keaktifan siswa kelas VIII E MTs Al Asror Gunungpati tahun ajaran 2006/ 2007 sebelum penelitian sebesar 10% dan rata-rata hasil belajarnya 52,15. Pembelajaran STAD banyak memberikan kesempatan siswa saling mengemukakan pendapat, bertanya, dan menjawab, maka semua siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran Sistem Ekskresi terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa (Sukmawati, 2005), maka pada penelitian ini dicoba diterapkan pada&lt;br /&gt;konsep Sistem Indera Manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada proses belajar mengajar konsep Sistem Indera Manusia melalui model pembelajaran STAD. Penelitian tindakan kelas ini terdiri atas 3 siklus, dengan 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dilakukan pada 40 siswa kelas VIII E MTs Al Asror Gunungpati tahun ajaran 2006/ 2007. Pada penelitian ini ada dua data. Data pertama berupa data kualitatif yang terdiri atas aktivitas siswa, kinerja guru, tanggapan siswa dan&lt;br /&gt;guru terhadap proses pembelajaran yang diukur dengan lembar observasi, kuesioner, dan lembar wawancara. Data kedua berupa data kuantitatif yang terdiri atas hasil belajar ranah kognitif yang diukur dengan tes pilihan ganda, dan hasil belajar ranah psikomotorik yang diukur dengan check list. Data dianalisis dengan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model STAD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar konsep Sistem Indera Manusia di MTs Al Asror&lt;br /&gt;Gunungpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: aktivitas siswa, hasil belajar siswa, STAD.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3453990271336507408?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3453990271336507408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3453990271336507408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/meningkatkan-aktivitas-dan-hasil.html' title='MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR KONSEP SISTEM INDERA MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN MODEL STAD DI MTS AL AS'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-1162613319911756718</id><published>2010-09-24T15:19:00.002+07:00</published><updated>2010-09-24T15:25:39.031+07:00</updated><title type='text'>APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SMA NEGERI 01 BAWANG KABUPATEN BATANG DENGAN MICROSOFT VISUAL BASIC VERSI 6.0</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah adalah sebuah lembaga formal yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sekolah sebagai suatu instansi pemerintah di bidang pendidikan banyak melakukan pengolahan data siswa, data guru maupun data karyawan dalam jumlah data yang besar. Perubahan data tersebut harus tersimpan dengan baik. Dalam pengolahan data kebanyakan dari pihak sekolah&lt;br /&gt;menggunakan sistem manual, di mana data yang ada berupa setumpuk rekaman yang disimpan dalam rak berkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang dihadapi adalah bagaimana cara membuat dan mengolah program database pegawai dan siswa SMA Negeri 1 Bawang dan bagaimana proses kerja program sehingga dapat menghasilkan program database di SMA Negeri 1 Bawang, yang bertujuan untuk mengetahui Database SMA Negeri 01 Bawang dan juga mengetahui kelebihan sistem dengan menggunakan Microsoft Visual Basic. Sehingga dapat bermanfaat untuk membantu para pegawai SMA&lt;br /&gt;Negeri 1 Bawang dalam pencarian data pegawai dan siswa dengan menggunakan database, dapat menggunakan keunggulan dari Microsoft Visual Basic dalam penanganan database SMA Negeri 1 Bawang dan memudahkan dalam pencarian data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data baik melalui wawancara maupun dokumentasi yang ada di sekolah. Perncanaan program dilakukan dengan memanfaatkan dan mengembangkan software Microsoft Visual Basic 6.0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Kegiatannya adalah berupa form Menu Utama berisi menu-menu yang ada dalam Aplikasi tersebut yang dapat diakses oleh user umum dan juga digunakan untuk Login Siswa, Guru dan Tata Usaha. Sedangkan form yang lain adalah Form Input Data, Form edit data, Form Group (Menu), From Pencarian dan Form Laporan/Report serta form programmer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas maka disimpulkan sebagai berikut: Pembuatan Program Sistem Informasi Manajemen SMA Negeri 1 Bawang dibuat dengan mamanfaatkan software Microsoft Visual Basic Versi 6.0 dengan memadukan database yang dibuat dan menggunakan program Ms. Acses yang melalui 4 tagap, yaitu: Tahapan Studi Kelayakan, Tahapan Rancangan Pendahuluan, Tahapan Analisis Sistem dan Tahapan Perancangan Sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program database yang telah dibuat dapat membantu dalam pengolahan Sistem Informasi Manajemen Database SMA Negeri 01 Bawang supaya lebih cepat, mudah, menarik, rapi dan efisien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-1162613319911756718?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1162613319911756718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1162613319911756718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/aplikasi-sistem-informasi-manajemen-sma.html' title='APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SMA NEGERI 01 BAWANG KABUPATEN BATANG DENGAN MICROSOFT VISUAL BASIC VERSI 6.0'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6210515475148559206</id><published>2010-09-24T15:10:00.002+07:00</published><updated>2010-09-24T15:14:42.418+07:00</updated><title type='text'>VARIASI TINDAK TUTUR DALAM KURSUS PANATACARA PERMADANI SEMARANG</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursus panatacara merupakan kegiatan yang diadakan dalam rangka melestarikan budaya Jawa. Kursus tersebut tidak hanya mempelajari bahasa Jawa tetapi kebudayaan Jawa yang harus tetap dijunjung tinggi. Dalam kegiatannya terjadi proses komunikasi antara individu satu dengan yang lain sehingga terjadi keragaman tuturan. Pada sebuah komunikasi terkandung maksud yang ingin disampaikan oleh seorang penuturnya. Maksud tuturan tersebut hanya dapat diidentifikasi melalui konteks tutur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah penelitian ini meliputi 1 tindak tutur apa sajakah yang digunakan dalam kursus Panatacara Permadani Semarang di lihat dari modus, kelangsungan, dan daya tutur 2 tindak tutur apa yang dominan digunakan dalam kursus Panatacara Permadani Semarang di lihat dari modus, kelangsungan, dan daya tutur. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini bertujuan 1 mendeskripsi tindak tutur dalam kursus Panatacara Permadani Semarang, 2 mendeskripsi tindak tutur yang dominan dalam kursus Panatacara Permadani Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian diambil saat pertemuan kursus Panatacara berlangsung berupa variasi tindak tutur yang digunakan oleh peserta dan pelatih kursus panatacara. Pengumpulan data menggunakan tehnik simak bebas libat cakap (SBLC), tehnik rekam, dan tehnik catat. Analisis data menggunakan identifikasi. Penyajian hasil data disajikan dengan metode informal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis data penelitian ditemukan 3 jenis tindak tutur berdasarkan daya tutur meliputi lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak tutur lokusi ditemukan tindak tutur menyatakan sesuatu. Tindak tutur ilokusi ditemukan 8 jenis tindak tutur meliputi pengumuman, melaporkan, menyarankan, mengusulkan, bertanya, mengucapkan selamat, mendesak, dan berterima kasih.&lt;br /&gt;Tindak tutur perlokusi ditemukan 4 jenis tindak tutur meliputi menakut-nakuti, membujuk, membuat jengkel, dan melegakan. Tindak tutur berdasarkan modus tutur dalam kursus Panatacara Permadani Semarang ditemukan 5 jenis tindak tutur antara lain tindak tutur representatif, meliputi menyatakan, mengakui, menunjukkan, dan memberi kesaksian, tindak tutur direktif meliputi meminta, memohon, dan mendesak, tindak tutur komisif ditemukan tindak tutur menyatakan kesanggupan, tindak tutur ekspresif juga ditemukan tindak tutur&lt;br /&gt;mengucapkan selamat, tindak tutur deklarasi meliputi melarang dan memutuskan. Berdasarkan kelangsungan tutur ditemukan tindak tutur langsung harfiah dan tidak langsung harfiah. Berdasarkan analisis data jenis tindak tutur pada kursus Panatacara Permadani Semarang menurut modus tuturnya, tindak tutur yang paling dominan adalah tindak tutur representatif. Berdasarkan daya tuturnya, tindak tutur yang paling dominan adalah tindak tutur ilokusi. Berdasarkan kelangsungan tutur , tindak tutur yang paling dominan adalah tuturan langsung&lt;br /&gt;harfiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran supaya ada penelitian lanjutan untuk meneliti bahasa Jawa dengan kajian yang berbeda dari penelitian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Variasi Tindak Tutur, Kursus Panatacara, Permadani Semarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6210515475148559206?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6210515475148559206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6210515475148559206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/variasi-tindak-tutur-dalam-kursus.html' title='VARIASI TINDAK TUTUR DALAM KURSUS PANATACARA PERMADANI SEMARANG'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-2439031555249453593</id><published>2010-09-24T15:04:00.002+07:00</published><updated>2010-09-24T15:07:18.148+07:00</updated><title type='text'>SOSOK TOKOH SARIDIN DALAM SENI KETHOPRAK TERHADAP PENANAMAN BUDI PEKERTI SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAJARAN BAHASA JAWA</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Saridin dalam versi kethoprak mempunyai peran yang sangat penting bagi generasi muda dalam pembinaan nilai-nilai pendidikan, hal ini menunjukkan bahwa hampir semua ajaran moral, keagamaan, dan ekspresi kesenian terdapat dalam kethoprak lakon Saridin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat latar belakang yang telah dikemukakan, rumusan masalah pada penelitin ini adalah bagaimana struktur cerita Saridin versi kethoprak, nilai– nilai pendidikan apa saja yang terdapat dalam cerita Saridin versi kethoprak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penelitian ini dapat mengetahui struktur cerita Saridin versi kethoprak, dapat mengetahui dan memahami nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita Saridin versi kethorak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca yaitu dapat menambah wawasan dan mengetahui lebih lanjut mengenai cerita Saridin dalam versi kethoprak dan menambah khasanah dalam bidang ilmu sastra serta dapat meningkatkan budi pekerti siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode penelitian ini menggunakan metode struktural dengan pendekatan objektif, data berupa teks kethoprak dan sumber data berupa kaset CD penelitian ini dianalisis dengan pendekatan objektif teori strukturalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerita Saridin dalam versi kethoprak menggunakan struktur cerita yang meliputi alur, penokohan atau karakter tokoh, setting atau latar, dan tema. Dari struktur cerita tersebut sehingga dapat diketahui adanya nilai-nilai pendidikan diantaranya nilai pendidikan ketuhanan, nilai pendidikan budi pekerti/kesusilaan, nilai pendidikan sosial&lt;br /&gt;kemasyarakatan, dan nilai moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyarankan agar cerita Saridin dalam kethoprak ini dikembangkan atau dapat dijadikan sebuah buku cerita. Dan supaya dapat digunakan sebagai bahan ajar di SLTP khususnya pembelajaran apresiasi sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Cerita Saridin Versi Kethoprak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-2439031555249453593?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2439031555249453593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2439031555249453593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/sosok-tokoh-saridin-dalam-seni.html' title='SOSOK TOKOH SARIDIN DALAM SENI KETHOPRAK TERHADAP PENANAMAN BUDI PEKERTI SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAJARAN BAHASA JAWA'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6879490106305280278</id><published>2010-09-24T14:55:00.002+07:00</published><updated>2010-09-24T15:00:00.802+07:00</updated><title type='text'>PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYAMPAIKAN INFORMASI DENGAN TEKNIK INFORMATION GAP PADA SISWA KELAS VIII-D SMP NEGERI 5 SEMARANG TAHUN AJARAN 2005/2006</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara merupakan keterampilan yang sangat penting karena di dalamnya mengandung informasi yang ingin disampaikan. Namun, pada proses pembelajaran masih sering terjadi misunderstanding informasi antara guru dengan siswa. Pembelajaran berbicara pun belum dilaksanakan dengan baik Berdasarkan hasil observasi, kelas VIII-D SMP Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2005/2006 adalah kelas yang tingkat keterampilan berbicaranya paling rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana perubahan perilaku belajar siswa kelas VIII-D SMP Negeri 5 Semarang dalam menyampaikan informasi setelah diberikan tindakan pembelajaran dengan teknik information gap? Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsi perubahan perilaku belajar siswa kelas VIII-D SMP Negeri 5 Semarang dalam menyampaikan informasi setelah diberikan tindakan pembelajaran melalui teknik information gap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menerapkan teknik information gap dalam pembelajaran menyampaikan informasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus, masing-masing terdiri atas 4 tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Sumber datanya adalah siswa kelas VIII-D SMP Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2005/2006 sebanyak 46 siswa. Teknik yang diterapkan yaitu: siswa berlatih berbicara, guru menampilkan gambar dan menghadirkan narasumber, guru melakukan simulasi dan pemodelan, siswa&lt;br /&gt;bertanya kepada narasumber, dan siswa menyampaikan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa yang positif. Tindakan yang dilakukan guru pada siklus I berupa pemberian simulasi dan pemodelan cara menyampaikan informasi dengan teknik information gap, memberi rumus 5W+H dalam menyampaikan informasi, memberi siswa kesempatan berlatih berbicara, dan memberi pilihan gambar dengan tema sama. Siswa memberi reaksi positif dengan cara menyampaikan informasi sesuai&lt;br /&gt;tindakan guru. Berdasarkan refleksi siklus I perlu adanya pengubahan tema. Tindakan perbaikan yang dilakukan guru pada siklus II berupa: mengubah tema dengan 7 tema berbeda, menunjukkan kesalahan yang masih dilakukan siswa dan cara memperbaikinya, serta memberi penegasan rumus 5W+H dalam menyampaikan informasi. Siswa memberi reaksi lebih positif karena siswa lebih maksimal melakukan pembelajaran. Perubahan perilaku belajar siswa ditunjukkan dengan: pada pembelajaran siklus I, siswa masih banyak yang ramai, bercanda&lt;br /&gt;sendiri, kurang bertanggung jawab terhadap tugasnya, merasa bosan, dan bermalas-malasan. Namun, pada pembelajaran siklus II siswa terlihat lebih tenang, serius, lebih bertanggung jawab, dan antusias mengikuti pembelajaran. Perubahan perilaku itu mengakibatkan peningkatan keterampilan menyampaikan informasi sebesar 18,75% yaitu 68,30 pada siklus I menjadi 81,11 pada siklus II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa telah terjadi perubahan perilaku belajar siswa ke arah positif yang diikuti dengan peningkatan keterampilan menyampaikan informasi siswa setelah diterapkan pembelajaran menyampaikan informasi dengan teknik information gap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: keterampilan berbicara, menyampaikan informasi, pendekatan kontekstual, teknik information gap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6879490106305280278?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6879490106305280278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6879490106305280278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/peningkatan-keterampilan-menyampaikan.html' title='PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYAMPAIKAN INFORMASI DENGAN TEKNIK INFORMATION GAP PADA SISWA KELAS VIII-D SMP NEGERI 5 SEMARANG TAHUN AJARAN 2005/2006'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-2305007457599870925</id><published>2010-09-24T14:44:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T14:53:25.875+07:00</updated><title type='text'>PENGEMBANGAN BENTUK PENYAJIAN KESENIAN TRADISIONAL EMPRAK SIDO MUKTI DI DESA KEPUK KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, membawa salah satu dampak semakin derasnya arti budaya asing yang melanda kehidupan masyarakat. Maka perlu adanya upaya penggalian pembinaan dan pengembangan unsur-unsur budaya asli Indonesia, khususnya kesenian tradisional Emprak Sido Mukti yang berkembang di Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan hal tersebut di atas penelitian ini mengajukan permasalahan, 1) Bagaimana asal usul Kesenian Emprak Sido Mukti di Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara?, 2) Bagaimana pengembangan bentuk penyajian Kesenian Emprak Sido Mukti?, 3) Faktor-faktor apa yang menjadi penghambat dan pendukung dalam pengembangan Kesenian Emprak Sido Mukti di Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Bertolak dari permasalahan tersebut tujuan penelitian sesuai dengan masalah, 1) Untuk mengetahui asal-usul Kesenian Emprak Sido Mukti Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, 2) Untuk mengetahui pengembangan yang dilakukan oleh Kesenian Emprak Sido Mukti. 3) Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat serta faktor pendukung bagi pengembangan kesenian Emprak Sido Mukti.&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian Kesenian Emprak Sido Mukti di Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Sasaran penelitian pengembangan bentuk penyajian Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara pada tahun 1971 dengan tahun 2007, serta faktor-faktor yang menghambat dan mendukung bagi pengembangan Kesenian Emprak Sido Mukti. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah tehnik observasi, wawancara, dan tehnik dokumentasi. Selanjutnya analisis data ditempuh dengan cara mereduksi, mengklasifikasi, mendeskripsikan dan menyimpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesenian Emprak Sido Mukti Desa Kepuk mengalami beberapa perubahan pengembangan seperti perubahan gerak, jumlah pemain, perubahan tata rias, perubahan kostum dan pola lantai. Hal ini disebabkan karena adanya usaha pengembangan yang terus dilakukan oleh ketua grup Kesenian Emprak Sido Mukti dan masyarakat pendukung. Walaupun terdapat hal-hal yang menghambat pengembangan Kesenian Emprak Sido Mukti yaitu adanya beberapa anggota yang keluar dari kelompok Kesenian Emprak Sido Mukti dengan alasan tidak diperbolehkan suami karena waktu untuk keluarga tersita. Mencari pengganti dari pemain yang keluar sangat sulit karena pemain Kesenian Emprak membutuhkan bakat seni. Honor yang diterima oleh pemain kurang memadai sehingga pemain mencari sampingan di luar kelompok Kesenian Emprak. Dan pada waktu dibutuhkan untuk main sangat sulit untuk menemuinya. Faktor pendukung pengembangan Kesenian Emprak Sido Mukti adalah adanya kemakmuran dan kesejahteraan warga, sehingga panggilan tanggapan yang sering diterima oleh Kesenian Emprak Sido Mukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dari hasil penelitian disarankan pertama, perlu adanya suatu perjanjian kontrak masa kerja agar tidak mudah keluar dari kelompok. Kedua, perlu ada regenerasi untuk menanamkan minat dan bakat. Ketiga, perlu adanya peningkatan honor pemain untuk pesejahteraan pada penari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-2305007457599870925?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2305007457599870925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2305007457599870925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/pengembangan-bentuk-penyajian-kesenian.html' title='PENGEMBANGAN BENTUK PENYAJIAN KESENIAN TRADISIONAL EMPRAK SIDO MUKTI DI DESA KEPUK KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3192104042037577542</id><published>2010-09-24T14:39:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T14:42:23.334+07:00</updated><title type='text'>PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING DENGAN MEDIA TEKS LAGU PADA SISWA KELAS X-7 SMA NEGERI 1 PEMALANG</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek bersastra SMA kelas X untuk subaspek menulis menyebutkan bahwa peserta didik harus mampu mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen. Dalam hal ini siswa dituntut untuk mampu menulis cerpen yang baik, namun kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang masih rendah. Rendahnya kemampuan menulis tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa&lt;br /&gt;sendiri, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari lingkungan siswa. Guru masih terbiasa dengan metode pembelajaran yang monoton dan terkesan hanya mengejar meteri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang digunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah 1) seberapa besar peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X SMA N 1 Pemalang, dan 2) adakah perubahan tingkah laku siswa dalam pembelajaran menulis cerpen setelah mengikuti pembelajaran melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1&lt;br /&gt;Pemalang. Tujuan Penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang dan 2) mendeskripsikan perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pada siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis kelas. Dengan demikian penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi dua siklus. Tiap-tiap siklus dilakukan secara teratur yang terdiri atas empat tahap, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Data penelitian yang diambil melalui tes dan nontes. Alat pengambilan data tes yang digunakan berupa instrumen tes perbuatan yang berisi aspek-aspek kriteria penilaian kemampuan menulis cerpen berupa penilaian kemampuan menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Alat pengambilan data nontes&lt;br /&gt;yang digunakan berupa pedoman observasi, wawancara, jurnal, angket, dan dokumentasi foto. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu, kemampuan menulis cerpen siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang meningkat sebesar 20,44% setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pratindakan sebesar 61,30 dan pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 68,62, kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77,05 atau meningkat sebesar 12,29% dari siklus I. Perilaku&lt;br /&gt;siswa kelas X-7 SMA Negeri 1 Pemalang setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen melalui metode latihan terbimbing dengan media teks lagu pun mengalami perubahan ke arah positif. Perubahan tersebut ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih serius dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerpen. Selanjutnya, dari hasil penelitian tersebut, penulis memberikan saran 1) guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan metode latihan terbimbing dengan media teks lagu dalam membelajarkan menulis cerpen kepada siswa, 2) peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa dengan metode yang&lt;br /&gt;berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Keterampilan menulis cerpen, metode latihan terbimbing, media teks lagu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3192104042037577542?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3192104042037577542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3192104042037577542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/peningkatan-keterampilan-menulis-cerpen.html' title='PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING DENGAN MEDIA TEKS LAGU PADA SISWA KELAS X-7 SMA NEGERI 1 PEMALANG'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3530566326176241994</id><published>2010-09-24T14:23:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T14:30:12.552+07:00</updated><title type='text'>KORELASI ANTARA PERSEPSI GURU TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA PRANCIS DENGAN PELAKSANAAN PENGAJARAN BAHASA PRANCIS DI SMA SE-KOTA SEMARANG</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan pengajaran yang baik dapat dipengaruhi oleh persepsi guru tentang mata pelajaran yang diampunya. Mengajar yang dilandasi oleh persepsi yang positif akan memperoleh hasil yang baik karena dengan adanya persepsi terhadap mata pelajaran yang baik dalam diri guru (khusunya bahasa Prancis) akan mendorong guru untuk meningkatkan usaha-usaha dalam melaksanakan pengajaran bahasa Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara persepsi guru terhadap mata pelajaran bahasa Prancis dengan pelaksanaan pengajaran bahasa Prancis di SMA se-kota Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variabel dalam penelitian ini adalah persepsi guru terhadap mata pelajaran bahasa Prancis dan pelaksanaan pengajaran bahasa Prancis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru bahasa Prancis SMA di kota Semarang. Teknik sampel yang digunakan adalah quota area random sample. Dengan teknik tersebut didapat sampel 5 orang guru bahasa Prancis di kota Semarang. Untuk mengumpulkan data digunakan metode angket dan observasi. Metode angket digunakan untuk memperoleh data mengenai persepsi guru terhadap mata pelajaran bahasa Prancis, sedangkan observasi untuk memperoleh data di lapangan mengenai pelaksanaan pengajaran bahasa Prancis di SMA. Penelitian ini menggunakan validitas konstruk dan untuk mengukur reliabilitas angket digunakan rumus alpha. Data yang diperoleh dianalisis dengan&lt;br /&gt;menggunakan rumus product moment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil analisis diperoleh nilai r hitung = - 0,713, sedangkan r tabel adalah = 0,878. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa korelasi antara persepsi guru terhadap mata pelajaran bahasa Prancis dengan pelaksanaan pengajaran bahasa Prancis tidak signifikan. Korelasi antara keduanya adalah negatif atau korelasi yang berlawanan arah, jadi semakin besar persepsi guru terhadap mata pelajaran bahasa Prancis maka pelaksanaan pengajaran bahasa Prancis akan semakin rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Persepsi, Pelaksanaan Pengajaran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3530566326176241994?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3530566326176241994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3530566326176241994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/korelasi-antara-persepsi-guru-terhadap.html' title='KORELASI ANTARA PERSEPSI GURU TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA PRANCIS DENGAN PELAKSANAAN PENGAJARAN BAHASA PRANCIS DI SMA SE-KOTA SEMARANG'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3871912996410376129</id><published>2010-09-24T14:05:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T14:08:53.797+07:00</updated><title type='text'>PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DRAMA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL KOMPONEN PEMODELAN PADA SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 3 UNGARAN</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan menulis teks drama siswa kelas VIII E SMP Negeri 3 Ungaran belum bisa memperoleh hasil yang maksimal atau memuaskan. Hal ini disebabkan strategi yang digunakan oleh guru kurang tepat. Dalam proses pembelajaran guru hanya memberikan penjelasan atau guru hanya ceramah dalam menyampaikan pembelajaran, sehingga siswa tidak terlibat secara aktif. Perilaku siswa dalam mengikuti pembelajaan pun belum menunjukkan adanya perilaku yang positif. Dalam hal ini siswa kurang berminat dan kurang senang untuk mengikuti&lt;br /&gt;pembelajaran tersebut. Hal ini dikarenakan tidak ada motivasi yang dapat menstimulus siswa untuk menciptakan teks drama yang lebih baik lagi. Dengan menggunakan teks drama sebagai model dalam pembelajaran menulis teks drama melalui pendekatan kontekstual komponen pemodelan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis teks drama siswa sesuai dengan kompetensi dasar yang sudah ditentukan di dalam kurikulum 2006. Dan mampu&lt;br /&gt;meningkatkan minat serta mampu memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis teks drama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan paparan di atas, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Apakah dengan menerapkan pendekatan kontekstual komponen pemodelan mampu meningkatkan minat dan motivasi siswa kelas VIII E SMP Negeri 3 Unagaran dalam pembelajaran menulis teks drama dan (2) Bagaimana perubahan perilaku siswa kelas VIII E SMP Negeri 3 Unagaran dalam pembelajaran menulis teks drama dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan peningakatan kemampuan menulis teks drama dan perubahan perilaku siswa kelas VIII E SMP&lt;br /&gt;Negeri 3 Ungaran setelah mengikuti pembelajaran menulis teks drama. Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah secara teoretis dapat memberikan masukan pengetahuan tentang teori pembelajaran menulis teks drama dan secara praktis sangat bermanfaat bagi guru, siswa, dan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tinadakan kelas (PTK). Subjek penelitiannya adalah kemampuan menulis teks drama siswa kelas VIII E SMP Negeri 3 Ungaran. Data dalam penelitian diperoleh dari instrumen tes dan instrumen nontes. Instrumen tes berupa tes menulis teks drama. sementara instrumen nontes berupa pedoman obervasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Validitas instrumen dilakukan dengan mengkonsultasikan instrumen tersebut&lt;br /&gt;kepada dosen pembimbing dan guru bahasa Indonesia di sekolah yang bersangkutan. Analisis data tes dilakukan dengan teknik kuantitatif. Adapun untuk data nontes dianalisis dengan teknik kualitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang diperoleh setelah penilitian dilaksanakan cukup memuaskan. Secara umum siswa dapat dikatakan sudah mengalami peningkatan dalam pembelajaran menulis teks drama. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa sudah memenuhi batas ketuntasan yang telah ditentukan. Perilaku siswa pun mengalami perubahan. Siswa lebih antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran menulis teks drama. Situasi kelas pun lebih kondusif sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil analisis tes tersebut, penulis menyarankan agar dalam proses pembelajaran menulis teks drama, guru hendaknya menggunakan teks drama sebagai model dalam pembelajaran melalui pendekatan konetsktual komponen pemodelan, sehingga dapat memudahkan siswa dalam menulis teks drama karena dari model tersebut siswa dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan teks drama. Dan siswa juga dapat melihat secara langsung bentuk teks drama. selain itu, model tersebut dapat membangkitkan minat siswa untuk mengikuti pembelajaran menulis teks drama dan dapat memotivasi siswa untuk menulis teks drama yang lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3871912996410376129?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3871912996410376129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3871912996410376129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/peningkatan-kemampuan-menulis-teks.html' title='PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DRAMA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL KOMPONEN PEMODELAN PADA SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 3 UNGARAN'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-557497929195491410</id><published>2010-09-24T13:55:00.003+07:00</published><updated>2010-09-24T13:58:33.150+07:00</updated><title type='text'>REPRODUKSI DAN PRODUKSI PADA WANITA KERJA (Studi : Buruh Wanita Pada Perusahaan Rokok “Alam Subur” di Kraksaan, Probolinggo)</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum kegiatan wanita dipisahkan menjadi kegiatan produktif dan reproduktif. Pemisahan ini dilakukan berdasarkan nilai ekonomis kegiatan, kegiatan tersebut yang diukur dengan perolehan uang. Dalam hal ini reproduksi atau reproduktif diukur dengan peran wanita sebagai ibu, yang melahirkan keturunan dan mengatur rumah tangga; sedangkan kegiatan&lt;br /&gt;produksi dikaitkan dengan peran wanita sebagai pekerja keluarga yang menghasilkan uang (Moree; 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang diatas, maka penelitian ini berusaha menelaah kondisi pekerja wanita pada industri rokok “Alam Subur” di Kraksaan, Probolinggo; khususnya pada pekerja bagian produksi meliputi jenis kerja : perpak, bandrol, linting,dan gunting. Khususnya, penelitian ini dari sisi pekerja ingin diketahui :&lt;br /&gt;1. Mengetahui karakteristik pekerja wanita, mengenai : pengalaman kerja sebelumnya, alasan wanita memilih bekerja pada industri rokok dan karakteristik kegiatan pekerja pada industri rokok “Alam Subur”.&lt;br /&gt;2. Mengetahui pembagian kerja dan alokasi waktu rumah tangga pekerja wanita serta faktor-faktor yang mempengaruhi curahan waktu pekerja wanita pada industri rokok, yang akan mencerminkan strategi wanita untuk melaksanakan kegiatan produktif dan reproduktif wanita.&lt;br /&gt;3. Mengetahui sumbangan pekerja wanita pada industri rokok terhadap pendapatan rumah tangga, tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga, tingkat kecukupan hidup rumah tangga wanita pada industri rokok, dan persepsi wanita terhadap pekerjaan dan terhadap upah sebagai&lt;br /&gt;perwujudan kegiatan produktif wanita.&lt;br /&gt;4. Mengetahui kondisi pekerja wanita pada industri rokok dalam pembangunan yang sedang berlangsung sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah secara purposive sampling sebanyak 50 orang dari 585 pupulasi yang ada, sedangkan teknik analisa data yang digunakan di cross tabulasi dan persentase, dan selanjutnya dari masing-masing tabel akan dideskripsikan&lt;br /&gt;secara kualitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil analisa dan interpretasi data diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1, karakteristik pekerja wanita ditinjau dari pengalaman kerja sebelumnya, maka mereka pernah bekerja sebelumnya sebagai buruh tani 10 orang (20%); di pabrik mie 11 orang (22%); sebagai&lt;br /&gt;pembantu rumah tangga 15 orang (30%); dan mlijo 14 orang (28%), disamping itu yang bekerja kurang dari 5 tahun ada 25 orang (50%) dan antara 5– 10 tahun ada 25 orang (50%). Tabel 2, karakteristik pekerja wanita, ditinjau dari alasan bekerja pada PR “Alam Subur”, maka 36 orang&lt;br /&gt;(72%) atas keinginan sendiri; sedangkan sisanya ada 14 orang (28%) adalah motivasi ekstrinsik. Tabel 3, jenis kerja sektor produksi yang di ambil meliputi, jenis kerja perpak 6 orang; bandrol 4 orang; giling 36 orang; dan gunting 4 orang. Selanjutnya tabel 4 mengenai besar pendapatan, 4 orang (8%) berpendapatan kecil; 30 orang (60%) berpendapatan sedang; 16 orang (32%) berpendapatan besar. Mengenai besar beban tanggungan (tabel 5) yaitu ada 16 orang (32%) kurang dari 3; 11 orang (22%) antara 3-5; 18 orang (36%) lebih dari 5 beban tanggungan. Tabel 6 mengenai jumlah anak yang dimiliki, ada 4 orang (8%) yang belum punya; 13 orang (26%) kurang dari 2; 23 orang (46%) antara 2-3 dan 10 orang (20%) memiliki anak Balita (1-5&lt;br /&gt;tahun); 12 orang (24%) memiliki anak usia lebih dari 5 tahun. Selanjutnya tabel 8, yaitu mengenai cara pengurusan anak sewaktu ditinggal bekerja adalah sebagai berikut : ada 26 orang (52%) diasuh oleh famili; 4 orang (8%) dititipkan tetangga; dan 16 orang (32%) diasuh sendiri. Selanjutnya pada tabel 9 mengenai distribusi konsumsi per bulan adalah sebagai berikut : ada&lt;br /&gt;29 orang (58%) untuk makan; 13 orang (26%) untuk pendidikan; dan 8 orang (16%) untuk kesehatan. Selanjutnya tabel 10 mengenai sumbangan pendapatan pekerja wanita dalam rumah tangga, maka ada 4 orang (8%) yang memberi sumbangan kecil; 30 orang (60%) memberi sumbangan sedang; dan 16 orang (32%) memberi sumbangan besar. Tabel 11 mengenai&lt;br /&gt;tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga adalah sebagai berikut : 2 orang (4%) katagori pra sejahtera; 18 orang (36%) sejahtera I; dan 30 orang masuk sejahtera II. Selanjutnya tabel 12 mengenai cita-cita bekerja di PR “Alam Subur” yaitu 24 orang (48%) akan bekerja terus sampai pensiun dan 26 orang (52%) akan berhenti kerja bila ada pekerjaan yang lebih baik. Selanjutnya tabel 13 keikutsertaan wanita pekerja dalam kegiatan pembangunan ekonomi , ada 14 orang (28%) ikut kegiatan PKK di kampung; 17 orang (34%) ikut program KB dan 19 orang (38%) ikut kegiatan yang diadakan pabrik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-557497929195491410?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/557497929195491410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/557497929195491410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/reproduksi-dan-produksi-pada-wanita.html' title='REPRODUKSI DAN PRODUKSI PADA WANITA KERJA (Studi : Buruh Wanita Pada Perusahaan Rokok “Alam Subur” di Kraksaan, Probolinggo)'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4876898188776657674</id><published>2010-09-24T13:08:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T13:26:49.817+07:00</updated><title type='text'>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA PADA KELUARGA PETANI DI DESA PURWOJATI KECAMATAN KERTEK KABUPATEN WONOSOBO</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan studi pendahuluan di Desa Purwojati diperoleh jumlah balita pada keluarga petani yang mengalami gizi kurang sebanyak 1,89%, dan gizi buruk sebanyak 0,96%. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita pada keluarga petani di Desa Purwojati Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh balita keluarga petani sejumlah 208. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 balita. Variabel dalam penelitian ini adalah pendapatan keluarga, tingkat pengetahuan gizi ibu, tingkat pendidikan ibu, besarnya keluarga, status pekerjaan ibu, pantangan makan balita, tingkat konsumsi energi dan protein sebagai variabel bebas. Sedangkan variabel terikat adalah status&lt;br /&gt;gizi balita. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Dacin atau timbangan balita, 2) Kuesioner, 3) Formulir recall 3X24 jam. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square dengan α = 0,050.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil analisis bivariat faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita antara lain: pendapatan keluarga p = 0,002, RP=11,200, (95% CI=1,575-79,649), tingkat pengetahuan ibu p= 0,001, RP=11,897, (95% CI=1,672-84,658), tingkat konsumsi energi p= 0,000, RP=22,500, (95% CI= 5,720-88,501), tingkat konsumsi protein p= 0,000, RP=18,000, (95% CI=5,993-&lt;br /&gt;54,059). Sedangkan faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan status gizi balita antara lain: tingkat pendidikan ibu p= 0,128, RP=1,630, (95% CI=0,723- 3,671), besarnya keluarga p=0,168, RP=0,431, (95% CI=0,180-1,030), status pekerjaan ibu p= 0,470, RP=0,467, (95% CI=0,170-1,283). Saran yang dapat penulis ajukan terkait penelitian ini adalah supaya ibu balita keluarga petani, kader posyandu dan bidan setempat supaya lebih memperhatikan faktor-faktor&lt;br /&gt;yang berpengaruh terhadap status gizi balita sehingga dapat menentukan sikap yang baik bagi status gizi balitanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Faktor-faktor, Status Gizi Balita Keluarga Petani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4876898188776657674?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4876898188776657674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4876898188776657674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan.html' title='FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA PADA KELUARGA PETANI DI DESA PURWOJATI KECAMATAN KERTEK KABUPATEN WONOSOBO'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-8198494584722874653</id><published>2010-09-24T12:12:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T12:23:35.164+07:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN RESIKO PADA ASURANSI SYARI’AH DI PT. ASURANSI TAKAFUL KELUARGA PEKANBARU</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skripsi ini berjudul “Manajemen Resiko Pada Asuransi Syari’ah di PT.Asuransi Takaful Keluarga Pekanbaru”, dengan latar belakang bahwa segala benda di dunia ini memiliki resiko untuk mengalami kerusakan dan kerugian, baik bagi perorangan maupun perusahaan , dan kita ingin mengelak dari resiko dengan alasan selalu ingin aman dan tentram. Untuk menghindari kemungkinan kerugian yang diderita perusahaan, maka setiap perusahaan harus melakukan langkah indentifikasi setiap resiko yang timbul. Dengan demikian diperlukan manajemen resiko agar kerugian yang timbul dapat dihilangkan resikonya, berarti resiko perusahaan itu sudah terlindung sepenuhnya. Perusahaan asuransi hanya menanggung sebagian resiko yang ada, sedangkan sebagian besar dari resiko perusahaan harus dihadapi sendiri dan tidak bisa dipindahkan pada perusahaan asuransi. Karena itu manajemen resiko menjadi suatu keharusan adanya dalam setiap perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyelesaian tulisan ini, Penulis melakukan penelitian dengan permasalahan bagaimana manajemen resiko di PT. Asuransi Takaful Keluarga Pekanbaru, dan bagaimana peranan manajemen resiko di PT. Asuransi Takaful Keluarga Pekanbaru. Adapun tujuan Penulis ini adalah untuk mengetahui dengan jelas manajemen resiko yang diterapkan pada PT. Asuransi Takaful Keluarga Pekanbaru dan bagaimana peranan manajemen resiko tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data primer tulisan ini adalah data yang diperoleh langsung dari wawancara dengan pimpinan Perusahaan beserta karyawan PT. Asuransi Takaful Keluarga Pekanbaru, sedangkan data sekunder Penulis memperoleh dalam bentuk dokumen perusahaan, laporan dan arsip-arsip beserta buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dengan tujuan agar dapat membandingkan antara teori dan praktek di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Penulis melakukan penelitian manajemen resiko pada asuransi syari’ah di PT. Asuransi Takaful Keluarga Pekanbaru, Penulis melihat sudah ada kesesuaian antara teori dan praktek dalam manajemen resiko pada asuransi syari’ah sudah memperhatikan prinsip manajemen resiko Islam. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sudah ada kesesuaian antara teori dan praktek dalam manajemen resiko pada asuransi syari’ah di PT.Asuransi Takaful Keluarga Pekanbaru. Manajemen resiko tersebut sudah memperhatikan prinsip-prinsip manajemen resiko Islam. Namun demikian masih membutukan perbaikan-perbaikan pada bagian&lt;br /&gt;tertentu, antara lain perbaikan pada segi SDM Perusahaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-8198494584722874653?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8198494584722874653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8198494584722874653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/manajemen-resiko-pada-asuransi-syariah.html' title='MANAJEMEN RESIKO PADA ASURANSI SYARI’AH DI PT. ASURANSI TAKAFUL KELUARGA PEKANBARU'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6565770060683682257</id><published>2010-09-24T11:58:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T12:04:04.048+07:00</updated><title type='text'>PEMIKIRAN IBNU KHALDUN TENTANG PERANAN HUKUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI NEGARA</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pembangunan ekonomi yang serba cepat sekarang ini, menyebabkan terbentuknya pencapaian pemerataan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan yang utama. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan adanya peranan hukum yang membawa pengaruh untuk menyusun tata kehidupan baru tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya, perhatian tidak lagi diarahkan pada seputar penggarapan hukum, melainkan lebih dikaitkan dengan perubahan-perubahan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum lebih tampak bukan lagi sebagai perekam kebiasaan-kebiasaan yang telah membentuk di dalam bidang-bidang kehidupan masyarakat, melainkan diharapkan pula hukum dapat menjadi pengungkap yang tepat dari kekuatan baru yang menghendaki terbentuknya kesejahteraan masyarakat. Akibatnya hampir semua aspek kehidupan kita temui adanya peraturan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu pihak, Hukum berkepentingan dengan hasil yang akan diperolehnya melalui pengaturannya, dan oleh karena itu harus paham tentang seluk-beluk masalah yang akan diaturnya. Sedangkan dipihak lain, hukum juga harus menyadari bahwa faktorfaktor dan kekuatan diluar hukum juga akan memberikan pengaruhnya pula terhadap hukum serta proses bekerjanya. Sehingga dalam menyusun kebijakan hukum diperlukan adanya pertimbangan, antara lain mengenai faktor-faktor psikologis, faktor sosiologis dan letak geografis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik, yaitu pendekatan yang menggunakan cara penafsiran terhadap makna-makna yang terdapat dalam isi tulisan dari obyek penelitian yang didapatkan dan menganalisis konteksnya. Pendekatan ini diperlukan untuk memahami apa sesungguhnya yang bterkandung dalam tulisan-tulisan ibnu khaldun. Lalu bagaimana pendapat Ibnu Khaldun tentang peranan hukum dalam pembangunan ekonomi negara dan relevansinya dalam pembangunan ekonomi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khaldun berpendapat bahwa sistem hukum beserta aparat-aparatnya harus diselenggarakan atas dasar agama, dengan landasan agama inilah hukum berjalan untuk mengatur tata perekonomian masyarakat agar berjalan seimbang dan tetap dalam kerangka pertumbuhan produktifitas pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan sistem hukum diperbolehkan sesuai dengan kebutuhan yang seiring dengan perkembangan watak masyarakat dan kekuasaan. Dengan menekankan keseimbangan antara aspek keberdayaan masyarakat dalam persoalan ekonomi dan ketegasan negara dalam membuat hukum, peradaban dibangun diatas dasar agama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6565770060683682257?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6565770060683682257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6565770060683682257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/pemikiran-ibnu-khaldun-tentang-peranan.html' title='PEMIKIRAN IBNU KHALDUN TENTANG PERANAN HUKUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI NEGARA'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3081457402275079233</id><published>2010-09-24T11:40:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T11:43:00.999+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA PT. BANK SYARIAH MANDIRI DAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA Periode 1999-2001</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT. Bank Syari’ah Mandiri sebagai salah satu lembaga perbankan syari’ah yang telah berkontribusi penting terutama bagi pengusaha kecil diharapkan dapat bersaing dengan perbankan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti, dan mendapatkan bukti empiris tentang perbedaan kinerja keuangan antara PT. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001. Penelitian ini merupakan penelitian Deskripsi. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dari perusahaan yang diperoleh dari Direktori Perbankan Indonesia di Bank Indonesia. Analisis data dilakukan dengan&lt;br /&gt;menggunakan analisis rasio keuangan (financial ratio analysis), yaitu likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan efisiensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja keuangan PT. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid, solvabel, kurang profitabel, dan kurang efisien. Sementara kinerja keuangan PT. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan efisiensi selama periode 2000-2001 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid, tetapi cukup solvabel, profitabel, dan efisien. Sedangkan Kinerja keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum likuid, unsolvable, kurang profitabel dan kurang efisien. Sementara kinerja keuangan PT.&lt;br /&gt;Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan efisiensi pada tahun 2000 tergolong sebagai bank umum likuid, kurang solvabel dan profitabel, tetapi cukup efisien. Sedangkan pada tahun 2001, kinerja keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan efisiensi tergolong sebagai bank umum likuid, unsolvable, profitabel, dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Rasio keuangan, PT. Bank Syari’ah Mandiri, PT. Bank Rakyat&lt;br /&gt;.Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3081457402275079233?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3081457402275079233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3081457402275079233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/analisis-komparasi-kinerja-keuangan.html' title='ANALISIS KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA PT. BANK SYARIAH MANDIRI DAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA Periode 1999-2001'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-5205049523693750390</id><published>2010-09-24T11:27:00.000+07:00</published><updated>2010-09-24T11:28:47.916+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan studi ini adalah untuk menguji manfaat rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang. Data yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selama tiga tahun, yaitu tahun 2001, 2002 dan 2003. Pengujian hipotesis manfaat rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang menggunakan regresi berganda, uji F, dan uji t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variabel dependen dalam penelitian adalah perubahan laba dan untuk variabel independen menggunakan perubahan rasio keuangan. Terdapat 36 rasio keuangan, yang terseleksi menjadi 18 rasio keuangan, tetapi yang terbebas dari asumsi klasik adalah 6 rasio keuangan. Hasil pengujian menunjukkan GPM dan leverage dapat digunakan untuk memprediksi perubahan laba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-5205049523693750390?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5205049523693750390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5205049523693750390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/analisis-rasio-keuangan-dalam.html' title='ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-789098311951506675</id><published>2010-09-24T11:15:00.000+07:00</published><updated>2010-09-24T11:18:01.488+07:00</updated><title type='text'>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBANGUNAN RUMAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (1991-2005)</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skripsi dengan judul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembangunan Rumah di daerah Istimewa Yogyakarta (1991-2005)”. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari dua variablel yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel independen yang digunakan adalah PDRB riil Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumlah Penduduk, Laju Inflasi, dan Suku Bunga Daerah Istimewa Yogyakarta, serta variabel dependennya adalah Jumlah Pembangunan Rumah Daerah Istimewa Yogyakarta. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sekretariat Daerah Istimewa Yogyakarta serta laporan dari kantor cabang Bank Indonesia Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya yaitu apakah keempat variabel independent tersebut berpengaruh terhadap Jumlah Pembangunan Rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan jika berpengaruh, seberapa besar pengaruhnya, baik berpengaruh positif atau pun berpengaruh negatif terhadap Jumlah Pembangunan Rumah. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan analisis regresi. Data tersebut diolah dengan menggunakan program EVIEWS yang merupakan salah satu aplikasi statistik komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian yang diperoleh adalah ternyata tidak semua variabel independen (PDRB riil Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumlah Penduduk,Laju Inflasi, dan Suku Bunga Daerah Istimewa Yogyakarta) tidak semuanya signifikan terhadap jumlah pembangunan rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan hanya tiga variabel yang mampu memberikan pengaruh terhadap jumlah pembangunan rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu variabel PDRB Riil, Jumlah Penduduk, dan Laju Inflasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-789098311951506675?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/789098311951506675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/789098311951506675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html' title='FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBANGUNAN RUMAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (1991-2005)'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3768237784648248345</id><published>2010-09-24T10:40:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T10:49:49.177+07:00</updated><title type='text'>PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 13 SEMARANG</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi belajar dan Hasil belajar. Seseorang yang memiliki motivasi mempunyai kecenderungan untuk mencurahkan segala kemampuannya untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Semakin tinggi motivasi yang dimiliki siswa akan mendorong siswa belajar lebih giat lagi dan frekuensi belajarnya menjadi semakin meningkat, sehingga hasil belajarnyapun meningkat. Akan tetapi, kuat dan lemahnya motivasi setiap orang berbeda, hal itu dipengaruhi&lt;br /&gt;oleh faktor cita-cita atau aspirasi, kemampuan belajar, kondisi siswa, kondisi lingkungan siswa, unsur-unsur dinamis dalam belajar dan upaya guru dalam membelajarkan siswa. Namun, kebenaran argument ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Ada tidaknya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa dan seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMPN 13 Semarang dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMPN 13&lt;br /&gt;Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 13 Semarang Tahun ajaran 2006/2007 sebanyak 308 siswa. Pengambilan sampel melalui rumus Solvin sebanyak 75 siswa yang diambil secara proporsional random sampling. Ada 2 (dua) variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu motivasi belajar sebagai variabel bebas dengan indikator cita-cita/ aspirasi, kemampuan siswa, kondisi jasmani dan rohani siswa, kondisi lingkungan kelas, unsur dinamis belajar dan upaya guru membelajarkan siswa. Kemudian Hasil Belajar sebagai variabel terikat dengan indikator informasi verbal, keterampilan kognitif, keterampilan intelek, keterampilan motorik dan sikap. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner), dokumentasi dan observasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik deskriptif persentase dan analisis regresi linier sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar pada siswa kelas VII SMPN 13 Semarang dalam kategori cukup. Hasil belajar yang dicapai siswa kurang memuaskan terlihat dari adanya hasil analisis angket yang disebar masih banyak indikator yang menyatakan hasil belajar cukup dan juga diperkuat dari adanya daftar nilai-nilai yang masih ada nilai yang masih dibawah angka 7 untuk semua mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perhitungan pada lampiran 5 diperoleh sebesar 29,766 dengan taraf signifikansi 0,000 yang berarti ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar pada siswa kelas VII SMPN 13 Semarang. Besarnya Motivasi belajar yang mempengaruhi Hasil Belajar siswa kelas VII SMPN 13 Semarang ini sebesar 29, 766% sedangkan 71,344 dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti dikarenakan keterbatasan dana, waktu serta kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMPN 13 Semarang. Adapun saran yang dapat penulis berikan antara lain diharapkan sekolah menambah jumlah fasilitas, terutama peralatan laboratorium, siswa hendaknya meningkatkan kesadaran dan usahanya dalam rangka memperoleh informasi non formal, dan harapkan siswa selalu melatih dirinya&lt;br /&gt;untuk berani tampil dalam mengungkapkan pendapatnya di depan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Motivasi Belajar, Hasil Belajar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3768237784648248345?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3768237784648248345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3768237784648248345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/pengaruh-motivasi-belajar-terhadap.html' title='PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 13 SEMARANG'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6459934235999894457</id><published>2010-09-24T10:27:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T10:29:30.140+07:00</updated><title type='text'>PEMBELAJARAN PS-EKONOMI POKOK BAHASAN PASAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini masih banyak siswa yang beranggapan bahwa mata pelajaran ekonomi sangat menjemukan dan membosankan. Observasi awal di SMP Negeri 22 Semarang menunjukkan bahwa hasil belajar PS-Ekonomi pada materi pokok kelangkaan masih rendah, hal ini terbukti dari perolehan nilai rata-rata ulangan harian siswa yang mencapai 56,54 dengan ketuntasan belajar klasikal 30%. Oleh karena guru harus mengusahakan agar pembelajaran lebih menarik, dengan cara mengkombinasikan berbagai model dan metode pembelajaran yang tepat untuk&lt;br /&gt;menyampaikan suatu pokok materi sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PS-Ekonomi melalui usaha perbaikan pembelajaran yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share pada materi pokok pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 22 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah soal evaluasi tiap akhir siklus dan lembar observasi. Prosedur kerja dalam penelitian ini merupakan siklus kegiatan yng terdiri dari dua siklus, di mana setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada siklus I sebesar 70,5 dengan ketuntasan klasikal sebesar 78%. Sedangkan rata-rata hasil&lt;br /&gt;belajar pada siklus II sebesar 76,14 dengan ketuntasan klasikal 88%. Adapun hasil belajar afektif siswa diperoleh ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 54% dan pada siklus II sebesar 85 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar PS-Ekonomi pada materi pokok pasar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share. Saran yang berkaitan dengan hasil penelitian ini yaitu: model pembelajaran kooperatif tipe think-pairshare dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran PS-Ekonomi di sekolah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Peneliti lain diharapkan dapat&lt;br /&gt;melakukan penelitian dengan ruang lingkup yang lebih besar dan dengan menggunakan desain yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6459934235999894457?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6459934235999894457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6459934235999894457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/pembelajaran-ps-ekonomi-pokok-bahasan.html' title='PEMBELAJARAN PS-EKONOMI POKOK BAHASAN PASAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-5704292569875808883</id><published>2010-09-24T10:22:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T10:25:05.596+07:00</updated><title type='text'>MODEL PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) PADA BIDANG KEAHLIAN KRIYA KAYU SMK N 2 JEPARA TAHUN AJARAN 2006 /2007</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penelitian ini adalah : (1) menjelaskan persiapan pelaksanaan Prakerin baik di sekolah maupun di industri; (2) menjelaskan model pelaksanaan pendidikan pada bidang keahlian kriya kayu SMK N 2 Jepara; (3) menjelaskan model pelaksanaan pelatihan di industri pada bidang keahlian kriya kayu SMK N 2 Jepara; (4) menjelaskan bagaimana persepsi tentang kemanfaatan pelaksanaan Prakerin bagi industri, bagi sekolah dan bagi peserta didik (siswa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Tidak ada kriteria baku mengenai berapa jumlah responden yang harus diwawancarai, sebagai aturan umum, peneliti berhenti melakukan wawancara sampai data menjadi jenuh, artinya peneliti tidak menemukan aspek baru dalam fenomena yang diteliti. Setelah data terkumpul, data tersebut disusun, dianalisis dan disimpulkan kemudian disajikan dalam bentuk laporan. Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan perpanjangan keikut sertaan peneliti  pada kegiatan Prakerin. Teknik triangulasi sumber meliputi : (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan; (3) membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti guru dengan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan yang dilaksanakan SMK N 2 Jepara dalam rangka pelaksanaan Prakerin khususnya untuk mengkoordinasikan tempat pelaksaan Prakerin dan administrasinya sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya dua tahap yang terorganisir yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan. Industri sebagai institusi mitra dalam pelaksanaan Prakerin sudah cukup baik dalam melaksankan persiapan dengan mempersiapkan pembimbing lapangan dan sistem kerja serta pembagian kerja untuk siswa. Model pelaksanaan pendidikan pada bidang Kriya Kayu harus dibenahi terutama untuk pembelajaran pembentukan sikap dan sopan santun. Kepercayaan industri tentang keahlian siswa melalui pembelajaran disekolah dan “ngenger” sudah cukup baik. Hal ini terbukti dengan keleluasaan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dari proses awal sampai menjadi suatu barang jadi. Manfaat yang dirasakan siswa adalah mendapatkan pengalaman baru dan mendapat pengakuan masyarakat tentang skill yang dimiliki, bagi sekolah bisa melaksankan kebijakan link and match dan sebagai tolok ukur pelaksanaan Prakerin tahun yang akan datang, sedang bagi industri selain dapat membantu&lt;br /&gt;sekolah mencetak lulusan yang berkualitas juga mendapatkan kemudahan untuk mencari tenaga kerja terdidik dengan skill yang bagus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-5704292569875808883?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5704292569875808883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5704292569875808883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/model-pelaksanaan-praktik-kerja.html' title='MODEL PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) PADA BIDANG KEAHLIAN KRIYA KAYU SMK N 2 JEPARA TAHUN AJARAN 2006 /2007'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4580858019753381954</id><published>2010-09-24T09:54:00.002+07:00</published><updated>2010-09-24T10:22:08.053+07:00</updated><title type='text'>PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT BENDRAT PADA CAMPURAN BETON</title><content type='html'>Judul Lengkap: PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT BENDRAT PADA CAMPURAN&lt;br /&gt;BETON (TINJAUAN TERHADAP KUAT TARIK BELAH, KUAT TEKAN, DAN MODULUS&lt;br /&gt;ELASTISITAS BETON PADA KONSENTRASI PANJANG SERAT 8 CM, BERAT SEMEN 350&lt;br /&gt;KG/M3, FAKTOR AIR SMEN 0,5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mempunyai banyak kelebihan antara lain, mudah dikerjakan dengan cara mencampur semen, agregat, air, dan bahan tambahan lain bila diperlukan dengan perbandingan tertentu. Kelebihan beton yang lain adalah, ekonomis (dalam pembuatannya menggunakan bahan dasar lokal yang mudah diperoleh), dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki, mampu menerima kuat tekan dengan baik, tahan aus, rapat air, awet dan mudah perawatannya, maka beton sangat populer dipakai baik untuk struktur – struktur besar maupun kecil. Untuk itu bahan konstruksi ini dianggap sangat penting untuk terus dikembangkan. Salah satu usaha pengembangannya ialah dengan cara memperbaiki sifat dari kelemahan beton yaitu tidak mampu menahan gaya tarik, dimana nilai kuat tarik beton berkisar 9%-15 % dari kuat desaknya (Dipohusodo, 1994). Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai peningkatan kecil kuat tariknya. Nilai pendekatan yang diperoleh dari hasil pengujian berulang kali mencapai kekuatan 0,50–0,60√fc’, sehingga untuk beton normal digunakan nilai 0,57√fc’ (Dipohosodo 1999: 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beton serat adalah bagian komposit yang terdiri dari beton biasa dan bahan lain yang berupa serat. Serat pada umumnya berupa batang-batang dengan diameter antara 5 dan 500 μm (mikro meter) dan panjang sekitar 25 mm sampai 100 mm. Bahan serat dapat berupa : serat asbestos, serat tumbuh-tumbuhan (rami, bambu, ijuk), serat plastik (polypropylene), atau potongan kawat baja. Jika serat yang dipakai memiliki modulus elastisitas lebih tinggi daripada beton, misalnya kawat baja, maka beton serat akan mempunyai kuat tekan, kuat tarik, maupun&lt;br /&gt;modulus elastisitas yang sedikit lebih tinggi dari beton biasa. (Tjokrodimuljo 1996: 122)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kosentrasi serat optimum yang menghasilkan nilai kuat tarik belah, kuat tekan dan modulus elastisitas beton serat kawat bendrat dengan komposisi serat 0%; 2,5 %; 5 %; 7,5 %; 10 %. Benda uji yang diteliti berbentuk silinder dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm diuji untuk kuat tekan dan kuat tarik. Jumlah benda uji 30 buah, dengan masing-masing komposisi sebanyak 3 sampel. Untuk uji kuat tekan dan modulus elastisitas menggunakan benda uji yang sama, yaitu sebanyak 15 buah. Sedangkan&lt;br /&gt;15 benda uji lainnya digunakan untuk uji tarik belah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat kawat bendrat pada campuran beton dapat meningkatkan nilai kuat tarik belah, kuat tekan, dan modulus elastisitas beton. Kuat tarik belah maksimal terdapat pada kadar serat 5 % yaitu sebesar 3,283 MPa kemudian untuk kadar serat 7,5% dan 10 % tampak bahwa beton mulai mengalami penurunan kuat tarik belah. yaitu sebesar 3,089 MPa dan 2,917 MPa. Namun nilai tersebut masih lebih tinggi dari beton normal&lt;br /&gt;(2,597 MPa). Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada beton dengan kadar serat 7,5% dengan hasil rata-rata sebesar 37,77 MPa. Sedangkan pada kadar serat 10 %, beton mulai mengalami penurunan kuat tekan sebesar 29,55 MPa. Nilai tersebut masih lebih tinggi dari kuat tekan beton normal yaitu sebesar 28,97 MPa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dari data yang ada diolah menggunakan regresi polynomial sehingga mendapatkan hasil bahwa untuk mendapatkan nilai kuat tarik belah beton maksimal dibutuhkan kadar serat sebesar 5,794 %.Sedangkan untuk mendapatkan nilai kuat tekan beton maksimal dibutuhkan serat sebesar 5,748 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai modulus elastisitas beton serat didapatkan EC = 3961 FC . Hasil ini masih lebih rendah dari nilai modulus elastisitas beton seperti yang disyaratkan dalam SK SNI T-15-1991-03 yaitu EC = 4700 FC . Menurut Suroso (2002), persyaratan tersebut biasanya digunakan untuk perhitungan struktur beton bertulang, dan secara tegas tidak disebutkan bahwa nilai tersebut berlaku untuk&lt;br /&gt;modulus elastisitas beton bertulang atau beton tidak bertulang. Sedangkan dalam penelitian ini berlaku khusus untuk beton tidak bertulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu diperhatikan adalah keruntuhan untuk beton serat tidak terjadi secara tiba-tiba, hal ini terlihat pada kemampuan beton untuk mempertahankan tegangan yang besar setelah beton mencapai kuat tarik dan kuat tekan maksimum, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kehancuran beton serat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk mendapatkan kualitas beton serat yang lebih baik, perlu diadakannya penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : (1) Metode pengerjaan beton terutama dalam hal penambahan serat dalam adukan perlu diperhatikan dengan baik. Yaitu penuangan dengan cara individu, sehingga penyebaran serat lebih merata, (2) Memperbaiki nilai wokability misalnya penggunaan bahan tambah berupa (super plasticizer) yang bersifat menaikkan workability.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4580858019753381954?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4580858019753381954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4580858019753381954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/pengaruh-penambahan-serat-kawat-bendrat.html' title='PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT BENDRAT PADA CAMPURAN BETON'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-1629784136270611121</id><published>2010-09-24T09:30:00.000+07:00</published><updated>2010-09-24T09:42:19.863+07:00</updated><title type='text'>PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK GERGAJI KAYU JATI (TECTONA GRANDIS L.F) PADA MORTAR SEMEN DITINJAU DARI KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN DAYA SERAP AIR</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh penambahan serbuk gergaji kayu jati (Tectona Grandis L.f) terhadap subsitusi berat pasir dan subsitusi berat semen pada mortar semen ditinjau dari kuat tekan, kuat tarik dan daya serap air? Penelitian ini bertujuan: (1) Meningkatkan nilai tambah dan nilai guna bahan sehingga meningkatkan nilai&lt;br /&gt;ekonominya, diversifikasi jenis bahan konstruksi, menunjang pengadaan bahan dan sedikit banyak dapat mengatasi dampak negatif limbah industri kayu terhadap lingkungan, (2) Untuk memperoleh mortar yang dapat memberikan nilai tambah bagi limbah sehingga menjadi barang berguna dan bernilai secara ekonomis dan (3) Secara ekonomis dapat diperoleh mortar yang lebih murah dan praktis serta memiliki berat yang relatif ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penelitian ini mortar dibuat dari pasir muntilan, Semen Nusantara type 1 dan serbuk gergaji kayu jati (Tectona grandis L.f) yang didatangkan dari pabrik penggergajian kayu di Desa Sarip Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan, Purwodadi. Benda uji yang dibuat dalam penelitian ini terdiri dari 2 macam bentuk yaitu bentuk kubus dengan ukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm digunakan untuk pengujian kuat tekan dan daya serap air sedangkan bentuk seperti angka delapan dengan ukuran 75 mm x 50 mm x 25 mm dengan panjang sisi tengah 25 mm digunakan untuk kuat tarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sebar dilapangan sebesar 95% - 103,5% dengan nilai fas yang dihasilkan (dari 0% hingga 20% serbuk gergaji terhadap berat pasir dan berat semen) berturut-turut bernilai antara 1,05 – 1,10, sedangkan pengujian kuat tekan dan kuat tarik dari mortar semen dengan bahan tambah serbuk gergaji kayu jati (Tectona grandis L.f) subsitusi pasir dan subsitusi semen hasilnya menurun (dibandingkan dengan mortar kontrol yaitu tanpa&lt;br /&gt;persentase serbuk gergaji). Penurunan nilai kuat tekan mortar semen subsitusi berat pasir dari 0% hingga 20% serbuk gergaji dari 128,740 kg/cm2 menjadi 15,279 kg/cm2 sedangkan nilai kuat tekan mortar semen subsitusi berat semen dari 0% hingga 20% serbuk gergaji dari 113,84 kg/cm2 menjadi 45,070 kg/cm2, untuk nilai kuat tarik mortar semen subsitusi berat pasir dari 0% hingga 20% serbuk gergaji dari 71,86 kg/cm2 menjadi 5,937 kg/cm2 sedangakan nilai kuat tarik mortar semen subsitusi berat semen dari 0% hingga 20% serbuk gergaji dari 78.42 kg/cm2 menjadi 24,56 kg/cm2. Berbeda dari nilai daya serap airnya yang memiliki nilai meningkat (dibandingkan dengan mortar kontrol yaitu tanpa persentase serbuk gergaji). Peningkatan daya serap air mortar semen subsitusi berat pasir dari 0% hingga 20% serbuk gergaji dari 9,569 % menjadi 46,481 % sedangakan nilai daya serap air mortar semen subsitusi berat semen dari 0% hingga 20% serbuk gergaji dari 11,013 % menjadi 16,015 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pengujian nilai kuat tekan dan kuat tarik mortar semen dapat diketahui seberapa besar pengaruh penurunan kuat tekan dan kuat tarik dengan penambahan serbuk gergaji kayu jati. Ada pengaruh terhadap kuat tekan, kuat tarik dan daya serap air dan ada perbedaan kuat tekan, kuat tarik maupun daya serap air karena adanya penambahan serbuk gergaji kayu jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Serbuk Gergaji, Kuat Tekan, Kuat Tarik, Daya Serap Air&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-1629784136270611121?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1629784136270611121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1629784136270611121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/pengaruh-penambahan-serbuk-gergaji-kayu.html' title='PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK GERGAJI KAYU JATI (TECTONA GRANDIS L.F) PADA MORTAR SEMEN DITINJAU DARI KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN DAYA SERAP AIR'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3341455016439758137</id><published>2010-09-23T14:25:00.000+07:00</published><updated>2010-09-23T14:37:26.572+07:00</updated><title type='text'>STUDI TENTANG PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMJATUHKAN PENETAPAN PERMOHONAN PERKAWINAN BEDA AGAMA</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan penetapan mengabulkan atau menolak permohonan izin perkawinan beda agama serta kekuatan hukum penetapan permohonan perkawinan beda agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum empiris. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis data primer dan jenis data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, yaitu dengan cara mengadakan wawancara langsung dengan Hakim dan Panitera Pengadilan Negeri Surakarta, yakni Bapak Pragsono, S.H dan Bapak Hendra&lt;br /&gt;Bayu Broto Kuntjoro, S.H. dan menggunakan metode studi pustaka yaitu dengan cara mengumpulkan bahan yang berupa buku-buku, peraturan perundangundangan, dan bahan pustaka lainnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Analisis data yang digunakan merupakan analisis data kualitatif, yaitu apa yang dilakukan oleh responden secara tetulis atau lisan, dan perilaku yang nyata dan diteliti yang dipelajari sebagai suatu yang nyata dan utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa ada beberapa alasan yang mendasari Hakim dalam menjatuhkan penetapan perkawinan beda agama, alasan tersebut dapat terbagi menjadi dua aspek, yaitu dari aspek sosial dan aspek yuridis. Alasan mengabulkan permohonan tersebut diuraikan sebagai berikut: Negara tidak dapat melarang dan menghalangi&lt;br /&gt;seseorang untuk melaksanakan perkawinan. Serta menghindarkan dan mencegah perilaku asusila dalam masyarakat (kumpul Kebo). Serta adanya berbagai peraturan perundangan yang menyebutkan seseorang bebas melaksanakan hak dan kewajibanya sebagai pemeluk suatu agama, termasuk di dalamnya adalah mempertahankan agama dan kepercayaan yang dianut tersebut. Sedangkan alasan menolak permohonan perkawinan beda agama tersebut adalah Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang nomor 1 tentang Perkawinan menyatakan perkawinan yang sah&lt;br /&gt;dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaan. Penetapan perkawinan beda agama yang diberikan oleh hakim bersifat mengikat bagi kedua belah pihak yang mengajukan permohonan perkawinan beda agama, dan mempunyai kekuatan pembuktian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3341455016439758137?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3341455016439758137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3341455016439758137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/studi-tentang-pertimbangan-hakim-dalam.html' title='STUDI TENTANG PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMJATUHKAN PENETAPAN PERMOHONAN PERKAWINAN BEDA AGAMA'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-7567384549492578751</id><published>2010-09-23T14:16:00.002+07:00</published><updated>2010-09-23T14:20:57.721+07:00</updated><title type='text'>PELAKSANAAN PENGENDALIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KLATEN TAHUN 2002-2006</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai pelaksanaan pengendalian perubahan penggunaan tanah pertanian ke non pertanian di Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten tahun 2002-2006; faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan perubahan penggunaan tanah pertanian ke non pertanian di Kantor Pertanahan kabupaten Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data utama penelitian ini. Sedangkan data sekunder digunakan sebagai pendukung data primer.Sumber data yang digunakan meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan dan studi kepustakaan. Studi lapangan dilakukan melalui wawancara dengan pejabat yang berwenang menangani masalah perubahan penggunaan tanah pertanian ke non pertanian di Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten. Studi kepustakaan diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku-buku, dokumen-dokumen resmi, karya ilmiah, dan bahan kepustakaan lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik analisis data kualitati dengan model interaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu bahwa pengajuan permohonan ijin perubahan penggunaan tanah pertanian ke non pertanian diajukan kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten guna mendapatkan Surat Keputusan Ijin Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian ke Non Pertanian dari Kepala Kantor Pertanahan. Setiap pemohon harus melengkapi persyaratan yang telah ditentukan dan mengajukan Surat Permohonan Ijin Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian ke Non Pertanian melalui Subseksi Penatagunaan Tanah dan Kawasan Tertentu.&lt;br /&gt;Setelah persyaratan dinyatakan lengkap dan diakui kebenarannya, maka akan ditindaklanjuti oleh Panitia Pertimbangan Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian ke Non Pertanian yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Berdasarkan BAP yang telah disetujui oleh Panitia Pertimbangan Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian ke Non Pertanian, maka Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten akan segera mengeluarkan ketetapan berupa Surat Keputusan&lt;br /&gt;Kepala Kantor Pertanahan yang menyatakan bahwa permohonan ijin perubahan penggunaan tanah pertanian ke non pertanian yang diajukan oleh pemohon telah dikabulkan berdasarkan Instruksi Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Tanggal 25 Maret 1985 Nomor 590/107/1985 tentang Pencegahan Perubahan Tanah Pertanian ke Non Pertanian yang Tidak Terkendalikan, beserta Petunjuk Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-7567384549492578751?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7567384549492578751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7567384549492578751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/pelaksanaan-pengendalian-perubahan.html' title='PELAKSANAAN PENGENDALIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KLATEN TAHUN 2002-2006'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-47084482418096628</id><published>2010-09-23T14:00:00.002+07:00</published><updated>2010-09-23T14:07:44.433+07:00</updated><title type='text'>PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMILIK KARTU KREDIT DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui bagaimana hukum mengatur transaksi E-Commerce yang di atur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan kunsumen, Kitab Undang-undang Hukum perdata dan Rancangan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian di perpustakaan Fakultas Hukum Univesitas Sebelas Maret, perpusatakaan pusat Universitas Sebelas Maret dan pusat studi lainya.jenis data yang dipergunakan adalah data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengadakan identifikasi atau studi kepustakaan. Analisis data&lt;br /&gt;mengunakan analisis data kualitatif .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beradasarkan penelitian ini dapat di ketahui bahwa hukum yang mengatur transaksi E-Commerce diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata serta Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Perjanjian elektronik pada dasarnya sama seperti perjanjian tertulis seperti termaktub dalam Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Perlindungan hukum bagi pemilik kartu kredit diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun&lt;br /&gt;1999 tentang Perlindungan Konsumen, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata serta Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan demikian, bahwa perlindungan hukum bagi pemilik kartu kredit dalam transaksi E-Commerce telah memiliki dasar hukum yang jelas yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Kitab Undang- Undang Hukum Perdata serta Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dapat memberikan Perlindungan hukum bagi pemilik kartu kredit dalam transaksi E-Commerce, sehingga jika terjadi pelangaran dapat dilakukan penyelesaian hukum yang sesuai dengan peraturan yang diatur dalam Rancangan Undang-Undang informasi dan Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Perlindungan Hukum, Kartu Kredit, E-Commerce&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-47084482418096628?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/47084482418096628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/47084482418096628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/perlindungan-hukum-bagi-pemilik-kartu.html' title='PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMILIK KARTU KREDIT DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-1619403655579965377</id><published>2010-09-23T13:38:00.001+07:00</published><updated>2010-09-23T13:52:35.543+07:00</updated><title type='text'>IMPLEMENTASI PERTURAN BANK INDONESIA NOMOR 5/21/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH DI BANK TABUNGAN NEGARA CABANG SURAKARTA</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/21/PBI/2003 tentang penerapan prinsip mengenal nasabah di Bank Tabungan Negara Cabang Surakarta dan hambatan yang ada dalam penerapan prinsip mengenal nasabah di Bank Tabungan Negara Cabang Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan Hukum ini termasuk dalam penulisan hukum empiris dengan menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berupa wawancara dengan Pejabat Bank BTN Cabang Surakarta yaitu General Branch Manager dan Bagian Customer Service, sumber data sekunder berupa dokumen peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini sumber data yang digunakan adalah Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana&lt;br /&gt;Pencucian Uang dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/21/PBI/2003 serta bahan-bahan kepustakaan lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui pengumpulan data primer yaitu dengan wawancara dan data sekunder dengan pengumpulan data dengan mengumpulkan bahan-bahan yang berupa buku-buku yang menyangkut tentang Pelaksanaan Prinsip Mengenal Nasabah. Teknik analisis data dengan model analisis Kualitatif. Perbankan Indonesia sebagai pemegang jasa dalam bidang keuangan menjadi sorotan sebagai tempat pencucian uang bagi pengusaha-pengusaha nakal yang ingin mencuci uangnya karena lemahnya perangkat peraturan yang ada. Upaya yang dilakukan dalam mencegah terjadinya pencucian uang dengan dikeluarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana&lt;br /&gt;Pencucian Uang dan dalam pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/21/PBI/2003 tentang Prinsip Mengenal Nasabah. Penerapan prinsip mengenal nasabah di Bank Tabungan Negara Cabang Surakarta didasarkan pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/21/PBI/2003 terbukti dengan dikeluarkannya Formulir Pembukaan Rekening Nasabah baik nasabah perorangan maupun untuk nasabah lembaga, yang bertujuan untuk mengidentifikasi calon nasabah. Terdapat tiga kendala terkait dengan penerapan prinsip mengenal nasabah, yaitu: tidak lengkapnya pengisian data oleh nasabah yang tertuang dalam formulir, Tersinggungnya nasabah ketika ditanya kebenaran data oleh petugas. Belum maksimalnya kinerja Bank Tabungan Negara Cabang Surakarta dalam menerapkan prinsip mengenal nasabah. Sebagai solusi dari kendala-kendala tersebut adalah Bank Tabungan Negara Cabang Surakarta memberikan petunjuk teknis dengan meningkatkan pelatihan yang bertujuan agar kinerja karyawan lebih produktif dengan tingkat kehati-hatian yang maksimal serta memberikan sanksi kepada setiap karyawan yang tidak disiplin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-1619403655579965377?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1619403655579965377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1619403655579965377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/implementasi-perturan-bank-indonesia.html' title='IMPLEMENTASI PERTURAN BANK INDONESIA NOMOR 5/21/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH DI BANK TABUNGAN NEGARA CABANG SURAKARTA'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-8228934728982258167</id><published>2010-09-23T12:03:00.001+07:00</published><updated>2010-09-23T12:07:02.129+07:00</updated><title type='text'>PENUNTUTAN TINDAK PIDANA KEPEMILIKAN SENJATA API SECARA ILLEGAL OLEH KEJAKSAAN NEGERI SURAKARTA (STUDI EMPIRIS UNDANG-UNDANG NOMOR 12/DARURAT/1951)</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata cara penuntutan yang dilakukan oleh Kejakssan Negeri Surakarta dalam tindak pidana kepemilikan senjata api secara illegal menurut Undang-Undang No.12/ Darurat/ 1951 dan apa yang menjadi dasar perimbangan kejaksaan dalam mennetukan besarnya tuntutan serta apa saja kendala yang dihadapi kejaksaan dalam memberikan tuntutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini merupakan penelitian yang deskriptif dan apabila dilihat dari tujuannya termasuk penulisan hukum yang empiris. Lokasi penelitian di Kejaksaan Negeri Surakarta. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara dan studi kepustakaan dari buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen, dan sebagainya. Analisis data menggunakan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian&lt;br /&gt;dan pembahasan, maka dapat dikemukakan bahwa proses penuntutan dalam tindak pidana kepemilikan senjata secara illegal menurut Undang-Undang No.12/Darurat/1951 adalah sama dengan proses penuntutan pada semua tindak pidana pada umumnya. Tetapi adanya sanksi maksimum yang besar membuat tindak pidana ini memiliki nilai lebih bagi Kejaksaan untuk memberikan besarnya tuntutan agar tetap bernilai adil bagi keseluruhan pihak. Sebagai lampiran yang diberikan oleh Penulis adalah No Reg Perk : PDM-15/2/SKRT/03/2006 yang ada di Kejaksaan Negeri Surakarta.Yang menjadi dasar pertimbangan kejaksaan dalam memberikan tuntutan ada 2 aspek yaitu yang memberatkan dan meringankan. Aspek yang memberatkan adalah perbuatan tersebut meresahkan masyarakat dan terdakwa pernah dihukum juga. Sedangkan aspek yang meringankan adalah Terdakwa bersikap sopan selama dalam persidangan, Terdakwa menyesali perbuatannya, Terdakwa tidak berbelit-belit dalam&lt;br /&gt;memberikan keterangan sehingga memudahkan jalannya persidangan. Adapun saran-saran yang dapat diberikan antara lain : yang pertama hendaknya pemerintah lebih menindaklanjuti sehingga dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. Yang kedua aparat penegak hukum secara rutin melakukan operasi penertiban terhadapa peredaran serta kepemilikan senjata api secara illegal sehingga tidak merebak dan mudah didapat senjata api tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-8228934728982258167?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8228934728982258167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8228934728982258167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/penuntutan-tindak-pidana-kepemilikan.html' title='PENUNTUTAN TINDAK PIDANA KEPEMILIKAN SENJATA API SECARA ILLEGAL OLEH KEJAKSAAN NEGERI SURAKARTA (STUDI EMPIRIS UNDANG-UNDANG NOMOR 12/DARURAT/1951)'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-9216129861000057721</id><published>2010-09-23T11:35:00.000+07:00</published><updated>2010-09-23T11:39:52.547+07:00</updated><title type='text'>PELAKSANAAN PROGRAM ”ZERO STREET CRIME” SEBAGAI USAHA PENANGGULANGAN KEJAHATAN JALANAN OLEH KEPOLISIAN RESORT KOTA KEDIRI.</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Program Zero Street Crime dalam menanggulangi kejahatan jalanan di Kota Kediri, yaitu tentang alasan Kepolisian Resort Kota Kediri melaksanaan program Zero Street Crime ini dan mengenai bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan program Zero Street Crime di Kota Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini adalah penelitian non-doktrinal dan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kota Kediri pada tahun 2008. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari aparat polisi di Kepolisian Kota Kediri, karyawan Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kota Kediri, masyarakat Kota Kediri. Data sekunder berasal dari keterangan-keterangan yang secara tidak langsung diperoleh melalui studi kepustakaan, bahan-bahan dokumenter, tulisan ilmiah, sumber-sumber tertulis, laporan, arsip, literatur, peraturan perundang-undangan dan lain sebagainya yang berhubungan dengan obyek penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas permasalahan yang diteliti, menghasilkan beberapa kesimpulan (1) program Zero Street Crime merupakan suatu kebijakan penanggulangan kejahatan yang diambil Kapolwil Kediri untuk dilaksanakan di Kepolisian Resort Kota Kediri, yang berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta menciptakan situasi kamtibmas yang bebas dari gangguan kejahatan, khususnya kejahatan jalanan, (2) bentuk-bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam program Zero Street Crime yaitu menempatkan pos-pos Zero Street Crime di tempat-tempat yang strategis; mengadakan patroli secara rutin; mengadakan operasi; melakukan penghimbauan; melakukan penangkapan terhadap para pelaku kejahatan; melakukan tembak di tempat apabila diperlukan dan mendesak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-9216129861000057721?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/9216129861000057721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/9216129861000057721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/pelaksanaan-program-zero-street-crime.html' title='PELAKSANAAN PROGRAM ”ZERO STREET CRIME” SEBAGAI USAHA PENANGGULANGAN KEJAHATAN JALANAN OLEH KEPOLISIAN RESORT KOTA KEDIRI.'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-8001024740074127638</id><published>2010-09-23T11:01:00.001+07:00</published><updated>2010-09-23T11:04:52.832+07:00</updated><title type='text'>EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA SURAKARTA KAS PEMBANTU SUMBER</title><content type='html'>ABSTRACT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surakarta Municipal Water Corporation (PDAM) is one of the regionowned corporations (BUMD) which operate in service of water and manage the wastewater. Cash acceptance from payment of water account by customers can be paid through Sumber branch office, the branch office of PDAM of Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The objectives of this research are to find out the internal control system of cash acceptance on PDAM of Surakarta, Sumber Branch Office and to find out the strength and weakness of internal control system from that cash acceptance. The method of this research interrelated with the object of the research, data source and collecting data technique. The object of this research is place where the researcher does the researches. The data source, which is used, is primary data.&lt;br /&gt;The collecting data technique in this research is observation and interview with the manager and employees of that corporation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this research is found that strength of the internal control system of cash acceptance on PDAM of Surakarta are there is authorization password in the operation of SPDAM, regularly the branch offices depositing to PDAM of Surakarta, checking of the amount, surprised audit, and training for employees. However, it also has the weakness on the internal control system of cash acceptance on PDAM of Surakarta, such as the document is not in the printing series number, there is a double part, the correction of data only uses stabilo, the storage of the document has not been taken care well, and when the electric is off all the transaction is halted too.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generally, the internal control system of cash acceptance on PDAM of Surakarta, Sumber Branch Office is good enough, although it has some weaknesses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From the explanation above there, the research conclude that it is needed some improvement in that system, such as the document should be given printing series number and have authorization, the separation of the function restrictedly. In the correction should be using multicolor stabilo to show the authorized, the treatment of the document should be more carefully, and when the electric is off should be used generator to make the transaction continues. Keyword: The internal control system of cash acceptance.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-8001024740074127638?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8001024740074127638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8001024740074127638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/evaluasi-sistem-pengendalian-intern.html' title='EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA SURAKARTA KAS PEMBANTU SUMBER'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4302107829905120561</id><published>2010-09-23T10:48:00.000+07:00</published><updated>2010-09-23T10:53:34.083+07:00</updated><title type='text'>POTENSI MALADMINISTRASI DALAM PROSES LELANG PENGADAAN BARANG/JASA DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA TAHUN 2008</title><content type='html'>ABSTRAk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi praktik maladministrasi pada lelang pengadaan barang/jasa di Bagian Perlengkapan Universitas Sebelas Maret serta aspek-aspek yang berpengaruh terhadap munculnya potensi praktik maladministrasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui interview, observasi dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber data, serta analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maldministrasi berpotensi terjadi dalam setiap tahapan dalam proses lelang pengadaan barang/jasa di Universitas Sebelas Maret Surakarta, misalnya : i)  pada tahap pengumuman lelang, ii) pemasukan dan pembukaan penawaran, iii) evaluasi penawaran, dan iv) serah terima barang/pekerjaan. Bentuk-bentuk maladministrasi yang terjadi antara lain : penyerahan/penyelesaian pekerjaan yang tidak tepat waktu, calon penyedia barang/jasa memberikan data palsu, tidak benar maupun tidak lengkap kepada panitia pengadaan, kompetensi dan pengetahuan panitia pengadaan tentang kegiatan pengadaan barang/jasa belum merata, koordinasi dan komunikasi antara beberapa pihak yang terlibat dalam proses lelang yaitu user (pengguna barang/jasa), panitia pengadaan maupun penyedia barang/jasa masih&lt;br /&gt;kurang sehingga mengakibatkan ketidakcocokan antara barang yang diinginkan user dengan yang dikirimkan oleh penyedia barang dan sistem kompensasi yang belum menunjukkan adanya keadilan dan kesesuaian antara nilai kompensasi dengan resiko maupun tanggung jawab yang dipikul oleh panitia pengadaan yang bisa mengakibatkan rendahnya motivasi, semangat kerja dan moralitas pegawai. Aspekaspek yang mempengaruhi munculnya praktik maladministrasi dalam proses lelang pengadaan barang/jasa di Bagian Perlengkapan Universitas Sebelas Maret Surakarta antara lain : profesionalitas, prinsip keadilan, konspirasi dan ketidakjujuran.&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian tersebut penulis membuat rekomendasi bahwa kegiatan lelang&lt;br /&gt;pengadaan barang/jasa di Universitas Sebelas Maret harus dikelola secara lebih profesional, dilaksanakan berdasarkan Peraturan yang berlaku (Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003) serta berlandaskan pada prinsip-prinsip pengadaan barang/jasa oleh semua pihak yang terlibat dalam proses lelang guna mencegah terjadinya maladministrasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4302107829905120561?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4302107829905120561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4302107829905120561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/potensi-maladministrasi-dalam-proses.html' title='POTENSI MALADMINISTRASI DALAM PROSES LELANG PENGADAAN BARANG/JASA DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA TAHUN 2008'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3373761028275243481</id><published>2010-09-20T15:20:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T15:29:41.862+07:00</updated><title type='text'>STUDI TENTANG PENGUMPULAN CAHAYA OLEH KOLEKTOR SURYA BERBENTUK PARABOLA UNTUK HYBRID SOLAR LIGHTING (HSL)</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari penelitian ini adalah membuat kolektor surya berbentuk parabola dan mengetahui pengaruh variasi P (fokus) terhadap intensitas cahaya yang dikumpulkan. Telah dibuat empat desain kolektor parabola dengan P=10 cm, P=12,5 cm, P=15 cm, P=17,5 cm dan x=20 cm. Pengujian efektifitas pengumpulan cahaya dilakukan dengan dua metode yaitu dengan lampu dan laser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend pengumpulan cahaya yang terjadi semakin mendekati fokus (efektif) dengan kecilnya nilai P pada P=10 cm, P=12,5 cm, P=15 cm, P=17,5 cm. Sehingga dari hasil tersebut efektifitas pengumpulan cahaya pada kolektor surya berbentuk parabola dipengaruhi oleh nilai P (fokus).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3373761028275243481?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3373761028275243481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3373761028275243481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/studi-tentang-pengumpulan-cahaya-oleh.html' title='STUDI TENTANG PENGUMPULAN CAHAYA OLEH KOLEKTOR SURYA BERBENTUK PARABOLA UNTUK HYBRID SOLAR LIGHTING (HSL)'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-798505634041649613</id><published>2010-09-20T12:05:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T12:08:10.285+07:00</updated><title type='text'>AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH PARE BELUT (Trichosanthes anguina L)</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dilakukan penelitian aktivitas antibakteri ekstrak buah pare belut (Trichosantes anguina L.) terhadap beberapa bakteri patogen. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut organik dengan tingkat kepolaran yang semakin meningkat yaitu heksana, kloroform, etil asetat, dan butanol. Uji aktivitas antibakteri ekstrak-ekstrak dilakukan dengan metode difusi. Analisis komponen kimia ekstrak aktif antibakteri dilakukan dengan penapisan fitokimia. Ekstrak&lt;br /&gt;yang mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi ditentukan komponen kimianya dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Selanjutnya ditentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan uji banding terhadap standar ampisilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol, kloroform dan etil asetat buah pare belut mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, tetapi tidak terhadap Salmonella typhii, Shigella dysentriae, dan Enterobacter aerogenes. Ekstrak heksana mempunyai aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan B. subtilis, sedangkan ekstrak butanol mempunyai aktivitas antibakteri terhadap E. coli, B. subtilis dan P. aeruginosa. Ekstrak kloroform mempunyai aktivitas&lt;br /&gt;antibakteri tertinggi terhadap S. aureus dan P. aeruginosa. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan ekstrak-ekstrak aktif mengandung golongan senyawa alkaloid, tanin, fenolat, flavonoid, dan terpenoid. KLT terhadap ekstrak kloroform menunjukkan adanya golongan alkaloid, tanin, fenolat, flavonoid, dan terpenoid. KHM ekstrak kloroform terhadap S. aureus adalah 0,0025 mg/μL dan terhadap P. aeruginosa sebasar 0,00125 mg/μL. Uji banding ekstrak kloroform terhadap standar ampisilin menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,01 mg/μL ekstrak setara dengan 2,789.10-6mg/μL standar ampisilin untuk S. aureus dan 2,958.10-5mg/μL standar ampisilin untuk P. aeruginosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Trichosanthes anguina L., antibakteri, penapisan fitokimia, Kromatografi Lapis Tipis, Konsentrasi Hambat Minimum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-798505634041649613?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/798505634041649613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/798505634041649613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/aktivitas-antibakteri-ekstrak-buah-pare.html' title='AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH PARE BELUT (Trichosanthes anguina L)'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4469836728084423902</id><published>2010-09-20T11:07:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T11:11:15.048+07:00</updated><title type='text'>AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KADAR FENOLAT DAN FLAVONOID EKSTRAK BUAH PARE BELUT (Trichosanthes anguina L.)</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan hubungan antara aktivitas antioksidan dengan kadar fenolat dan flavonoid dalam ekstrak buah pare belut. Pembuatan ekstrak dengan maserasi menggunakan metanol dilanjutkan ekstraksi dengan pelarut yang semakin meningkat kepolarannya. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan dengan&lt;br /&gt;menggunakan sistem emulsi β–karoten-asam linoleat yang dimodifikasi dan dibandingkan dengan antioksidan sintetik BHT (Butil Hidroksi Toluena) dan PG (Propil Galat). Analisis fenolat dilakukan dengan menggunakan reagen Folin- Ciocalteau dan analisis flavonoid dengan metode pewarnaan AlCl3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak metanol (29,566%) lebih tinggi dibandingkan BHT (16,268%) dan relatif sama dengan PG (29,452%). Ekstrak kloroform mempunyai aktivitas antioksidan tertinggi, diikuti berturut-turut oleh ekstrak air, heksana, butanol, dan etil asetat. Ekstrak metanol, kloroform, etil asetat, butanol, air masing-masing mengandung fenolat sebesar 1,904; 3,547; 2,553; 3,114; 1,776 g GAE (Gallic Acid Equivalent)/100 g ekstrak dan flavonoid sebesar 4,072; 4,162; 1,751; 2,944; 1,392g QE (Quercetine Equivalent)/100 g ekstrak. Hasil penelitian ini ditemukan hubungan yang positif, yaitu ekstrak kloroform yang mempunyai aktivitas tertinggi mengandung kadar fenolat dan flavonoid tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah pare belut dapat digunakan sebagai sumber antioksidan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Pare belut, Trichosanthes anguina L., antioksidan, fenolat, flavonoid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4469836728084423902?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4469836728084423902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4469836728084423902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/aktivitas-antioksidan-kadar-fenolat-dan.html' title='AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KADAR FENOLAT DAN FLAVONOID EKSTRAK BUAH PARE BELUT (Trichosanthes anguina L.)'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-7127662739410535665</id><published>2010-09-20T10:33:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T10:52:04.506+07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Pelaksanaan Supervisi Pendidikan terhadap Kineria Guru pada SMU di Kabupaten Bantul</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) tingkat efektivitas pelaksanaan supervisor; (2) bantuan supervisor; (3) kemampuan supervisor; (4) pengaruh efektivitas supervisi, bantuan supervisor, dan kemampuan supervisor secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama terhadap kinerja guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode penelitian yang digunakan adalah ex post facto dengan populasi penelitian adalah guru dan siswa SMU Negari dan Swasata se Kabupaten Bantul. Pemilihan sekolah berdasarkan cluster sampling, sedangkan pemilihan siswa berdasarkan purposive random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan angket yang telah diujicobakan dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas dengan tehnik Alpha Cronbach. Tehnik analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif, korelasi parsial dan regresi ganda. Tingkat signifikansi yang dipergunakan adalah 0,05.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil analisa deskriptif mengungkapkan bahwa efektivitas supervisi berada pada kategori cukup (skor rerata = 51,367 dari skor tertinggi yang mungkin diperoleh 72), bantuan supervisor pada kategori cukup (skor rerata = 51,078 dari skor tertinggi yang mungkin diperoleh 72), kemampuan supervisor berada pada kategori kurang (skor rerata = 53,511 dari skor tertinggi yang mungkin diperoleh 104), dan kinerja guru pada kategori cukup (skor rerata = 79,080 dari skor tertinggi yang mungkin diperoleh 108). Hasil analisa korelasi parsial menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara efektivitas supervisi, bantuan supervisor, dan kemampuan supervisor terhadap kinerja guru. Hasil analisa regresi ganda mengungkapkan adanya sumbangan positif antara efektivitas supervisi, bantuan supervisor, dan sumbangan positif antara efektivitas supervisi, bantuan supervisor, dan kemampuan supervisor secara bersama-sama terhadap kinerja guru sebesar 25,5 % ( R = 0,505) terhadap kinerja guru pada SMU di Kabupaten Bantul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-7127662739410535665?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7127662739410535665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7127662739410535665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/pengaruh-pelaksanaan-supervisi.html' title='Pengaruh Pelaksanaan Supervisi Pendidikan terhadap Kineria Guru pada SMU di Kabupaten Bantul'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3776198211880823140</id><published>2010-09-18T13:35:00.002+07:00</published><updated>2010-09-18T13:42:15.922+07:00</updated><title type='text'>POSISI ASBAB AL-NUZUL DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN DITINJAU DENGAN HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem umum mengenai teks adalah bagaimana memahami teks sebagai sesuatu yang berasal dari masa lalu dalam dunia kekinian. Al-Qur'an yang berasal dari masa lalu pun mengalami hal serupa. Problem yang sama ketika dihadapkan pada Al-Qur'an adalah bagaimana memahami Al-Qur’an yang berasal dari masa lalu supaya relevan dengan dunia kekinian. Untuk menjadikan Al-Qur’an supaya relevan dalam dunia kekinian, kajian terhadap metode tidak boleh berhenti melainkan metode perlu diperbarui dan dikaji secara terus menerus. Sebagai upaya memperbarui metode inilah metode hermeneutika Paul Ricoeur dihadirkan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak dapat dipungkiri bahwa dalam penafsiran Al-Qur’an, ulama telah  banyak menghadirkan metode penafsiran. Juga tidak dapat diingkari bahwa hermeneutika pun telah populer dan marak digunakan untuk menafsirkan Al-Qur’an. Namun,  metode penafsiran Al-Qur’an yang ada selama ini mempunyai  pandangan bahwa konteks sosial historis teks merupakan sesuatu yang signifikan dalam penafsiran Al-Qur’an, baik konteks umumnya maupun konteks khususnya (asbab al-nuzulnya), sementara metode interpretasi teks (hermeneutika) Ricoeur yang dapat dikategorikan dalam metode analisis teks (yang termasuk) terbaru memandang bahwa dalam memahami teks, teks harus diperlakukan secara otonom (lepas dari maksud pengarangnya, kondisi sosial historisnya dan audiens aslinya). Hal ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri dalam penafsiran Al-Qur'an terlebih ketika kontekstualisasi Al-Qur’an yang semakin nyaring diperbincangkan itu sendiri juga mempunyai arah yang sama dengan hermeneutika Ricoeur dalam menjangkau audiens yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengkaji asbab al-nuzul dengan menggunakan hermeneutika Paul Ricoeur ini, metode yang dipakai adalah metode deskriptif analitis di mana selain memaparkan, menguraikan atau menjelaskan, juga dilakukan analisis kritis, yaitu melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu terhadap teori interpretasi Paul Ricoeur dalam manelaah asbab al-nuzul dan penafsiran Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sungguhpun hermeneutika Ricoeur telah memberikan arah baru bagi pemahaman teks, namun memahami teks dengan memberlakukan teks sebagai sesuatu yang otonom yang melepaskan konteks sosial-historisnya bukanlah hal yang mudah diterapkan dalam penafsiran Al-Qur'an, namun diperlukan pertimbangan tertentu. Sungguhpun Al-Qur'an adalah teks, bagaimanapun juga tidak dapat dilupakan bahwa Al-Qur'an adalah teks suci keagamaan. Sebagai teks suci keagamaan, Al-Qur'an mempunyai karakter yang unik dan berbeda dengan teks-teks profan pada umumnya. Al-Qur’an tidak hanya memuat satu tema pembicaraan saja, juga terdapat bagian-bagian yang saling berbeda di dalamnya: terdapat ayat-ayat yang sifatnya menceritakan dan ada pula ayat-ayat yang bermateri hukum yang mempunyai konsekuensi terhadap dosa dan pahala. Terdapatnya perbedaan karakter teks inilah yang menyebabkan hermeneutika Ricoeur tidak mudah untuk diterapkan terhadap Al-Qur’an yang tidak hanya merupakan teks biasa, namun teks suci keagamaan yang berwatak “unik”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3776198211880823140?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3776198211880823140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3776198211880823140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_6421.html' title='POSISI ASBAB AL-NUZUL DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN DITINJAU DENGAN HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6233284780386190141</id><published>2010-09-18T11:28:00.003+07:00</published><updated>2010-09-18T13:46:51.254+07:00</updated><title type='text'>Analisis Faktor-Faktor Produksi Perusahaan Genteng Pres di Jetis Desa Klepu Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten Tahun 2007</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Produksi Perusahaan Genteng Pres di Jetis Desa Klepu Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten Tahun2007” dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi perusahaan genteng pres di Jetis Desa Klepu Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode analisis yang digunakan adalah model persamaan regresi liniear berganda. Agar hasil estimasi yang valid dilakukan pengujian, kriteria asumsi klasik dan statistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian asumsi klasik untuk heteroskedastisitas tidak ada masalah dalam pengujian. Tapi dalam pengujian asumsi klasik yang multikoliniearitas ditemukan penyimpangan yaitu terjadi pada upah tenaga kerja dan biaya bahan baku. Hal ini tidak begitu berarti dan model ini bisa digunakan untuk estimasi. Berdasarkan uji aotokorelasi yang digunakan uji Durbin-Watson dan&lt;br /&gt;dalam persamaan tidak dapat disimpulkan karena tidak lolos uji autokorelasi Berdasarkan uji t, menunjukan bahwa upah tenaga kerja dan bahan baku berpengaruh (signifikan) terhadap produksi genteng pres, sedangkan pengeluaran biaya transportsi dan biaya pembakaran tidak berpengaruh terhadap produksi genteng pres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uji F, secara bersama-sama variabel independen (upah tenaga kerja, pengeluaran biaya transportasi, biaya pembakaran, biaya bahan baku) berpengaruh terhadap produksi genteng pres. R2 menunjukan variasi variabel dependen (produksi genteng pres) dapat dijelaskan oleh variabel independen (biaya tenaga kerja, pengeluaran biaya transportasi, biaya&lt;br /&gt;pembakaran, biaya bahan baku) sebesar 79,6%, sedangkan sisanya 20,4% dijelaskan oleh variabel bebas lain diluar model.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6233284780386190141?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6233284780386190141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6233284780386190141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_5101.html' title='Analisis Faktor-Faktor Produksi Perusahaan Genteng Pres di Jetis Desa Klepu Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten Tahun 2007'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6158895636263531992</id><published>2010-09-18T11:12:00.001+07:00</published><updated>2010-09-18T13:54:03.851+07:00</updated><title type='text'>Pengetahuan Konsumen Mengenai Perbankan Syariah dan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah pada PT Bank Syariah Mandiri Tbk Cabang Bandung</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk/jasa yang meliputi pengetahuan atribut, manfaat, dan nilai kepuasan produk. Pengetahuan konsumen juga merupakan salah satu faktor dalam unsur psikologis yang mempengaruhi keputusan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan konsumen mengenai perbankan syariah dan keputusan menjadi nasabah, untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengetahuan konsumen terhadap keputusan menjadi nasabah, dan untuk mengetahui jenis pengetahuan konsumen yang paling menentukan keputusan menjadi nasabah. Ditinjau dari tujuannya, penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dan verifikatif. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dilakukan menggunakan teknik survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 nasabah dana pihak ketiga dengan metode simple ramdom sampling,  kemudian dilakukan uji validitas dan realibilitas terhadap data yang diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada hasil pengolahan dan analisis data, penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan konsumen cenderung kurang baik pada item atribut produk, dan baik pada item manfaat serta nilai kepuasan produk karena mayoritas responden menjawab kurang mengetahui dan mengetahui terhadap variable yang diteliti. Selain itu, berdasarkan output regresi multiple, hasil koefisien determinasi membuktikan terdapat pengaruh sebesar 36,3% antara variable X terhadap variabel Y, kemudian melalui perhitungan koefisien regresi parsial dapat ditelusuri jenis pengetahuan yang paling berkontribusi terhadap keputusan menjadi nasabah berturut-turut yaitu pengetahuan manfaat dan nilai kepuasan produk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6158895636263531992?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6158895636263531992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6158895636263531992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_9044.html' title='Pengetahuan Konsumen Mengenai Perbankan Syariah dan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah pada PT Bank Syariah Mandiri Tbk Cabang Bandung'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-8113088687382311762</id><published>2010-09-18T10:56:00.003+07:00</published><updated>2010-09-18T13:58:06.553+07:00</updated><title type='text'>PELAKSANAAN EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI PAJAK DENGAN ADANYA SUNSET POLICY SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI KPP PRATAMA KARANGANYA</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan di Negara Indonesia. Dalam APBN peran pajak untuk pembiayaan pembangunan dan kegiatan kepemerintahan baik pusat maupun daerah sangatlah besar yakni 70%. Oleh karena itu pemerintah berupaya untuk meningkatkan pendapatan di bidang perpajakan yang salah satunya adalah dengan memberikan kebijakan berupa fasilitas penghapusan sanksi administrasi berupa bunga yang hanya berlaku sesaat&lt;br /&gt;yaitu pada tahun 2008 dan diberikan perpanjangan waktu hingga bulan Februari 2009, dimana kebijakan tersebut dinamakan sunset policy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kebijakan ini bertujuan untuk memperbaiki tax ratio yang hingga saat ini baru 14%. Dalam hal ini berarti bahwa jika penerimaan pajak naik maka tax ratio juga akan naik. Sehingga sunset policy memiliki dua spesifikasi yakni menjaring WP baru dan memperbaiki basis objek pajak. Dimana penjaringan WP baru merupakan perluasan perpajakan yang biasa disebut dengan istilah ekstensifikasi perpajakan. Dalam kegiatan ini pihak KPP Pratama Karanganyar telah berhasil menjaring WP baru yang mana untuk WP Orang Pribadi di tahun 2008 bertambah hingga 14.551 dan 3.401 di tahun 2009. Sedangkan untuk dalam hal perbaikan basis objek pajak atau disebut dengan intensifikasi pajak dimana dalam program ini wajib pajak diberikan kepercayaan untuk membetulkan sendiri jumlah pajaknya yang terutang, sehingga untuk ke depannya diharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak. Terbukti dengan adanya kebijakan sunset policy ini terdapat 1.294 SPT yang masuk dalam rangka sunset policy dengan pembayaran pajak kurang bayar sebesar Rp3.439.693.669,00. Dimana jumlah ini telah berhasil melampaui target yang diberiakn dari pihak kanwil sebesar 150,73%. Pencapaian hasil yang cukup memuaskan untuk KPP Pratama&lt;br /&gt;Karanganyar mengingat waktu yang hanya sesaat berlakunya kebijakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: sunset policy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-8113088687382311762?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8113088687382311762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8113088687382311762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_3953.html' title='PELAKSANAAN EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI PAJAK DENGAN ADANYA SUNSET POLICY SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI KPP PRATAMA KARANGANYA'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-5569863971189685308</id><published>2010-09-18T10:30:00.002+07:00</published><updated>2010-09-18T14:03:13.021+07:00</updated><title type='text'>PERBANDINGAN MODEL CAPM DAN APT DALAM MEMPREDIKSI IMBALAN SAHAM INDUSTRI PERTAMBANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model CAPM dan model APT dalam memprediksi imbalan saham industri pertambangan di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan adalah harga saham penutupan, capital gain dan dividen yield pada tahun 2005-2007, IHSG, inflasi bulanan, tingkat suku bunga BI rate bulanan, dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Penelitian ini mengambil populasi pada perusahaan-perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) di Bursa Efek Indonesia. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 13.0 dengan level signifikansi yang ditetapkan (α) sebesar 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada model CAPM, nilai adjusted R2 berkisar antara 6.7% hingga 33.9%. Untuk F-test, faktor premi pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap imbalan saham hanya pada perusahaan PTBA, karena nilai risiko keputusan &gt; level signifikansi 5%. Sedangkan pada model APT, faktor makroekonomi tidak dapat menjelaskan imbalan saham perusahaan. Hal ini terlihat dari nilai adjusted R2 terbesar yang hanya sebesar 17.4%. Dari hasil t-test, hanya perubahan nilai tukar yang merupakan faktor yang signifikan dalam memprediksi imbalan saham ANTM dan APEX. Hal ini terlihat dari nilai risiko keputusan yang lebih kecil dari level signifikansinya. Dari hasil uji&lt;br /&gt;perbandingan diperoleh hasil bahwa selisih rata-rata F-test untuk model CAPM lebih baik sebesar 6.6623 dibandingkan model APT. Dan selisih rata-rata adjusted R2 untuk model CAPM lebih baik sebesar 0.1141. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model CAPM lebih baik daripada model APT dalam memprediksi imbalan saham perusahaan pertambangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-5569863971189685308?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5569863971189685308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5569863971189685308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_4433.html' title='PERBANDINGAN MODEL CAPM DAN APT DALAM MEMPREDIKSI IMBALAN SAHAM INDUSTRI PERTAMBANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-326836127691452886</id><published>2010-09-18T10:22:00.001+07:00</published><updated>2010-09-18T14:04:50.737+07:00</updated><title type='text'>Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta pada periode 2004-2005. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu pemilihan sampel dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis penelitian ini adalah studi empiris. Data diperoleh dengan melakukan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif antara profitabilitas dan pertumbuhan penjualan terhadap harga saham. Dengan menggunakan taraf signifikan sebesar 5% diperoleh nilai t-hitung untuk profitabilitas dan tingkat penjualan sebesar 2,612 dan 2,747, sedangkan nilai t-tabel sebesar 1,658. Oleh karena itu t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka H0 ditolak dan menerima Ha. Jadi profitabilitas dan tingkat penjualan berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Sedangkan dividen dan tingkat pengembalian saham tidak berpengaruh&lt;br /&gt;positif terhadap harga saham. Hal ini bisa dilihat dari t-hitung (-0,319 dan 1,655) yang lebih kecil dari t-tabel sebesar 1,658.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-326836127691452886?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/326836127691452886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/326836127691452886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_7888.html' title='Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6425842142563078118</id><published>2010-09-18T10:03:00.002+07:00</published><updated>2010-09-18T14:12:13.184+07:00</updated><title type='text'>Desain komunikasi visual Sebagai pendukung promosi Album indie : rukun sayur</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aditia Winandia, 2006. Pengantar Karya Tugas Akhir ini berjudul Desain&lt;br /&gt;Komunikasi Visual Sebagai Pendukung Promosi Album Indie Rukun Sayur.&lt;br /&gt;Adapun permasalahan yang dikaji adalah bagaimana memilih media komunikasi&lt;br /&gt;visual yang tepat, efektif dan efisien sehingga tujuan promosi tercapai yaitu&lt;br /&gt;berhasilnya penjualan album indie Rukun Sayur dan juga dikenalnya grup Rukun&lt;br /&gt;Sayur oleh masyarakat luas. Rukun Sayur adalah grup musik yang memiliki aliran&lt;br /&gt;dangdut kreatif., tidak seperti halnya orkes dangdut, Rukun Sayur membawakan&lt;br /&gt;lagu dangdut dengan format band dan aransemen musik yang segar. Kehidupan&lt;br /&gt;anak muda sehari-hari mereka jadikan tema dari lagu yang mereka ciptakan&lt;br /&gt;dengan aransemen ringan dan mudah dinikmati. Namun keberadaan Rukun Sayur&lt;br /&gt;sendiri belum begitu dikenal oleh banyak kalangan dikarenakan belum adanya&lt;br /&gt;promosi yang tepat, sehingga perlu adanya strategi yang tepat untuk&lt;br /&gt;menyampaikan pesan maupun informasi tentang grup Rukun Sayur tersebut&lt;br /&gt;secara efektif dan efisien. Kegiatan promosi yang terarah dengan menggunakan&lt;br /&gt;media komunikasi visual yang efektif akan dapat mempengaruhi calon konsumen&lt;br /&gt;untuk dapat menciptakan permintaan atas produk, dalam hal ini adalah Album&lt;br /&gt;Indie Rukun Sayur. Strategi promosi yang dilakukan dalam kegiatan promosi&lt;br /&gt;Album Indie Rukun Sayur adalah menyerang pasar dengan sasaran remaja sebagai&lt;br /&gt;target audience dengan media promosi yang efektif dan efisien meliputi media&lt;br /&gt;iklan Above the line dan Below the line&lt;br /&gt;Kata kunci: Musik Segar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6425842142563078118?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6425842142563078118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6425842142563078118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_1270.html' title='Desain komunikasi visual Sebagai pendukung promosi Album indie : rukun sayur'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-892447791593649465</id><published>2010-09-18T09:52:00.003+07:00</published><updated>2010-09-18T14:19:43.745+07:00</updated><title type='text'>HUBUNGAN KEGIATAN EMPLOYEE RELATIONS DAN KEPUASAN KOMUNIKASI KARYAWAN PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk-PEUGEOT SALES OPERATION CILANDAK-JAKARTA SELATAN</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk hubungan dalam public relations yang mengatur hubungan antara perusahaan dan para karyawannya adalah employee relations. Employee relations dilakukan antara lain adalah untuk menciptakan bentuk hubungan atau komunikasi dua arah yang baik antara pihak manajemen dengan para karyawannya dalam upaya membina kerjasama dan hubungan yang harmonis di antara keduanya. Regular meeting merupakan bentuk dari employee relations yang dilakukan perusahaan untuk membentuk iklim komunikasi yang positif. PT Astra International Tbk-Peugeot Sales Operation Cilandak adalah perusahan yang secara rutin melakukan aktivitas&lt;br /&gt;employee relations dalam bentuk regular meeting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel employee relations dan variabel kepuasan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frank Jefkins mengatakan bahwa komunikasi internal (lebih lanjut disebut sebagai komunikasi pegawai atau employee relations) memiliki tiga bentuk, yang pertama adalah komunikasi ke bawah yaitu komunikasi dari pihak pimpinan kepada karyawan. Kedua adalah komunikasi ke atas, yaitu komunikasi yang berlangsung dari karyawan kepada atasannya. Ketiga adalah komunikasi sejajar, yaitu komunikasi yang berlangsung antar sesama pegawai. Sedangkan Redding menyebutkan bahwa kepuasan komunikasi adalah semua tingkat kepuasan seorang karyawan mempersepsi lingkungan komunikasi secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe pada penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian korelasional digunakan untuk meneliti hubungan di antara variabel-variabel, dan hubungan dari variabel-variabel itu disebut sebagai korelasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Untuk melakukan analisa data mengenai hubungan antar variabel pada penelitian, menggunakan teknik statistik dengan menggunakan analisa korelasi. Teknik statistik yang akan digunakan dalam analisa korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,628 antara variabel employee relations (X) dan variabel kepuasan komunikasi (Y), yang berarti bahwa hubungan menunjukan korelasi kuat. Hubungan tersebut juga signifikan pada taraf kepercayaan 95%, dan diperoleh kesimpulan bahwa, pengaruh employee relations terhadap kepuasan komunikasi sebesar 39,43%, dan sisanya 60,57% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-892447791593649465?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/892447791593649465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/892447791593649465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_9343.html' title='HUBUNGAN KEGIATAN EMPLOYEE RELATIONS DAN KEPUASAN KOMUNIKASI KARYAWAN PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk-PEUGEOT SALES OPERATION CILANDAK-JAKARTA SELATAN'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-2864008673531633913</id><published>2010-09-18T09:45:00.001+07:00</published><updated>2010-09-18T14:28:53.555+07:00</updated><title type='text'>TINJAUAN TENTANG PENCABUTAN KETERANGAN TERDAKWA DALAM PERSIDANGAN DAN IMPLIKASI YURIDISNYA TERHADAP KEKUATAN ALAT BUKTI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Studi Kasus di Pengadilan Negeri Klas IA Surakarta)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ketentuan hukum dari pencabutan keterangan terdakwa dalam persidangan pengadilan, dalam hal ini di Pengadilan Negeri Kelas IA Surakarta serta mengetahui bagaimana implikasi yuridis dari pencabutan keterangan terdakwa terhadap kekuatan alat bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian hukum ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan apabila dilihat dari tujuannya termasuk dalam penelitian hukum sosiologis. Lokasi penelitian di Pengadilan Negeri Kelas IA Surakarta. Jenis data yang dipergunakan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan meliputi: wawancara dan studi kepustakaan baik berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen dan sebagainya. Analisis yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dengan metode interaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa pencabutan keterangan terdakwa dalam putusan perkara perkosaan Pengadilan Negeri Kelas IA Surakarta Nomor: 306/Pid.B/2003/PN.Ska ditolak atau tidak dapat diterima oleh Majelis Hakim karena pencabutan keterangan yang dilakukan oleh terdakwa Joko Kustiono alias Gepeng dinilai tidak berdasar dan tidak logis. Alasan yang mendasar dan logis tersebut mengandung arti bahwa alasan yang menjadi dasar pencabutan tersebut harus dapat dibuktikan kebenarannya dan diperkuat atau didukung oleh bukti-bukti lain yang menunjukkan bahwa alasan pencabutan tersebut benar dan dapat dibuktikan oleh hakim. Implikasi yuridis dari pencabutan keterangan terdakwa terhadap kekuatan alat bukti, adalah apabila pencabutan diterima oleh hakim, maka keterangan terdakwa dalam persidangan pengadilan dapat digunakan sebagai alat bukti dan keterangan terdakwa (tersangka) di tingkat penyidikan tidak digunakan sama sekali untuk menemukan bukti di persidangan karena isinya yang dinilai tidak benar. Sedangkan apabila pencabutan ditolak oleh hakim, maka keterangan terdakwa dalam persidangan pengadilan tidak dapat digunakan sebagai alat bukti, justru keterangan terdakwa (tersangka) di tingkat penyidikanlah (BAP) yang kemudian dapat digunakan dalam pembuktian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi teoritis penelitian ini adalah bahwa secara yuridis pencabutan keterangan terdakwa dibolehkan asalkan pencabutan dilakukan selama pemeriksaan persidangan pengadilan berlangsung dan pencabutan itu mempunyai alasan yang berdasar dan logis. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa dengan adanya pencabutan keterangan terdakwa dalam persidangan, dapat digunakan hakim sebagai petunjuk dalam membuktikan kesalahan terdakwa di sidang pengadilan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-2864008673531633913?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2864008673531633913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2864008673531633913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_18.html' title='TINJAUAN TENTANG PENCABUTAN KETERANGAN TERDAKWA DALAM PERSIDANGAN DAN IMPLIKASI YURIDISNYA TERHADAP KEKUATAN ALAT BUKTI'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-7366258449928208985</id><published>2010-09-16T15:55:00.003+07:00</published><updated>2010-09-18T14:36:56.911+07:00</updated><title type='text'>PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KUALITAS AKRUAL</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional, corporate governance perception index dan ukuran perusahaan terhadap kualitas akrual. Penelitian ini memfokuskan pada perusahaan yang masuk dalam daftar corporate governance perception index oleh The Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG) selama periode 2001-2005. IICG merupakan sebuah lembaga independen yang melakukan kegiatan diseminasi dan pengembangan good corporate governance. Kegiatan utama IICG ialah melakukan riset dan&lt;br /&gt;pemeringkatan atas penerapan good corporate governance terhadap perusahaan publik dan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari 106 perusahaan yang diobservasi, diperoleh 54 perusahaan sebagai sample, dengan metode purposive random sampling untuk mengambil sampel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik regresi linier berganda (multiple regression). Ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural rata-rata total aktiva. Kualitas akrual diperoleh dari nilai absolute residual persamaan regresi yang dimodifikasi dari persamaaan yang dibangun Francis et al. (2005) dan Liu dan Emma (2006). Penelitian ini memasukkan nilai absolute atas current accruals sebagai variable kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cash flow from operations tahun t+1 dan perubahan revenues berpengaruh terhadap current accruals. Penelitian ini menemukan kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kualitas akrual pada tingkat 10%. Sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kualitas akrual pada tingkat 5%. Sedangkan corporate governance perception index tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas akrual. Selain itu, nilai absolute atas current accruals yang digunakan sebagai variabel kontrol juga berpengaruh positif terhadap kualitas akrual pada tingkat 5%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : kepemilikan institusional, corporate governance perception index, ukuran perusahaan, kualitas akrual, current accruals&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-7366258449928208985?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7366258449928208985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/7366258449928208985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_9937.html' title='PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KUALITAS AKRUAL'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3560395161312793206</id><published>2010-09-16T15:20:00.003+07:00</published><updated>2010-09-18T14:41:59.568+07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Kualitas Laba Terhadap Cost of Equity Capital dengan Informasi Asimetri Sebagai Variabel Intervening</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;(Studi Empiris Pada Industri Manufaktur yang Terdaftar di BEI dengan Menggunakan Path Analysis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kualitas laba dan informasi asimetri terhadap cost of equity capital. Kualitas laba diukur dengan menggunakan metode modified Dechow and Dichev yang digunakan dalam FLOS (2005). Standar deviasi dari nilai residu yang diperoleh dari hasil regresi per perusahaan digunakan sebagai pengukuran utama dari kualitas laba. Cost of equity capital diukur dengan menggunakan metode Olhson. Penelitian ini juga&lt;br /&gt;menggunakan informasi asimetri sebagai variabel intervening yang diukur dengan bid-ask spread dan Trading Volume Activity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia selama tahun 2006. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan sampel akhir berjumlah 75 perusahaan. Data diuji dengan menggunakan analisis jalur untuk mengetahui hubungan kausalitas antara variabel eksogen dan variabel endogen. Uji t dan R2 digunakan untuk menguji secara parsial dan uji F digunakan untuk pengujian secara simultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil statistik dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas laba tidak berpengaruh signifikan terhadap spread tetapi kualitas laba berpengaruh signifikan terhadap Trading Volume Activity namun dengan arah yang negatif. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kualitas laba dan informasi asimetri tidak berpengaruh signifikan terhadap cost of equity capital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Kualitas Laba, Informasi Asimetri, Bid-ask spread, Trading Volume Activity, Cost of Equity Capital&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3560395161312793206?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3560395161312793206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3560395161312793206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_5709.html' title='Pengaruh Kualitas Laba Terhadap Cost of Equity Capital dengan Informasi Asimetri Sebagai Variabel Intervening'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4372422837667351278</id><published>2010-09-16T15:00:00.006+07:00</published><updated>2010-09-18T14:47:17.088+07:00</updated><title type='text'>PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN PARTISIPATIF</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Studi Tentang Partisipasi Masyarakat Berperspektif Gender dalam MUSRENBANGKEL Tahun 2007 di Kelurahan Setabelan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musrenbangkel adalah forum tahunan tertinggi dalam penyusunan dan penetapan daftar skala prioritas pembangunan tingkat kelurahan yang mengutamakan partisipasi masyarakat. Musrenbangkel diharapkan memberikan kesempatan yang sama pada setiap lapisan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan untuk mengikuti setiap tahapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan partisipasi perempuan dibandingkan laki-laki dalam proses Musrenbangkel serta menganalisis faktor penghambat partisipasi perempuan dalam Musrenbangkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan dukungan data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Penentuan informan diperoleh dengan teknik purposive sampling. Informan yang diambil berasal dari pihak Kelurahan Setabelan, panitia pelaksana Musrenbangkel, peserta Musrenbangkel, tokoh masyarakat, serta masyarakat luas baik laki-laki maupun perempuan yang dipilih berdasarkan kepentingan dan tujuan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan Musrenbangkel tahun 2007 di Kelurahan Setabelan belum responsif gender. Pelaksanaan tiap tahapan Musrenbangkel belum memperhatikan kepentingan perempuan. Kuota 30% yang merupakan parameter awal untuk melihat partisipasi perempuan dalam Musrenbangkel tidak tercapai. Faktor-faktor penyebab minimnya partisipasi&lt;br /&gt;perempuan antara lain kurangnya pengetahuan perempuan tentang Musrenbangkel, konsep diri perempuan, kebijakan, kemauan dan kemampuan perempuan, serta hambatan budaya dan pemahaman mengenai gender. Untuk mengatasi minimnya partisipasi perempuan perlu dibuat suatu kebijakan baru dan serangkaian kegiatan yang menjamin pelaksanaan Musrenbangkel bisa responsif gender. Langkah-langkah tersebut antara lain: menjadikan kuota 30% perempuan dalam Musrenbangkel sebagai syarat syah atau tidaknya pelaksanaan Musrenbangkel, mengupayakan sosialisasi yang menyeluruh mengenai pelaksanaan Musrenbangkel pada setiap lapisan masyarakat, dan memberikan kesempatan yang sama kepada semua pihak dalam tiap&lt;br /&gt;tahapan Musrenbangkel. Langkah-langkah tersebut diharapkan bisa mewujudkan&lt;br /&gt;Musrenbangkel yang memperhatikan kebutuhan baik laki-laki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: keterwakilan perempuan , pembangunan partisipatif, persamaan gender&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4372422837667351278?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4372422837667351278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4372422837667351278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_7262.html' title='PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN PARTISIPATIF'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6782842015407740182</id><published>2010-09-16T14:54:00.003+07:00</published><updated>2010-09-18T15:04:25.027+07:00</updated><title type='text'>Akuntabilitas Pelayanan Kepabeanan Di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Surakarta</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap&lt;br /&gt;pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan&lt;br /&gt;serta cita-cita bangsa bernegara. Salah satu perwujudan good governance, instansi&lt;br /&gt;pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara wajib&lt;br /&gt;mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya atau yang&lt;br /&gt;lebih dikenal dengan akuntabilitas. Demikian juga dengan Kantor Pengawasan&lt;br /&gt;dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Surakarta yang salah satu tugas pokoknya&lt;br /&gt;adalah melaksanakan pelayanan kepabeanan kepada masyarakat harus&lt;br /&gt;mempertanggungjawabkannya baik kepada negara maupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah&lt;br /&gt;pelaksanaan akuntabilitas pelayanan kepabeanan yang dilaksanakan oleh KPPBC&lt;br /&gt;Tipe A3 Surakarta.Akuntabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah&lt;br /&gt;akuntabilitas proses. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk&lt;br /&gt;mengetahui bagaimanakah prosedur pelayanan kepabeanan menurut UU Nomor&lt;br /&gt;17 tahun 2006, perwujudan Akuntabilitas pelayanan kepabeanan apakah sesuai&lt;br /&gt;dengan peraturan yang berlaku, dan faktor-faktor pendukung dan penghambat&lt;br /&gt;yang dijumpai KPPBC A3 Surakarta dalam mewujudkan akuntabilitas pelayanan&lt;br /&gt;kepabeanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan di lingkungan kerja KPPBC Tipe A3 Surakarta&lt;br /&gt;terutama pada bagian-bagian yang melayani pelayanan kepabeanan. Jenis&lt;br /&gt;penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui&lt;br /&gt;observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel&lt;br /&gt;menggunakan teknik purpose sampling dengan analisis data menggunakan model&lt;br /&gt;analisis interaktif. Sedangkan untuk menguji validitas data menggunakan teknik&lt;br /&gt;trianggulasi data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian yang dilakukan di KPPBC Tipe A3 Surakarta&lt;br /&gt;menujukkan bahwa instansi tersebut sudah mewujudkan proses akuntabilitas&lt;br /&gt;pelayanan kepabeanan terutama proses impor dengan baik dengan pelaksanaan&lt;br /&gt;pelayanan kepabeanan yang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dengan UU&lt;br /&gt;Nomor 17 Tahun 2006 dan penyusunan Laporan Akuntabilitas kinerja Instansi&lt;br /&gt;Pemerintah setiap satu sekali. Masalah keterlambatan yang sering muncul dalam&lt;br /&gt;pelayanan kepabeanan tidak berasal dari pegawai KPPBC Tipe A3 surakarta yang&lt;br /&gt;tidak melaksanakan prosedur sesuai dengan undang-undang tetapi dari para&lt;br /&gt;pengguna jasa sendiri yang belum mengetahui secara benar prosedur pelayanan&lt;br /&gt;kepabeanan tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6782842015407740182?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6782842015407740182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6782842015407740182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_668.html' title='Akuntabilitas Pelayanan Kepabeanan Di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Surakarta'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-1620664099222104731</id><published>2010-09-16T14:46:00.007+07:00</published><updated>2010-09-18T15:14:44.995+07:00</updated><title type='text'>IMPLEMENTASI RENCANA STRATEGIS DINAS LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN (DLLAJ) KOTA SURAKARTA TAHUN 2007</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : MUHAMMAD FIRMAN SYAH / D0104091&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan transportasi yang ditata secara terpadu dan dinamis diperlukan agar dalam penyelenggaraan transportasi dapat berjalan dengan baik. Kota Surakarta, sebagai kota yang mengandalkan sektor perdagangan dan pariwisata, maka sektor transportasi darat menjadi bagian yang vital dan sangat diandalkan sebagai pendukung, penunjang, dan pendorong bagi pertumbuhan dan perkembangan kota. Namun dengan segala sumber daya dan daya dukung yang dimiliki membuat kota Surakarta tidak memiliki hambatan dalam pertumbuhannya sendiri karena sektor lalu lintasnya mulai menunjukkan gejalagejala yang kurang mendukung. Sehingga perlu diketahui bagaimana implementasi rencana strategis DLLAJ Kota Surakarta dalam mengelola lalu lintas di kota Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan di lingkungan DLLAJ Kota Surakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana penelitian ini berusaha untuk menjelaskan suatu fakta atau realita sebenarnya di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Validitas data menggunakan teknik trianggulasi data. Kemudian analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data interaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa DLLAJ Kota Surakarta telah melakukan manajemen strategis baik dalam perencanaan, perumusan, implementasi, maupun pengawasan. Program kerja yang telah dibuat dapat dilaksanakan sesuai dengan renstra, dan dapat mendukung kinerja DLLAJ Kota Surakarta dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang lalu lintas&lt;br /&gt;dan angkutan jalan. Pelaksanaan program kerja baik tahunan maupun insidental sampai tahun 2008 dari 12 program kerja yang dibuat dalam renstra, 9 diantaranya sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. Ada 3 program kerja yang belum bisa dilaksanakan karena pelaksanaan porgram kerja tersebut belum selesai atau masih dalam proses pengerjaan sebagian besar sudah bisa dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan renstra DLLAJ Kota Surakarta belum bisa berjalan maksimal karena munculnya berbagai hambatan, antara lain : terbatasnya dana/ anggaran, keterbatasan sarana dan prasarana, kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki masih terbatas, rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Selain itu, munculnya usulan masyarakat dalam musrenbang yang cenderung didahulukan&lt;br /&gt;untuk dilaksanakan membuat DLLAJ Kota Surakarta harus menyesuaikan program kerjanya dengan kebijakan walikota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : Rencana Strategi, Implementasi, Lalu Lintas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-1620664099222104731?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1620664099222104731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1620664099222104731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_2768.html' title='IMPLEMENTASI RENCANA STRATEGIS DINAS LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN (DLLAJ) KOTA SURAKARTA TAHUN 2007'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-8904759509406475911</id><published>2010-09-16T14:27:00.004+07:00</published><updated>2010-09-18T15:15:42.792+07:00</updated><title type='text'>PENGEMBANGAN SISTEM PELAYANAN JASA PADA KATERING DAHARECO</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katering Dahareco adalah salah satu perusahaan jasa yang bergerak di bidang jasa penyedia makanan dalam suatu acara. Sebagai perusahaan jasa, Katering Dahareco tidak terlepas dari permasalahan yang berhubungan dengan kualitas pelayanan. Permasalahan yang sering muncul dalam memperoleh kualitas pelayanan yang baik adalah ketika Katering Dahareco memberikan pelayanan pada saat pelaksanaan acara. Untuk mengetahui permasalahan tersebut, perlu&lt;br /&gt;diketahui variabel-variabel yang mempengaruhi kualitas pelayanan. Informasi tersebut sangat bermanfaat bagi pemilik Katering Dahareco untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanannya dalam upaya memberikan kepuasan kepada konsumen. Dengan meningkatnya kepuasan konsumen maka diharapkan akan meningkatkan loyalitas pelanggan yang sudah ada dan menarik perhatian pelanggan baru. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan di Surakarta dengan mengacu pada model kualitas jasa Parasuraman. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 orang yang pernah memesan jasa Katering Dahareco minimal 1 kali dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan Katering Dahareco digunakan analisis SERVQUAL. Sedangkan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan digunakan analisis Tingkat Kesesuaian. Dari&lt;br /&gt;pengolahan data diperoleh tingkat pelayanan pelanggan sebesar 3,71 sementara harapan pelanggan 4,60. Gap sebesar -0,89 diklasifikasikan sesuai dimensi SERVQUAL yaitu assurance (-0,98), tangibles (-0,97), reliability (-0,92), responsiveness (-0,90) dan empathy (-0,73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variabel-variabel yang harus ditingkatkan kualitasnya dengan usulan pengembangan sistem pelayanan didasarkan pada diagram kartesius kinerjaharapan kuadran prioritas utama dan variabel yang memiliki skor gap terbesar diantara variabel penelitian yaitu: pramusaji cepat dan teratur dalam menyampaikan makanan, pramusaji menjaga etika pelayanan, pramusaji cepat&lt;br /&gt;tanggap terhadap permintaan tamu, pramusaji memiliki sopan santun dalam melayani, jaminan koordinasi yang bagus antar pramusaji dan seragam pramusaji yang mengikuti trend. Usulan pengembangan sistem pelayanan dibagi menjadi tiga yaitu: perubahan struktur organisasi shop floor dan penghitungan total waktu pelayanan, pelatihan kepada pramusaji, dan usulan variasi seragam pramusaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: kualitas jasa, analisis SERVQUAL, analisis Tingkat Kesesuaian, Katering Dahareco&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-8904759509406475911?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8904759509406475911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8904759509406475911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_5542.html' title='PENGEMBANGAN SISTEM PELAYANAN JASA PADA KATERING DAHARECO'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-4020887757731160869</id><published>2010-09-16T14:25:00.003+07:00</published><updated>2010-09-18T15:18:12.018+07:00</updated><title type='text'>ABSTRAK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENENTUAN SETTING LEVEL OPTIMAL UNTUK  MENINGKATKAN KUALITAS BENANG RAYON (30R) DENGAN EKSPERIMEN TAGUCHI  SEBAGAI UPAYA JAMINAN ATAS SPESIFIKASI KUALITAS BENANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang rayon merupakan benang sintetis dari selulosa yang diregenerasi sehingga strukturnya sama dengan serat selulosa yang lain. Salah satu ciri benang rayon adalah mempunyai kilap yang tinggi dan warnanya lebih putih dibanding benang kapas. Biasanya benang rayon digunakan dalam pembuatan kaos (knitting) dan hem batik (tenun). Eksperimen Taguchi merupakan metode pendekatan optimasi kualitas dengan tujuan untuk membuat suatu desain produk dan proses agar dapat mengurangi kemungkinan timbulnya variansi pada produk. Tujuan ini akan dapat tercapai jika perusahaan mampu mengidentifikasi adanya faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas dengan menyesuaikan faktor-faktor tersebut pada tingkat atau level yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini difokuskan pada bagaimana menentukan setting level optimal yang tepat dari proses pembuatan benang rayon nomor 30 pada mesin ring spinning dilihat dari karakteristik kualitas ketidakrataan benang, kekuatan tarik benang, dan puntiran pada benang sebagai upaya untuk meminimasi total kerugian yang diakibatkan variasi tiga karakteristik kualitas secara simultan. Pendekatan yang digunakan adalah dengan mengkombinasikan antara desain eksperimen dari metode Taguchi, model regresi, dan optimasi dari quality loss function dengan menggunakan model non linear programming. Eksperimen yang dilakukan terdiri dari 3 tahap. Eksperimen tahap 1 berdasarkan setting perusahaan menggunakan sampel sebanyak 30 buah, eksperimen tahap 2 berdasarkan orthogonal array yang digunakan yaitu L27(313) menggunakan 4 replikasi untuk tiap-tiap kombinasi level, eksperimen tahap 3 berdasarkan setting optimal menggunakan sampel sebanyak 10 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pengolahan data diketahui nilai karakteristik kualitas untuk ketidakrataan benang adalah sebesar 9,729 %, untuk kekuatan tarik benang sebesar 346,232 gram dan untuk puntiran pada benang sebesar 18,437. Total kerugian akibat tiga karakteristik kualitas pada kondisi aktual adalah sebesar Rp 171.372,00. Setelah dilakukan penelitian dengan hasil setting level optimal, diperoleh nilai karakteristik kualitas untuk ketidakrataan benang sebesar 9,480 %, untuk kekuatan tarik benang sebesar 351,093 gram dan untuk puntiran benang sebesar 18,092. Total kerugian pada kondisi optimal adalah sebesar Rp 119.328,00 per cone benang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Eksperimen Taguchi, Model Regresi, Quality Loss Function, Non Linear Programming&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-4020887757731160869?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4020887757731160869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/4020887757731160869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_9037.html' title='ABSTRAK'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6789674228816463273</id><published>2010-09-16T11:45:00.004+07:00</published><updated>2010-09-18T15:20:58.009+07:00</updated><title type='text'>PENENTUAN JUMLAH DAN LOKASI HALTE RUTE I BUS RAPID TRANSIT(BRT) DI SURAKARTA DENGAN MODEL SET COVERING PROBLEM</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kota Surakarta berencana untuk menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) sebagai salah satu moda transportasi yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik angkutan umum sehingga dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi sebagai usaha untuk mengurangi tingkat kemacetan, kesemrawutan dan kecelakaan lalu lintas. Untuk pengoperasian BRT diperlukan adanya fasilitas penunjang, salah satunya adalah halte. Penentuan lokasi dan&lt;br /&gt;jumlah halte memiliki peran yang penting dalam penggunaan moda BRT. Pembangunan halte yang tidak baik akan mengakibatkan bertambahnya permasalahan transportasi, sebab banyak masyarakat yang seharusnya menjadi target pengguna menjadi malas untuk menggunakan moda ini karena adanya kesulitan disaat akan memanfaatkan fasilitas yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, penentuan lokasi dan jumlah halte di sepanjang rute I BRT dilakukan dengan mengidentifikasi lokasi bangkitan yang mempunyai tingkat permintaan relatif tinggi dan kandidat lokasi halte. Lokasi halte terpilih ditentukan dengan menggunakan Model Set Covering Problem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil perhitungan menyimpulkan bahwa terdapat 17 lokasi halte terpilih di sepanjang rute. Dalam penelitian ini juga dilakukan analisis penentuan lokasi halte ketika pemerintah memiliki keterbatasan anggaran pembangunan halte.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6789674228816463273?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6789674228816463273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6789674228816463273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_5689.html' title='PENENTUAN JUMLAH DAN LOKASI HALTE RUTE I BUS RAPID TRANSIT(BRT) DI SURAKARTA DENGAN MODEL SET COVERING PROBLEM'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-176917644421831170</id><published>2010-09-16T10:29:00.003+07:00</published><updated>2010-09-18T15:23:35.854+07:00</updated><title type='text'>Sistem Pendeteksi Wajah Manusia pada Citra Digital</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeteksian wajah (face detection) adalah salah satu tahap awal yang sangat penting dalam sistem pengenalan wajah (face recognition) yang digunakan dalam identifikasi biometrik. Deteksi wajah juga dapat digunakan untuk pencarian atau pengindeksan data wajah dari citra atau video yang berisi wajah dengan berbagai ukuran, posisi, dan latar belakang. Dalam penelitian ini&lt;br /&gt;diimplementasikan sistem deteksi wajah yang menggunakan jaringan syaraf tiruan multi-layer perceptron dan algoritma Quickprop. Sistem deteksi wajah memperoleh kemampuan deteksinya dengan cara belajar dari contoh (learning by examples). Pelatihan dilakukan dengan metode active learning untuk meminimalkan banyaknya data yang digunakan untuk pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi dari sistem deteksi wajah sangat tergantung pada jumlah dan jenis data yang digunakan dalam pelatihan. Algoritma Quickprop dan teknik active learning dapat dimanfaatkan untuk membantu mempercepat proses pelatihan.&lt;br /&gt;(Kata kunci: deteksi wajah, jaringan syaraf tiruan, Quickprop, active learning)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-176917644421831170?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/176917644421831170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/176917644421831170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_3030.html' title='Sistem Pendeteksi Wajah Manusia pada Citra Digital'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-5559503445774511191</id><published>2010-09-16T09:58:00.004+07:00</published><updated>2010-09-18T15:46:26.669+07:00</updated><title type='text'>Persepsi Anggota Tentang Peran Pemimpin Kelompok Pada Masyarakat Miskin Kota Di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha membangun masyarakat miskin sasaran perlu diikut sertakan, misalnya melalui perwakilan atau pemimpin mereka. Pemerintah sebaiknya melakukan pekerjaan yang benar-benar mampu mereka kelola, misalnya usaha pelatihan/pendampingan untuk meningkatkan kemampuan manajemen usaha masyarakat miskin tersebut. Berbagai program untuk mengentaskan kemiskinan salah satunya Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yang merupakan program pemerintah yang secara substansi berupaya memberdayakan masyarakat dan pelaku pembangunan lokal lainnya, termasuk pemerintah daerah dan kelompok peduli setempat, sehingga dapat dibangun "gerakan bersama" dalam menanggulangi kemiskinan secara mandiri dan berkelanjutan di wilayah bersangkutan. Untuk&lt;br /&gt;mewujudkan hal tersebut, maka dituntut adanya pembagian peran yang jelas antar pelaku P2KP, baik yang langsung tergabung dalam organisasi program maupun pihakpihak yang terlibat, seperti pemerintah daerah, para pemeduli, kelompok-kelompok masyarakat dan lain-lain, dari tingkat pusat sampai tingkat komunitas dengan memperhatikan sumber daya lokal yang dimiliki oleh masyarakat melalui pendekatan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan: (1) Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal anggota kelompok swadaya masyarakat miskin perkotaan, (2) Mengetahui persepsi anggota tentang peran pemimpin kelompok swadaya masyarakat miskin perkotaan, dan (3) Menjelaskan hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan pesepsi anggota tentang peran pempimpin kelompok pada masyarakat miskin perkotaan.  Populasi penelitian ini adalah anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) miskin kota di Kecamatan Bogor Timur yang berada di bawah pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) dengan sampel berjumlah 105 orang yang dipilih sesuai kriteria kelompok yang ditentukan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan untuk mendapatkan data dilakukan wawancara dengan responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Usaha untuk melihat hubungan&lt;br /&gt;antar variabel yang diamati dianalisis dengan menggunakan tehnik korelasi jenjang Spearman dan tehnik korelasi Tau-b Kendall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian yang diperoleh, memperlihatkan tiga peranan yang dirasakan sangat bermamfaat dari peran pemimpin kelompok yaitu; (1) memotivasi anggota kelompok dalam berusaha (2) membangun kekompakan anggota kelompok dalam berusaha (3) mengembangkan ketrampilan anggota kelompok dalam berusaha. Terdapat berbagai variasi dalam menetapkan jenjang peranan pemimpin kelompok, tetapi pada umumnya terdapat kesesuaian yang kuat antara anggota kelompok yang berbeda karakteristiknya. Ada kecenderungan bahwa anggota kelompok yang memiliki karakteristik yang lebih baik maka persepsi juga baik tentang peran pemimpin kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendampingan yang dilakukan oleh P2KP belum banyak dirasakan manfaat oleh anggota kelompok, separuh lebih dari anggota kelompok mempunyai persepsi yang buruk tentang pelaksaanan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP). Secara umum karakteristik anggota kelompok berhubungan nyata dengan persepsi mereka tentang peran pemimpin kelompok pada masayakarat miskin kota, hanya pada variabel pendidikan non formal dan instensitas pendampingan menunjukkan hubungan yang tidak nyata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-5559503445774511191?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5559503445774511191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5559503445774511191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_4751.html' title='Persepsi Anggota Tentang Peran Pemimpin Kelompok Pada Masyarakat Miskin Kota Di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3432080798534874474</id><published>2010-09-16T09:43:00.004+07:00</published><updated>2010-09-18T15:56:33.286+07:00</updated><title type='text'>MENGEMBANGKAN MANUSIA PARIWISATA DENGAN METODE ANALISIS SITUASIONAL SEBAGAI MODEL KOMPETENSI SDM DI DISPARINKOM KABUPATEN GRESIK</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang berjudul “Mengembangkan Manusia Pariwisata dengan Metode Analisis Situasional sebagai Model Kompetensi SDM di Dinas Pariwisata Informasi dan Komunikasi Gresik” ini didasari latar belakang sebagai berikut; (a) situasi lingkungan dan kondisi organisasi mempunyai peran penting dalam menentukan kebijakan pengembangan SDM di sebuah organisasi, (b) terjadinya perubahan yang penting dan mendasar dalam pemerintahan Indonesia melalui UU No.29/1999 tentang Otonomi Daerah, dan (c) pegawai (SDM) Dinas Pariwisata Informasi dan Komunikasi Gresik berasal dari gabungan dari dinas pariwisata dan departemen penerangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang seperti itu, maka penelitian ini berusaha mencoba menjawab beberapa pertanyaan dalam penelitian, yaitu; (a) situasi lingkungan, (b) situasi organisasi bagaimana yang menentukan pengembangan model komptensi manusia Pariwisata di DISPARINKOM Gresik, dan (c) bagaimana model kompetensi Manusia Pariwisata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menggunakan metode kualitatif analisis deskriptif dengan teknik pengumpula data kuisioner, wawancara, dan observasi. Selama bulan Juni s/d Juli 2003 penelitian ini dilakukan di DISPARINKOM Gresik yang beralamat di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 127 Gresik. Berdasarkan penelitian intensif dengan sejumlah informan penelitian, maka peneliti menyimpulkan beberapa hasil yang ditemukan, yaitu: (a) lingkungan yang menjadi dasar pengembangan model komptensi Manusia Pariwisata di DISPARINKOM Gresik adalah lingkungan politik dan keamanan yang potensial dan kondusif, eknomi yang rekatif stabil, dan geografis kedekatan dengan Surabaya, (b) situasi organisasi yaitu keuangan yang terbatas dan kurang memadai; manajerial yang demokrtais, terbukan, dan akrab; budaya organisasi yang mendukung, (dan (c) model kompetensi Manusia Pariwisata yang dikembangkan adalah SDM yang mempunyai kemampuan kepariwisataan, sikap dan kepribadian, dan kemampuan&lt;br /&gt;manajerial; dan model kompetensi Manusia Pariwisata di dalamnya juga termasuk pelaku dan pengelola obyek wisata yang berasal dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian ini, peneliti mengajukan beberapa saran, yaitu: (a) perlu usaha terus menerus menumbuhkan sinergi di antara pegawai dinas yang berbeda latar belakang, (b) siatuasi-situasi yang ada perlu dikaji lebih mendalam sehingga dapat diambil kebijakan yang sangat sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, dan (c) sinergi dan kerjasama antara pemerintah (dinas) dan masyarakat akan membantu pengembangan model kompetensi Manusia Pariwisata di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Kompetensi, Sumber Daya Manusia, Audit Situasional, Manusia Pariwisata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3432080798534874474?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3432080798534874474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3432080798534874474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_3393.html' title='MENGEMBANGKAN MANUSIA PARIWISATA DENGAN METODE ANALISIS SITUASIONAL SEBAGAI MODEL KOMPETENSI SDM DI DISPARINKOM KABUPATEN GRESIK'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-1401061373529843317</id><published>2010-09-16T09:36:00.005+07:00</published><updated>2010-09-20T08:34:36.375+07:00</updated><title type='text'>DAMPAK PROGRAM YAYASAN DAMANDIRI TERHADAP PEMENUHAN PENDIDIKAN ANAK DI KOTA SURABAYA (Analisis Pada Keluarga Binaan Dengan Skim Pundi Kencana)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian skim pundi kencana dari Yayasan Damandiri terhadap pemenuhan pendidikan anak. Oleh karena program pundi kencana tidak berhubungan langsung dengan pembiayaan pendidikan anak, maka sebelumnya diteliti pengaruh pemberian kredit terhadap kesejahteraan keluarga debitur. Untuk itu hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah pertama bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian skim kredit pundi kencana terhadap tingkat kesejahteraan keluarga debitur, kedua bahwa peningkatan kesejahteraan keluarga debitur berpengaruh terhadap pemenuhan pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Lokasi Penelitian berada di Kota Surabaya. Dalam penelitian ini Yayasan Damandiri dengan Program Pundi Kencana sebagai variabel bebas dan pemenuhan pendidikan anak sebagai variabel terikat dengan kesejahteraan keluarga sebagai variabel antara (intervening) . Untuk mengukurI instrumen penelitian yang digunakan digunakan adalah kuesioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 97 orang, yang dapat dijadikan sampel sebanyak 65 orang. Analisis statistik untuk menguji hipotesis digunakan uji statistik regresi logistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang merasa pemberian skim kredit pundi kencana kurang sebanyak 36 orang (55,4%), cukup 17 orang (26,2%) dan banyak 12 orang (18,5%). Berkaitan dengan pemberian kredit tersebut terhadap kesejahteraan keluarga hasilnya menunjukkan bahwa makin keluarga kurang mendapat kredit, makin kurang tingkat kesejahteraannya. Adapun jumlah keluarga yang sejahtera sebanyak 19 orang (29,2%) dan jumlah keluarga yang kurang sejahtera sebanyak 46 orang (70,8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian diketahui adanya pengaruh yang signifikan 0,000 (p&lt;0,05) antara pemberian kredit pundi kencana terhadap kesejahteraan keluarga debitur. Kemudian pengaruh kesejahteraan keluarga berpengaruh signifikan 0,001 (p&lt;0,05) terhadap pemenuhan pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Kredit pundi Kencana, Kesejahteraan Keluarga, Pendidikan anak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-1401061373529843317?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1401061373529843317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/1401061373529843317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_4184.html' title='DAMPAK PROGRAM YAYASAN DAMANDIRI TERHADAP PEMENUHAN PENDIDIKAN ANAK DI KOTA SURABAYA (Analisis Pada Keluarga Binaan Dengan Skim Pundi Kencana)'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-931611330584639721</id><published>2010-09-16T09:29:00.004+07:00</published><updated>2010-09-20T08:39:07.982+07:00</updated><title type='text'>KOMITMEN ORGANISASI POLITIK PADA PARTISIPASI PEREMPUAN DI JAWA TIMUR</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen organisasi merupakan komitmen anggota baik laki maupun perempuan pada suatu organisasi, karena menurut jumlah populasi penduduk perempuan adalah mayoritas, maka untuk mengetahui sejauhmana komitmen organisasi pada partisipasi perempuan dapat di ukur dari seberapa banyak perempuan yang aktif , sejauhmana keterlibatan anggota perempuan pada forum-forum permusyawaratan serta pada posisi apa perempuan dilibatkan dalam suatu organisasi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun partisipasi perempuan mengalami banyak hambatan,terutama budaya organisasi serta system dan sumberdaya perempuan sendiri, akan tetapi perjuangan untuk mendapatkan kesetaraan dan keadilan gender harus terus diperjuangkan oleh kelompok perempuan yang selama ini termarginalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena produk-produk kebijakan yang masih bias gender inilah yang menjadi semangat para aktivis perempuan untuk terus memperjuangkan keterwakilannya dalam lembaga penentu dan pembuat kebijakan, meskipun di sisi lain perempuan juga tidak berhenti untuk berpartisipasi dalam pembangunan, terlebih pada era otonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemilu 2004, banyak partai politik mengakomodir perempuan dalam pencalonan anggota legislative untuk memenuhi keterwakilan 30 % yang tercantum dalam undang-undang no 12 tahun 2003 pasal 65 ayat 1, meskipun hasil pencalonan tidak menunjukkan hasil yang representatif bagi perjuangan para aktivis perempuan, akan tetapi ada kemajuan 0.5 % dibanding dengan pemilu 1999 untuk perempuan di DPRD Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan ini semakin mamicu para aktivis perempuan di lintas oraganisasi baik orpol, ormas dan LSM untuk terus melakukan kerjasama memperjuangkan kepentingan-kepentingan perempuan. Dan semoga perjuangan mereka tidak berhemti sampai di sini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-931611330584639721?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/931611330584639721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/931611330584639721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_16.html' title='KOMITMEN ORGANISASI POLITIK PADA PARTISIPASI PEREMPUAN DI JAWA TIMUR'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-235957533043553396</id><published>2010-09-08T12:41:00.000+07:00</published><updated>2010-09-08T12:43:34.886+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI&lt;br /&gt;1 SYAWAL 1431 H&lt;br /&gt;MOHON MAAF LAHIR &amp; BATIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIBUR LEBARAN 9 - 13 SEPTEMBER 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-235957533043553396?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/235957533043553396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/235957533043553396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1-syawal.html' title=''/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3318937852747730714</id><published>2010-09-08T11:10:00.005+07:00</published><updated>2010-09-20T08:46:51.331+07:00</updated><title type='text'>Cerita Rakyat Kanjeng Raden Adipati Tumenggung Kolopaking di Desa Kalijirek Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah (Suatu Tinjauan Folklor)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang Penelitian ini adalah Cerita Rakyat dapat di kategorikan sebagai Sastra lisan. Sastra lisan merupakan manifestasi kreativitas manusia yang hidup dalam kolektifitas masyarakat yang memilikinya dan diwariskan turuntemurun secara lisan dari generasi ke generasi. Cerita Rakyat K.R.A.T. Kolopaking mengandung nilai-nilai, kegunaan, sehingga perlu penguraian terhadap nilai-nilai kultural bagi masyarakat pendukungnya dan melalui penelitian&lt;br /&gt;ini dapat diketahui pula sejauh mana profil masyarakat Desa Kalijirek Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, bentuk, dan isi Cerita Rakyat K.R.A.T. Kolopaking, adat atau tradisi yang dilakukan oleh masyarakat sekitar petilasan K.R.A.T. Kolopaking dalam merawat serta melestarikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah profil masyarakat pemilik cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking? (2) Bagaimanakah bentuk dan isi cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking? (3) Adakah artefak-artefak dan tradisi budaya yang terkait dengan cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking? (4) Nilai-nilai ajaran apakah yang terkandung dalam cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking? (5) Bagaimanakah respon masyarakat terhadap keberadaan cerita rakyat K.R.A.T.&lt;br /&gt;Kolopaking?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan profil masyarakat pemilik cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking. (2) Mendeskripsikan bentuk dan isi cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking. (3) Menjelaskan artefak-artefak dan tradisi budaya yang terkait dengan cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking. (4) Mendeskripsikan nilai-nilai ajaran yang terkandung dalam cerita rakyat K.R.A.T.&lt;br /&gt;Kolopaking. (5) Menjelaskan respon masyarakat terhadap keberadaan cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat penelitian berkaitan dengan penelitian ini dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang diantaranya sumber data dan data. Sumber data primer adalah data utama, dalam penelitian ini sumber data primernya adalah informan atau responden yang mengetahui cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking. Sumber data sekunder adalah data pelengkap atau data pendukung yang sedikit banyak membantu kesahihan suatu penelitian. Data juga dibedakan menjadi data primer&lt;br /&gt;dan data sekunder. Data primer adalah hasil wawancara dengan informan tentang cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking. Data sekunder adalah keterangan dan data yang terambil dari buku-buku atau referensi yang relevan dengan topik penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode penelitian yang digunakan sebagai berikut: Lokasi penelitian berada di Desa Kalijirek Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Penelitian ini bertumpu pada landasan teori Folklor dan pendekatan yang dipakai ialah Folklor. Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari penelitian ini dengan mengunakan teknik wawancara, observasi langsung&lt;br /&gt;(lapangan), studi dokumen atau kepustakaan, dan teknik analisis isi (content analisys). Teknis analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penganalisaan dan penarikan kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Profil masyarakat pemilik cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking, ditinjau dari segi geografis, demografis, agama dan kepercayaan, sosial budaya, tradisi masyarakat. (2) Bentuk dan isi cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking juga mengandung mite, diantaranya kepercayaan bahwa tokoh ceritanya memiliki kekuatan istimewa. Misalnya tetesan darah K.R.A.T. Kolopaking berubah menjadi ular-ular “jadijadian”. Selain itu cerita rakyat tersebut juga mengandung legenda, yaitu kejadian&lt;br /&gt;atau penamaan suatu tempat. Misalnya pemberian nama pesawahan Si Kenceng dan asal mula Desa Jatimalang. (3) Artefak-artefak dan tradisi budaya yang terkait dengan cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking, tidak ada peninggalan benda-benda pusaka selain makam tersebut,lemari, dan meja ukir. Sedangkan tradisi budaya berupa ritual doa bersama, tahlilan, membaca surat-surat pendek,dan tabur bunga. (4) Nilai-nilai ajaran yang terkandung dalam cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking, sebagai berikut: kesetiaan, kasih sayang, keberanian, patriotisme, tanggung jawab dan kejujuran. (5) Respon masyarakat terhadap keberadaan cerita rakyat K.R.A.T. Kolopaking adalah sebagai berikut: generasi muda mengaku asing, ceritanya telah&lt;br /&gt;lama terkubur, perlu dilakukan penggalian data-data sejarah Kolopaking, belum masuk ke bahan ajar sekolah sebagai muatan lokal, belum dipandang sebagai suatu aset.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3318937852747730714?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3318937852747730714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3318937852747730714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_9111.html' title='Cerita Rakyat Kanjeng Raden Adipati Tumenggung Kolopaking di Desa Kalijirek Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah (Suatu Tinjauan Folklor)'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-8490219217678350583</id><published>2010-09-08T10:58:00.004+07:00</published><updated>2010-09-20T08:54:00.594+07:00</updated><title type='text'>Pemilihan Metode Ceramah, Drill dan Game dalam Pembelajaran Bahasa China di SMA N 1 Karanganyar</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini berangkat dari latar belakang permasalahan : Apakah pemilihan metode ceramah, drill, dan game mampu meningkatkan pemahaman dan prestasi siswa dalam pembelajaran bahasa China di SMA N I Karanganyar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan Kegiatan Belajar dan mengajar bahasa China dengan menggunakan metode ceramah, drill, dan game. Metode Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, dan wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Belajar Mengajar bahasa China di SMA N I Karanganyar menggunakan penggabungan metode ceramah, drill, dan game. Metode ceramah yaitu suatu cara mengajar dengan menyajikan materi melalui penuturan dan penerangan lisan guru kepada siswa. Metode ceramah bertujuan untuk memberikan pengarahan, petunjuk diawal pembelajaran. Metode latihan (drill)&lt;br /&gt;yaitu suatu metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih melakukan suatu ketrampilan tertentu berdasarkan penjelasan dan petunjuk guru. Metode permainan (game) yaitu suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada proses belajar mengajar bahasa China menggunakan metode ceramah pada saat menyampaikan materi pokok pelajaran dan pada saat membaca kosakata bahasa China dengan nada yang tepat. Metode drill digunakan terutama pada pelajaran pelafalan. Metode game peneliti gunakan untuk menarik perhatian siswa dalam pelajaran bahasa China.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-8490219217678350583?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8490219217678350583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/8490219217678350583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_2939.html' title='Pemilihan Metode Ceramah, Drill dan Game dalam Pembelajaran Bahasa China di SMA N 1 Karanganyar'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-5026762522332388314</id><published>2010-09-08T10:40:00.003+07:00</published><updated>2010-09-20T09:03:53.318+07:00</updated><title type='text'>HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DAN HARGA DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA REMAJA PUTRI</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dan harga diri dengan perilaku konsumtif pada remaja putri. Perilaku konsumtif pada remaja putri tidak terlepas dari pengaruh kelompok dalam mengkonsumsi barang serta untuk menunjang penampilan diri yang terkait dengan harga diri. Adanya keinginan untuk diterima dalam kelompok menyebabkan remaja mudah terpengaruh oleh kelompok sebayanya. Selain itu, adanya ketidakpuasan terhadap diri menyebabkan remaja menjadi rendah diri. Seorang remaja yang mempunyai&lt;br /&gt;rasa rendah diri akan menggunakan barang-barang yang mempunyai arti secara simbolik dapat meningkatkan harga dirinya. Hal inilah yang mendorong remaja berperilaku konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subjek penelitian ini adalah siswi kelas X SMA Negeri 1 Sragen. Sampel dalam penelitian ini adalah cluster sample, dimana berdasarkan cluster atau kelompok berupa kelas. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan Skala Konformitas, Skala Harga Diri dan Skala Perilaku Konsumtif. Skala Konformitas terdiri dari 20 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,850. Skala Harga Diri terdiri dari 38 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,907. Skala Perilaku Konsumtif terdiri dari 28 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,906.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda (Statistic Parametric Multiple Regression), diperoleh p-value 0,01 &lt;&gt; Ftabel 3,15 serta R sebesar 0,372. Hal ini berarti konformitas dan harga diri dapat digunakan sebagai prediktor untuk memprediksi atau mengukur perilaku konsumtif pada remaja putri. Tingkat signifikansi p-value 0,01 (p&lt;0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konformitas dan harga&lt;br /&gt;diri dengan perilaku konsumtif pada remaja putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis data menunjukkan nilai R2 (R Square) sebesar 0,139. Artinya, bahwa dalam penelitian ini konformitas dan harga diri memberi sumbangan sebesar 13,9% terhadap perilaku konsumtif dengan sumbangan masing-masing variabel adalah 10,2% untuk variabel konformitas dan 3,7% untuk variabel harga diri. Hal ini berarti masih terdapat 86,1% faktor lain yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja putri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-5026762522332388314?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5026762522332388314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/5026762522332388314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_7033.html' title='HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DAN HARGA DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA REMAJA PUTRI'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-6751719465500828749</id><published>2010-09-08T10:34:00.005+07:00</published><updated>2010-09-20T09:06:13.087+07:00</updated><title type='text'>HUBUNGAN ANTARA POLA PENGASUHAN DAN POLA KELEKATAN DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SRAGEN</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan penyesuaian sosial yang positif dibutuhkan seorang remaja  dalam membantunya mengantisipasi segala perubahan baik yang terjadi dalam diri mereka maupun lingkungan sosialnya yang lebih luas. Namun demikian, tidak semua remaja mampu melakukan penyesuaian sosial dengan baik. Hal ini dapat dilihat dengan semakin meningkatnya jumlah penyimpangan perilaku remaja dalam berbagai bentuk. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuian sosial&lt;br /&gt;seorang remaja adalah lingkungan keluarga, terutama orangtua. Melalui bimbingan, perhatian, kasih sayang, hubungan yang aman serta respon yang diberikan orangtua akan menjadi modal dasar pembelajaran seorang remaja dalam bersosialisasi dan melakukan penyesuaian yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pengasuhan dan pola kelekatan dengan penyesuaian sosial pada remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sragen. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala pola pengasuhan, skala pola kelekatan dan skala penyesuaian sosial.&lt;br /&gt;Analisis data menggunakan teknik analisis berganda variabel dummy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil perhitungan menggunakan teknik analisis berganda variabel dummy, diperoleh p-value 0,000 &lt; hitung =" 44,114"&gt; dari F tabel = 3,1065 serta R sebesar 0,718. Hal ini berarti pola pengasuhan dan pola kelekatan dapat digunakan sebagai prediktor untuk memprediksi penyesuaian sosial pada remaja. Tingkat signifikansi p-value 0,000 (p&lt;0,005) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola pengasuhan dan pola kelekatan dengan penyesuaian sosial pada remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis data menunjukkan nilai R Square sebesar 0,515. Angka tersebut mengandung pengertian bahwa dalam penelitian ini, pola pengasuhan dan pola kelekatan memberikan sumbangan efektif sebesar 51,5% terhadap penyesuaian sosial pada remaja, dengan sumbangan efektif masing-masing variabel adalah 3,1% untuk variabel pola pengasuhan dan 48,4% untuk variabel pola kelekatan. Hal ini berarti masih terdapat 48,5% faktor lain yang mempengaruhi penyesuaian sosial pada remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Pola Pengasuhan, Pola Kelekatan, Penyesuaian Sosial pada Remaja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-6751719465500828749?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6751719465500828749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/6751719465500828749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_475.html' title='HUBUNGAN ANTARA POLA PENGASUHAN DAN POLA KELEKATAN DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SRAGEN'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-2256448210613340421</id><published>2010-09-08T10:23:00.005+07:00</published><updated>2010-09-17T15:29:43.164+07:00</updated><title type='text'>ABSTRAK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rancang Bangun Sistem Pengering Cabai Merah Secara Elektrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan hasil pertanian memerlukan penanganan yang baik agar dapat dijaga mutunya. Salah satu hasil pertanian yang rentan terhadap kerusakan fisiologi adalah cabai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan pada cabai disebabkan oleh kandungan air yaitu sekitar 90 %, padahal untuk dapat menembus pasaran dunia internasional maka harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya kadar air cabai kering harus sekitar 10 %. Satu-satunya jalan untuk mendapatkan cabai kering yang berkwalitas adalah melalui proses pengeringan. Pengeringan dapat dilakukan secara alami dan secara buatan (semi mekanik). Alat pengering kali ini memiliki keunggulan&lt;br /&gt;diantaranya pengeringan dapat berlangsung lebih cepat, pengeringan tidak tergantung pada alam, hasil pengeringan dapat lebih merata dan masih kelihatan segar. Diharapkan dengan pembuatan alat ini dapat memberikan teknologi tepat guna bagi petani dalam melakukan pengeringan sehingga dapat menghemat biaya operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengoperasian alat pengering dengan setting termostat 100 0C pada pemanas, memungkinkan suhu dalam ruangan nantinya dapat stabil. Termostat tersebut akan memutus arus jika panas melebihi setting. Dari pengujian alat pengering kali ini didapat data pengoperasian alat pengering pada suhu awal ruangan 27 0 C sedikit demi sedikit akan mulai naik. Dalam hal ini termostat akan bekerja memutus arus 20 menit kemudian dari sejak awal pengoperasian alat. Termostat akan menghubungkan arus setelah 30 detik kemudian dan seterusnya elemen pemanas akan hidup rata-rata 4 sampai 5 detik, kemudian selalu mati selama 30 detik. Suhu ruangan mencapai 50 0 C setelah pengeringan berjalan selama 20 menit, selanjutnya suhu dalam ruangan harus dijaga kestabilannya. selang beberapa jam waktu pengeringan berlangsung didapat hasil pengeringan cabai seperti yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan alat pengering kali ini sangat efektif dalam melakukan pengeringan. Sedangkan mengenai pemakaian sumber pemanas dengan elemen pemanas membutuhkan banyak daya sehingga perlu adanya penambahan suatu rangkaian penghemat daya jika ingin mengeringkan cabai dalam jumlah besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-2256448210613340421?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2256448210613340421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/2256448210613340421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_8015.html' title='ABSTRAK'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2803745749830350783.post-3916018584691071192</id><published>2010-09-08T10:16:00.001+07:00</published><updated>2010-09-17T15:35:13.088+07:00</updated><title type='text'>ABSTRAK</title><content type='html'>PENGUKURAN KECEPATAN PUTARAN MOTOR DAN TEMPERATUR SERTA EFISIENSI PENDINGIN TERHADAP KECEPATAN PUTARAN MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor DC merupakan jenis motor yang dapat beroperasi dengan menggunakan sumber tegangan dc. Pertumbuhan pesat dunia perindustrian membutuhkan motor listrik sebagai pendukung proses produksi, baik motor DC ataupun motor AC. Sifat yang tampak pada motor listrik adalah apabila motor berputar secara terus menerus, maka suhu dari motor akan terus meningkat. Apabila motor telah mencapai suhu yang tinggi dan motor terus digunakan maka motor akan mengalami kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor listrik di dalam aplikasi yang besar agar dapat beroperasi lebih lama dan dapat bekerja secara efektif, maka perubahan temperatur motor harus dapat dikendalikan. Salah satu sistem kontrol yang handal adalah berbasis mikrokontroler. Mikrokontroler AT89C51 di dalamnya terdapat CPU dan RAM internal 128 byte bertujuan mengoptimalkan indeks kerja suatu sistem. Untuk mendeteksi kecepatan putaran motor digunakan sensor infra merah yang dikemas menjadi satu rangkaian optocopler. Sensor suhu yang digunakan adalah LM35DZ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Penelitian dilakukan pengujian tegangan input motor berbeban dan tanpa beban. Disamping itu ada pengujian sensor suhu yang dibandingkan dengan thermometer air raksa. Sebagai kesimpulan bahwa perubahan tegangan, beban dan arus akan berpengaruh pada kecepatan putaran motor dan temperatur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2803745749830350783-3916018584691071192?l=idtesis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3916018584691071192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2803745749830350783/posts/default/3916018584691071192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idtesis.blogspot.com/2010/09/abstrak_7166.html' title='ABSTRAK'/><author><name>sanjaya jogja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00737026374043011021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_x6R85tpgXyk/SY5xFFdzT1I/AAAAAAAAABQ/BPuCoQyzP3U/S220/spss+16+amos.jpg'/></author></entry></feed>
